CALIFORNIA, 14 Oktober 2026 – Seorang petani labu asal Rhode Island, Amerika Serikat, berpotensi memecahkan rekor dunia untuk labu terberat di dunia.
Ron Wallace, petani asal Greene, Rhode Island, menimbang labu raksasanya dalam sebuah kompetisi di New England pada Sabtu. Kini, ia menunggu konfirmasi resmi dari Guinness World Records setelah mengklaim berhasil melampaui rekor yang dicatat seorang petani di Inggris sekitar sepekan sebelumnya.
Wallace mengatakan telah berkomunikasi dengan pihak Guinness dan mendapat informasi bahwa proses verifikasi rekor tersebut berjalan sesuai rencana.
“Labu ini benar-benar sangat besar. Saya senang bisa menumbuhkannya,” kata Wallace Senin (13/10).
Guinness World Records saat ini mencatat labu seberat 2.857 pon atau sekitar 1.296 kilogram milik Ian Paton dari Lymington, Inggris, sebagai pemegang rekor. Labu tersebut ditimbang pada 3 Oktober.
Pihak Guinness belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait klaim rekor terbaru Wallace.
Persaingan membudidayakan labu berukuran raksasa berlangsung di berbagai negara sepanjang bulan ini. Para petani berlomba-lomba menghasilkan labu terbesar untuk memenangkan kompetisi dan mencatatkan nama mereka dalam sejarah.
Wallace Pilih Merayakan Rekor Bersama Komunitas Lokal
Wallace membawa pulang hadiah sebesar 3.500 dollar AS dari kompetisi lokal yang diikutinya. Ia mengaku sempat mendapat tawaran untuk mengikuti kompetisi lain dengan hadiah lebih besar, bahkan mencapai 70.000 dollar AS.
Namun, ia memilih merayakan pencapaiannya bersama masyarakat di kampung halamannya.
“Saya sangat gembira. Suasana di tempat itu langsung meledak ketika labu tersebut di timbang,” ujar Wallace.
Ia juga mengapresiasi komunitas petani labu yang selama ini saling berbagi pengetahuan dan teknik untuk menghasilkan labu berukuran besar.
Untuk pertama kalinya tahun ini, Wallace mulai membudidayakan labunya di rumah kaca. Menurut dia, metode tersebut memberikan perbedaan besar terhadap hasil panen.
“Satu-satunya cara menghasilkan labu seberat 3.000 pon adalah melalui kerja sama sebuah komunitas,” katanya.
Wallace mulai menekuni budidaya labu setelah mendirikan bisnis penjualan perlengkapan berkebun secara daring. Seiring waktu, hobinya berkembang menjadi kegiatan kompetitif yang mempertemukannya dengan petani dari berbagai daerah.
Ia menilai kompetisi membantu meningkatkan pengakuan terhadap para pembudidaya labu. Bahkan, menurut Wallace, pelaku industri pertanian semakin sering meminta saran dari komunitas tersebut mengenai pengelolaan tanah dan teknik budidaya.
Petani Minnesota Juara Lima Kali Berturut-turut
Sementara itu, di California Utara, sebuah labu bernama Rocky memenangkan kompetisi tahunan bergengsi dengan bobot 2.389 pon atau sekitar 1.083 kilogram.
Labu tersebut dibudidayakan oleh Travis Gienger, guru hortikultura asal Minnesota, yang berhasil menjuarai kompetisi itu untuk kelima kalinya secara berturut-turut.
Gienger memperoleh hadiah sebesar 21.501 dollar AS setelah mengalahkan puluhan petani labu raksasa dalam ajang di Half Moon Bay, wilayah di selatan San Francisco.
Ia sebelumnya absen dari kompetisi tahun lalu karena labu yang sedang dibudidayakannya rusak saat masih tumbuh. Untuk menandai upaya kebangkitannya, ia menamai labu tahun ini Rocky, terinspirasi dari tokoh petinju ikonis yang diperankan Sylvester Stallone.
“Juara lima kali. Itulah yang ingin kami capai saat datang ke sini,” kata Gienger setelah memenangkan kompetisi.
Gienger dan keluarganya menempuh perjalanan darat selama 35 jam dari Minnesota ke California dengan membawa labu raksasa yang ukurannya menyerupai mobil kecil.
Ia menanam labunya di kebun belakang rumah di Anoka, kota di tepi Sungai Mississippi, sebelah utara Minneapolis.
Menurut Ronan Fowler, penyelenggara kompetisi, Gienger harus menghadapi tantangan suhu yang turun hingga di bawah titik beku pada tahun ini.
Gienger mengakui bahwa untuk meningkatkan peluang bersaing, ia kemungkinan perlu mulai membudidayakan labu di lingkungan dengan suhu terkendali, seperti Wallace.
“Fakta bahwa Travis mampu menghadapi kondisi cuaca ekstrem, termasuk suhu sekitar 30 derajat Fahrenheit, dan tetap menghasilkan labu sebesar ini benar-benar luar biasa,” ujar Fowler.
Kompetisi Labu Raksasa Berlangsung Lebih dari Lima Dekade
Kompetisi di Half Moon Bay tersebut merupakan edisi ke-53 World Championship Pumpkin Weigh-Off. Ratusan pengunjung datang untuk menikmati berbagai kegiatan, mulai dari truk makanan dan pertunjukan musik hingga lelucon bertema labu.
Pada hari yang sama, penonton juga menyaksikan kontes labu tercantik yang dimenangkan oleh labu bernama Tinkerbell karena bentuknya yang sangat simetris.
Hadiah kompetisi utama di hitung berdasarkan bobot labu, yakni 9 dollar AS untuk setiap pon. Labu Rocky milik Gienger akan tampil dalam parade di Half Moon Bay pada akhir pekan ini.
Meski menjadi juara, Gienger gagal memperoleh bonus tambahan sebesar 30.000 dollar AS yang tersedia bagi peserta yang berhasil memecahkan rekor dunia.
Sementara itu, klaim Wallace masih menunggu verifikasi resmi Guinness World Records. Jika sah, labu raksasanya akan mencatatkan rekor baru dalam persaingan para petani labu terbesar di dunia.
















