Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Paska Kesepakatan Mineral, Ukraina-Rusia Saling Serang

badge-check


					Paska Kesepakatan Mineral, Ukraina-Rusia Saling Serang Perbesar

Kyiv/Moskow – Sedikitnya tujuh orang tewas dalam serangan drone Ukraina di wilayah Kherson yang dikuasai Rusia sebagian, dan dua warga sipil meninggal akibat serangan balasan Rusia di Odesa, Kamis (1/5/2025). Serangan saling berbalas ini terjadi hanya beberapa jam setelah penandatanganan kesepakatan penting antara Amerika Serikat dan Ukraina yang memberi akses kepada Washington terhadap sumber daya mineral strategis Ukraina.

Gubernur wilayah Kherson yang ditunjuk Moskow, Vladimir Saldo, mengatakan serangan drone Ukraina menghantam pasar di kota Oleshky dan menewaskan tujuh orang serta melukai lebih dari 20 lainnya. “Pada saat serangan, pasar dalam keadaan ramai,” tulis Saldo melalui Telegram. Ia mengklaim Ukraina meluncurkan gelombang kedua serangan drone untuk “menghabisi para penyintas.”

Di sisi lain, dua orang tewas dan 15 lainnya luka-luka dalam serangan drone Rusia di kota pelabuhan Odesa pada Kamis dini hari. Menurut layanan darurat Ukraina, serangan itu menghantam gedung apartemen, rumah-rumah pribadi, sebuah swalayan, dan sekolah.

Gubernur wilayah Odesa, Oleh Kiper, membagikan sejumlah video melalui Telegram yang menunjukkan bangunan rusak parah, toko hancur, serta kobaran api yang tengah dipadamkan petugas pemadam kebakaran.

Sementara itu, di kota terbesar kedua Ukraina, Kharkiv, sebuah SPBU terbakar setelah dihantam drone Rusia, menurut Wali Kota Ihor Terekhov.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan Rusia telah mengabaikan proposal gencatan senjata penuh dan tanpa syarat dari Amerika Serikat selama lebih dari 50 hari. “Ada pula usulan dari kami untuk setidaknya tidak menyerang infrastruktur sipil dan menciptakan ketenangan di udara, laut, dan darat. Rusia justru membalas dengan penembakan dan serangan baru,” kata Zelenskyy.

Kesepakatan “Bersejarah”

Di tengah meningkatnya ketegangan, Ukraina dan AS menandatangani kesepakatan yang memungkinkan investor Amerika mengakses kekayaan mineral Ukraina — termasuk logam tanah jarang, yang krusial dalam industri teknologi dan pertahanan.

Kesepakatan ini disebut Zelenskyy sebagai “hasil pertama” dari pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump di Vatikan saat pemakaman Paus. Dalam pidato malamnya, ia menegaskan bahwa kesepakatan itu tidak melibatkan pembayaran utang dari bantuan militer AS sebelumnya dan akan segera diajukan ke parlemen untuk diratifikasi.

“Ini kemitraan yang setara. Ukraina dan Amerika bisa sama-sama mendapat manfaat. Tidak ada utang, hanya peluang,” ujar Zelenskyy.

Mantan Menteri Ekonomi Ukraina yang kini menjabat Presiden Kyiv School of Economics, Tymofiy Mylovanov, menyebut kesepakatan ini sebagai kemenangan diplomatik besar. “Terlepas dari tekanan luar biasa dalam negosiasi, kami berhasil mempertahankan kepentingan nasional,” tulisnya di Facebook.

Ia menegaskan bahwa kesepakatan tidak membatasi Ukraina hanya menjual ke pihak AS. Kontribusi kedua belah pihak — sumber daya mineral dari Ukraina dan bantuan militer dari AS — menjadi bagian dari dasar perjanjian tersebut.

Reaksi Masyarakat Ukraina dan Rusia atas Kesepakatan Mineral

Warga Kyiv menunjukkan beragam reaksi atas kesepakatan tersebut. Diana Abramova, peserta aksi di Lapangan Kemerdekaan menuntut informasi tentang tentara yang hilang. Dia juga menyatakan harapannya bahwa setiap langkah membawa Ukraina mendekati kemenangan.

Namun tak sedikit pula yang menyuarakan keprihatinan. Natalia Vysotska (74), dosen universitas, mengaku belum mengetahui rinciannya, tetapi berharap pemerintah telah mempertimbangkan dengan matang. “Saya hanya bisa berharap ini menguntungkan,” katanya.

Lebih skeptis, Iryna Vasylevska (37) menyayangkan bahwa tanah Ukraina menjadi “alat tawar-menawar dunia.” “Alih-alih memperkuat diri, kami terus menyerahkan segalanya,” katanya.

Di Moskow, reaksi resmi relatif minim karena bertepatan dengan hari libur nasional. Namun Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menyebut Ukraina kini membayar bantuan militer AS dengan kekayaan nasionalnya. “Pasokan senjata kini dibayar dengan kekayaan negara yang perlahan menghilang,” tulisnya di Telegram.

Sementara itu, Vladimir Rogov dari Kamar Sipil Rusia menyebut kesepakatan itu sebagai bentuk “perbudakan yang dilegalkan.”

Situasi yang Semakin Kompleks

Kesepakatan strategis antara Washington dan Kyiv datang menjelang perundingan damai yang didorong oleh Presiden Trump. Sementara di medan tempur, korban sipil terus berjatuhan, memperumit upaya gencatan senjata yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional