Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

News

APBN 2025 Mengalami Defisit Rp31,2 triliun

badge-check


					APBN 2025 Mengalami Defisit Rp31,2 triliun Perbesar

Jakarta – Pemerintah Indonesia mengumumkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2025 mengalami defisit sebesar Rp31,2 triliun.

Angka ini setara dengan 0,13 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sebagaimana disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta pada 13 Maret 2025.

Defisit ini terjadi akibat realisasi pendapatan negara yang lebih rendah dibandingkan belanja negara. Pendapatan negara hingga akhir Februari tercatat sebesar Rp316,9 triliun, sementara belanja negara mencapai Rp348,1 triliun.

Meski demikian, defisit ini masih berada dalam target desain APBN 2025, yaitu sebesar 2,53 persen dari PDB atau Rp616,2 triliun.

Ekonom dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, memperingatkan bahwa defisit anggaran berpotensi melebar lebih dari 3 persen jika pemerintah tetap melaksanakan program-program unggulan tanpa penyesuaian strategi fiskal.

Sementara itu, Koordinator Analis Laboratorium Indonesia 2045 (LAB 45), Reyhan Noor, menyoroti pentingnya efisiensi anggaran untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Pemerintah optimistis bahwa kinerja keuangan negara akan membaik pada bulan-bulan mendatang, terutama dengan peningkatan penerimaan dari sektor pajak dan cukai. Namun, tantangan tetap ada, termasuk kebutuhan untuk menjaga keseimbangan antara belanja negara dan pendapatan guna menghindari peningkatan utang yang signifikan.

Defisit APBN menjadi pengingat akan pentingnya pengelolaan fiskal yang hati-hati dan transparan untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi tantangan ini dan memastikan keberlanjutan pembangunan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jawa Timur Kondusif: Ibu Khofifah dan Mas Emil Fokus Melayani Program Pro Rakyat

26 Agustus 2025 - 11:52 WIB

Sri Mulyani Siapkan Anggaran untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral

26 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani siapkan dana untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral yang baru dilantik Presiden Prabowo.

Hotel Syariah di Mataram Dapat Tagihan Royalti karena Setel Murotal

25 Agustus 2025 - 10:04 WIB

Hotel Grand Madani Mataram kena tagihan royalti Rp 4,4 juta dari LMKN usai setel murotal. Manajemen tunggu aturan jelas sebelum bayar.

Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak

24 Agustus 2025 - 10:12 WIB

PT KAI tolak usulan DPR soal gerbong khusus perokok. Semua layanan kereta api tetap bebas asap rokok demi kenyamanan dan kesehatan penumpang.

Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

23 Agustus 2025 - 09:10 WIB

PT BMS Foods buka suara soal udang terkontaminasi radioaktif yang ditarik FDA. Ekspor ke Amerika ditangguhkan sementara.
Trending di News