BANYUWANGI, 13 Oktober 2026 – Film terbaru Tom Cruise, Digger, diperkirakan mengalami kerugian hingga 245 juta dollar AS atau sekitar Rp 3,9 triliun akibat buruknya performa di box office. Film black comedy satir tersebut terus mengalami penurunan penjualan tiket sejak penayangan perdananya di bioskop.
Penjualan tiket Digger merosot sekitar 60 persen pada pekan kedua penayangannya. Film yang dibintangi Cruise sebagai taipan minyak bernama Digger Rockwell itu sejauh ini baru meraup pendapatan sekitar 35 juta dollar AS atau Rp 560 miliar dari pasar global.
Sementara itu, biaya produksi dan pemasaran film besutan Warner Bros tersebut diperkirakan mencapai 280 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,5 triliun.
Namun pekan lalu, Cruise mengatakan bahwa saat membuat film, ia ‘tidak pernah memikirkannya sebatas target akhir pekan perdana (opening weekend). Ia menambahkan bahwa fokusnya justru pada pembuatan film yang ‘bisa dinikmati secara universal, tak lekang oleh waktu, dan terus relevan seiring berjalannya zaman’.
Digger Berpotensi Jadi Salah Satu Kegagalan Terbesar Hollywood
Rendahnya pendapatan Digger dibandingkan dengan anggaran produksinya membuat film tersebut berpotensi masuk dalam daftar kegagalan komersial terbesar dalam sejarah Hollywood.
Media entertainment Variety memperkirakan pendapatan akhir film tersebut hanya akan mencapai sekitar 50 juta dollar AS atau Rp 800 miliar di seluruh dunia.
Untuk mencapai titik impas, Digger diperkirakan harus meraup pendapatan sekitar 350 juta dollar AS atau Rp 5,6 triliun. Perhitungan tersebut mencakup biaya produksi, pemasaran, pembagian pendapatan tiket dengan jaringan bioskop, serta kemungkinan biaya kampanye penghargaan.
Namun, juru bicara Warner Bros memberikan perkiraan berbeda kepada Variety. Menurut pihak studio, titik impas film tersebut berada di kisaran 300 juta dollar AS atau sekitar Rp 4,8 triliun.
Dengan demikian, pendapatan akhir yang diproyeksikan masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan untuk menutup biaya film.
Jika perkiraan kerugian tersebut terbukti, Digger akan bergabung dengan sejumlah film Hollywood yang mengalami kerugian hingga ratusan juta dollar.
Beberapa di antaranya adalah Cutthroat Island (1995), The Adventures of Pluto Nash (2002), Sahara (2005), John Carter (2012), Mars Needs Moms (2011), Amsterdam (2022), The 13th Warrior (1999), The Marvels (2023), dan Speed Racer (2008).
Performa Digger juga berbanding terbalik dengan kesuksesan sejumlah waralaba yang dibintangi Cruise dalam beberapa tahun terakhir, terutama Top Gun dan Mission: Impossible.
Film ini disutradarai Alejandro G. Iñárritu, sineas yang dikenal melalui karya-karya seperti Birdman, Babel, dan The Revenant.
Meski memiliki sutradara ternama dan bintang utama dengan rekam jejak komersial kuat, Digger mendapat tanggapan yang umumnya kurang baik dari para kritikus. Warner Bros bahkan meluncurkan kampanye pemasaran baru yang mengajak penonton untuk menilai film tersebut secara langsung.
Digger menjadi film terakhir Warner Bros yang di rilis secara mandiri sebelum studio itu di ambil alih oleh Paramount.
Sekuel The Social Network Juga Kesulitan di Box Office
Bukan hanya Digger yang menghadapi hasil mengecewakan. Sekuel film pemenang Oscar The Social Network juga kesulitan menarik penonton pada akhir pekan pembukaannya.
Film berjudul The Social Reckoning tersebut meraup pendapatan sekitar 5,5 juta dollar AS atau Rp 88 miliar di Amerika Serikat. Angka itu jauh di bawah pendapatan pembukaan film pendahulunya pada 2010, yang mencapai 22 juta dollar AS atau sekitar Rp 352 miliar.
Secara global, film terbaru garapan Aaron Sorkin itu hanya menghasilkan sekitar 9 juta dollar AS atau Rp 144 miliar.
Film The Social Reckoning yang dibintangi oleh Mikey Madison, Jeremy Strong, dan Jeremy Allen White ini mengangkat kisah nyata Frances Haugen. Sebagai seorang insinyur Facebook, ia nekat membocorkan dokumen internal kepada seorang jurnalis karena merasa khawatir dengan sejumlah praktik bisnis di perusahaannya.
Film itu juga harus menghadapi persaingan ketat di bioskop Amerika Serikat. The Social Reckoning berada di bawah film horor Other Mommy, thriller psikologis Verity, adaptasi gim video Resident Evil, serta film thriller bertema alam liar yang dibintangi Brad Pitt, Heart of the Beast.















