Denver – Oklahoma City Thunder menunjukkan ketangguhan luar biasa saat membungkam Denver Nuggets 92-87 dalam gim 4 semifinal Wilayah Barat NBA, Senin pagi hari WIB (12/5/2025). Kemenangan ini menyamakan kedudukan menjadi 2-2 dalam seri best-of-seven.
Meski tampil sebagai tim termuda di babak playoff, Thunder justru menunjukkan kematangan dan ketenangan pada momen-momen krusial di kuarter terakhir, mematahkan reputasi Nuggets sebagai tim yang piawai dalam menutup pertandingan.
Shai Gilgeous-Alexander tampil sebagai motor kemenangan Thunder dengan mencetak 25 poin, termasuk sembilan poin penting di kuarter keempat. Penampilannya menjadi penentu, menghindarkan Thunder dari potensi ketertinggalan 1-3 dalam seri.
Bangkit di Kuarter Akhir
Sempat tertinggal delapan poin di awal kuarter keempat, Oklahoma City melancarkan serangan balik lewat pemain-pemain cadangan. Cason Wallace menyumbang dua tembakan tiga angka, sementara Aaron Wiggins menambahkan satu tembakan serupa dalam laju 11-0 yang membawa Thunder berbalik unggul.
“Tiga angka Wallace yang kedua benar-benar jadi titik balik. Bench mereka menyalakan api dalam pertandingan ini,” kata pelatih sementara Nuggets, David Adelman.
Permainan kedua tim sebenarnya berlangsung dalam intensitas tinggi namun penuh ketidakefektifan. Kuarter pertama hanya menghasilkan total 25 poin dari kedua tim. Babak pertama pun berakhir dengan skor 42-36 untuk Thunder.
Nuggets Gagal Amankan Keunggulan
Denver sempat memimpin 73-66 lewat turnaround jumper dari Aaron Gordon, namun kembali gagal mengamankan keunggulan di menit-menit akhir. Selain tembakan yang tak akurat, termasuk 34 kali gagal dari belakang garis tiga poin, Nuggets juga melakukan kesalahan-kesalahan elementer seperti pelanggaran five-second saat melakukan inbound bola.
Nikola Jokic memang mencatatkan 27 poin dan 13 rebound, namun hanya mencatatkan tiga assist – angka terendahnya di playoff kali ini. Sejauh ini dalam seri melawan Thunder, ia telah mencatatkan lebih banyak turnover (23) ketimbang assist (22).
“Tidak ada alasan. Bukan karena lelah. Kami hanya tidak mengeksekusi dengan baik,” ujar Jokic usai laga.
Belajar dari Kekalahan
Kemenangan ini terasa makin istimewa karena datang hanya 36 jam setelah pertarungan melelahkan di gim 3 yang berakhir lewat babak overtime. Thunder menunjukkan bahwa meski muda, mereka bisa belajar dan bangkit dari kekalahan menyakitkan.
“Setiap kali kami terkena pukulan dan bangkit lagi, kami jadi lebih kuat,” ujar pelatih Mark Daigneault. “Itulah yang kami tanamkan ke tim ini.”
Gim 5 akan digelar di markas Oklahoma City, Selasa malam waktu setempat, dan bisa menjadi titik balik penting bagi Thunder untuk menguasai seri.
Catatan Seri:
- Game 1: Nuggets menang
- Game 2: Thunder menang
- Game 3: Nuggets menang
- Game 4: Thunder menang (2 – 2)