Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Es Longsor di Swiss: Desa Blatten Lenyap

badge-check


					Es Longsor di Swiss: Desa Blatten Lenyap Perbesar

Swiss – Suasana duka menyelimuti wilayah pegunungan Valais, Swiss, setelah es longsor bercampur lumpur dan batu dari Gletser Birch menghancurkan desa Blatten dan sekitarnya pada Rabu (28/5/2025) waktu setempat. Warga yang telah dievakuasi lebih awal pada bulan Mei, setelah bagian belakang Gletser Birch mulai runtuh, kini menyaksikan kampung halaman mereka lenyap ditelan alam.

Sekitar jutaan meter kubik material longsor meluncur deras dari gunung, meratakan permukiman yang dikenal indah di kaki Pegunungan Alpen. Rumah-rumah yang tersisa kemudian terendam banjir akibat luapan Sungai Lonza yang tersumbat oleh tumpukan puing.

Hingga Kamis sore, tim penyelamat yang dibantu anjing pelacak dan drone termal masih mencari seorang pria berusia 64 tahun yang dilaporkan hilang. Namun pencarian terpaksa dihentikan sementara karena kondisi medan dinilai terlalu berbahaya.

“Material longsoran sangat tidak stabil, dan masih ada potensi longsor susulan,” kata Stephane Ganzer, Kepala Divisi Keamanan Kanton Valais, dalam konferensi pers.

Banjir Meluas, Sungai Tersumbat

Tumpukan puing sepanjang hampir dua kilometer menutup aliran Sungai Lonza, membentuk danau besar di tengah reruntuhan. Menurut Ganzer, permukaan air meningkat hingga 80 sentimeter per jam akibat kombinasi es mencair dan sungai yang tersumbat.

Presiden Swiss, Karin Keller-Sutter, yang tengah berada di Irlandia untuk kunjungan kenegaraan, memutuskan kembali lebih awal dan dijadwalkan mengunjungi lokasi bencana pada Jumat (30/5).

Sementara itu, warga yang kehilangan rumah memilih diam. Seorang perempuan paruh baya terlihat duduk terpaku di depan gereja desa tetangga, Wiler.

“Saya kehilangan segalanya kemarin. Maaf, saya tidak bisa bicara sekarang,” ujarnya lirih kepada wartawan.

Beberapa rumah yang tersisa, terlihat setelah longsoran besar batu dan es menutupi sebagian besar desa Blatten, Swiss, pada 29 Mei 2025.

Warisan Leluhur Hancur

Tak jauh dari lokasi, Werner Bellwald (65), seorang pakar studi budaya, mengenang rumah kayu keluarganya yang dibangun pada tahun 1654 di desa Ried, kini lenyap tanpa jejak.

“Tidak ada yang bisa menunjukkan bahwa pernah ada permukiman di sana. Peristiwa ini melampaui bayangan siapa pun di sini,” ujarnya.

Tentara Swiss telah dikerahkan bersama 50 personel, pompa air, ekskavator, dan perlengkapan berat lain. Selain itu, hewan ternak dievakuasi menggunakan helikopter demi menghindari korban tambahan.

Ganzer menambahkan, skenario terburuk adalah jika longsoran baru memicu gelombang besar yang menghantam Bendungan Ferden. Namun ia memastikan, bendungan sudah dikosongkan sebagai langkah pencegahan.

Iklim yang Berubah, Gunung Tak Lagi Stabil

Peristiwa tragis ini memunculkan kembali kekhawatiran akan dampak perubahan iklim terhadap lapisan permafrost di Alpen. Para ilmuwan mencatat, mencairnya tanah beku menyebabkan struktur batuan melemah dan berisiko runtuh.

“Gletser Birch telah bergerak perlahan selama bertahun-tahun akibat tekanan material di puncak,” jelas Matthias Huss, Kepala Pemantauan Gletser di Swiss.

Ia menambahkan, fenomena ini besar kemungkinan merupakan akibat dari perubahan iklim yang memicu keruntuhan batuan di wilayah yang selama ratusan tahun stabil.

“Hal-hal tak terduga kini terjadi di tempat yang selama ini kita anggap aman. Itu sangat mungkin karena perubahan iklim,” tegas Huss.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional