BANYUWANGI – Kontingen Pencak Silat MAN 1 Banyuwangi sukses meraih Juara Umum I dalam Kejuaraan Kabupaten (Kejurkab) Pencak Silat Antarpelajar Banyuwangi Tahun 2026. Total para pesilat madrasah berjuluk Mansawangi itu berhasil mendulang 15 medali dengan rincian 5 medali emas, 2 medali perak, dan 8 medali perunggu.
Kejuaraan yang digelar di Gedung Aula Muhammad Cheng Ho Banyuwangi ( 27–30 Agustus 2026) ini menjadi arena bagi para pesilat pelajar untuk menunjukkan kemampuan, mental bertanding, kedisiplinan, dan sportivitas. Kontingen Mansawangi tampil impresif dengan memborong sejumlah medali dari berbagai nomor seni maupun tanding.
Lima medali emas berhasil disumbang oleh Hesty Hesty Ayu Cahyani pada nomor seni tunggal bebas pemasalan putri dan Choirul Yuda Ramadhan pada seni tunggal bebas putra pemasalan. Medali emas juga disumbang seni beregu putri (Zulfia Ayu Putri Oktaviani, Lail Annisa Rahma, dan Adinda Shohifa Lestari).
Emas berikutnya dipersembahkan Abna Naufal, M. Habbil, dan M. Charlie pada seni regu putra. Sementara Achi Zaininnda dan Anindya Istighfarina Rizky Kuswanto sukses meraih emas pada nomor seni ganda putri.
Tak berhenti di medali emas, pesilat Mansawangi juga menambah koleksi medali perak. Ismi Amelia meraih perak pada nomor seni tunggal tangan kosong.
Kemudian Lintang Eno berhasil meraih medali perak pada seni tunggal bebas remaja putra (lanjut mewakili kabupaten Banyuwangi piala gubernur Jatim).
Sementara itu, tiga pesilat berhasil menyumbangkan medali perunggu, yakni Gannecha Ahmad pada tanding kelas B, M. Ali Wafa pada tanding kelas A, serta Renata Wijaya yang meraih perunggu pada nomor seni tunggal tangan kosong, senjata, dan tanding kelas E.
Sedangkan medali perunggu kategori remaja dipersembahkan M. Rido pada tanding kelas D remaja putra, Zulfia Ayu Putri Oktaviani pada seni tunggal bebas remaja putri, serta Raisa Almira pada tanding kelas E remaja putri.

Bukti Kerja Keras dan Kedisiplinan
Kepala MAN 1 Banyuwangi, Sugeng Maryono mengaku bersyukur dan bangga atas prestasi prestisius yang ditorehkan anak didiknya tersebut. “Alhamdulillah tentu ini adalah prestasi yang sangat membanggakan dan mengharumkan nama MAN 1 Banyuwangi,” ungkapnya.
Prestasi para pendekar Mansawangi di Kejurkab 2026 juga menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing dan berprestasi di berbagai bidang. Tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kemampuan terbaik di arena olahraga.
“Ini menunjukan bahwa MAN 1 Banyuwangi tidak hanya berprestasi di bidang akademik saja, namun juga bisa berprestasi di bidang non akademik,” imbuhnya.
Sementara Waka Kesiswaan MAN 1 Banyuwangi, Muhammad Nurrofiq mengatakan, keberhasilan menjadi Juara Umum I bukanlah hasil yang datang secara instan. Prestasi tersebut merupakan buah dari latihan, kerja keras, disiplin, kekompakan atlet, serta dukungan dari pelatih, madrasah, dan orang tua.
Berbagai nomor yang berhasil dimenangi menunjukkan bahwa pesilat Mansawangi memiliki kemampuan yang cukup merata, baik dalam kategori seni maupun tanding. “Prestasi ini buah dari kerja keras, disiplin, kekompakan atlet-atlet kita. Tanpa kerja keras dan kedisiplinan yang baik, bakal sulit kita memenangi kejuaraan,” ungkapnya.
Sebelum berkompetisi, kata Nurrofiq, pihaknya sengaja mengadakan training center (TC) selama sepekan di madrasah. TC didampingi langsung oleh pembina ekskul silat, Catur Wibowo bersama sang pelatih Muhammad Piston khusus untuk menyiapkan kesiapan atlet baik dari sisi fisik maupun mentalnya.
“Training center kita adakan di madrasah untuk menyiapkan atlet-atlet baik dari sisi fisiknya maupun mental. Kami tentu menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang sudah memberikan dukungan sehingga anak-anak kita bisa meraih juara umum,” imbuhnya.
Hasil ini, kata Nurrofiq tentu harus menjadi motivasi bagi keluarga besar MAN 1 Banyuwangi untuk terus memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan bakat dan minat di bidang olahraga.
“Kita menantikan raihan-raihan juara di berbagai kompetisi baik akademik maupun non-akademik lainnya,” tutupnya.












