Jakarta – Influencer otomotif ternama, Fitra Eri, dengan tegas menolak tawaran dari Pertamina untuk menjadi buzzer dalam membantah isu Pertamax oplosan.
Dalam sebuah wawancara di program Indonesia Business Forum tvOne, Fitra Eri mengungkapkan bahwa ia dihubungi oleh pihak Pertamina dan diminta untuk menyampaikan kepada publik bahwa tidak ada bensin oplosan. Namun, ia menolak permintaan tersebut karena merasa tidak memiliki data yang cukup untuk memastikan kebenarannya.
Fitra Eri menegaskan bahwa masyarakat saat ini mendapatkan dua informasi yang saling bertolak belakang—di satu sisi Kejaksaan Agung mengungkap adanya bensin oplosan, sementara di sisi lain dalam rapat DPR disebutkan bahwa tidak ada pengoplosan BBM. Hal ini membuat kebingungan di kalangan konsumen.
Ia menyarankan agar Pertamina melakukan komunikasi publik yang lebih baik dan tidak hanya mengandalkan influencer untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat.
“Kalau pun Pertamina mau mengembalikan kepercayaan masyarakat, menurut saya harus melakukan komunikasi publik yang tepat, tidak harus melalui influencer,” tambahnya.
Kasus dugaan pengoplosan Pertamax ini telah menjadi sorotan publik setelah Kejaksaan Agung menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak di Pertamina, yang menyebabkan kerugian negara setidaknya Rp193,7 triliun.