Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Drone Ukraina Serang Moskow Jelang Kunjungan Presiden Xi Jinping

badge-check


					Personel militer Rusia berbaris saat latihan untuk parade militer memperingati 80 tahun kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua, di pusat kota Moskow, Rusia, pada 7 Mei 2025. Perbesar

Personel militer Rusia berbaris saat latihan untuk parade militer memperingati 80 tahun kemenangan atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua, di pusat kota Moskow, Rusia, pada 7 Mei 2025.

Moskow – Ibu kota Rusia kembali menjadi sasaran serangan drone Ukraina untuk hari ketiga berturut-turut pada Rabu (7/5/2025), hanya beberapa jam sebelum Presiden China Xi Jinping dijadwalkan tiba untuk kunjungan kenegaraan. Serangan ini memaksa sejumlah bandara utama Moskow menutup sementara operasional mereka dan menyebabkan pembatalan berbagai penerbangan.

Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengonfirmasi bahwa sistem pertahanan udara Rusia berhasil menembak jatuh sedikitnya 14 drone yang diduga diluncurkan Ukraina. Tidak ada laporan korban jiwa akibat serangan ini, namun gangguan terhadap infrastruktur penerbangan menjadi sorotan mengingat pentingnya momen diplomatik yang tengah berlangsung.

Kunjungan Xi Jinping Untuk Hadiri Parade Militer Rusia 9 Mei

Kunjungan Presiden Xi Jinping ke Moskow terjadi dalam suasana yang sensitif. Pemimpin negara ekonomi terbesar kedua dunia itu dijadwalkan hadir dalam parade militer besar-besaran di Lapangan Merah pada Jumat (9/5/2025), memperingati 80 tahun kemenangan Uni Soviet dan Sekutu atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia II. China merupakan pembeli terbesar minyak dan gas Rusia, serta dianggap sebagai penyokong utama ekonomi Moskow di tengah tekanan sanksi Barat akibat perang di Ukraina.

Dalam pernyataan resminya, Kremlin menyebut serangan drone tersebut sebagai “aksi terorisme” dari pihak Ukraina dan menegaskan bahwa dinas intelijen serta militer Rusia sedang melakukan segala upaya untuk menjamin keamanan selama peringatan besar ini berlangsung.

Sementara itu, pihak Ukraina menyampaikan penolakan terhadap parade militer tersebut. Kementerian Luar Negeri Ukraina mendesak negara-negara lain untuk tidak mengirimkan pasukan militernya ke parade di Moskow. Mereka menilai langkah tersebut bertentangan dengan prinsip netralitas dalam konflik yang sedang berlangsung.

Kementerian Luar Negeri China, ketika ditanya terkait serangan udara yang saling dilancarkan oleh Rusia dan Ukraina, memilih tidak mengomentari langsung. Melainkan hanya menyebut bahwa “prioritas utama” saat ini adalah mencegah eskalasi lebih lanjut.

China Tegaskan Dukungan terhadap Tatanan Internasional Pasca-Perang

Di tengah ketegangan, Xi Jinping dijadwalkan melakukan pembicaraan bilateral dengan Presiden Vladimir Putin pada Kamis (8/5/2025). Dalam artikelnya yang dimuat di media Rusia menjelang kunjungan, Xi menyerukan agar China dan Rusia bersama-sama menjaga “tatanan internasional pasca-perang.” Ia juga menolak upaya negara lain yang mencoba merusak hubungan strategis kedua negara.

Kunjungan ini dipandang sebagai momen penting dalam hubungan bilateral Rusia-Tiongkok. Menteri Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, bahkan menyebutnya sebagai “salah satu agenda paling sentral dalam hubungan Rusia-Tiongkok tahun ini.”

Sementara itu, pihak Ukraina melaporkan serangan udara Rusia ke Kyiv pada malam yang sama. Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya seorang ibu dan anak. Rusia bersikeras bahwa serangannya hanya menargetkan sasaran militer.

Xi diperkirakan akan menandatangani sejumlah perjanjian strategis dengan Rusia. Salah satu pembahasannya mencakup proyek besar jalur pipa gas Power of Siberia 2, yang hingga kini masih dalam tahap perencanaan. Dalam konteks rivalitas dengan Amerika Serikat, kedua negara berusaha membentuk wajah baru tatanan dunia multipolar, menentang dominasi tunggal Washington.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional