Johannesburg – Sebanyak sembilan warga Afrika Selatan keturunan kulit putih (Afrikaner) tiba di Amerika Serikat pekan lalu dalam gelombang kedua program pemukiman ulang yang diumumkan oleh pemerintahan mantan Presiden AS, Donald Trump.
Menurut Jaco Kleynhans, Kepala Hubungan Internasional dari Solidarity Movement—sebuah organisasi yang mewakili kelompok minoritas kulit putih Afrikaner—kelompok tersebut mendarat di Atlanta dengan penerbangan komersial.
Kehadiran mereka merupakan bagian dari program pemukiman ulang Afrikaner yang diluncurkan pada Februari lalu. Sebelumnya, sebanyak 59 warga kulit putih Afrika Selatan telah tiba melalui penerbangan sewaan di Bandara Internasional Dulles, Virginia.
Seorang juru bicara Kedutaan Besar AS di Pretoria, dalam pernyataan tertulis kepada Associated Press, mengonfirmasi bahwa “pengungsi dari Afrika Selatan terus tiba di Amerika Serikat melalui penerbangan komersial sebagai bagian dari operasi program pemukiman ulang Afrikaner.”
Klaim Persekusi dan Respons Pemerintah Afrika Selatan
Pemerintahan Trump menyebut program ini sebagai upaya memberikan perlindungan kepada warga kulit putih Afrika Selatan yang mengaku menjadi korban kekerasan rasial dan diskriminasi dari pemerintah yang dipimpin mayoritas kulit hitam.
Namun, pemerintah Afrika Selatan membantah tudingan tersebut, menyebutnya sebagai distorsi terhadap kondisi dalam negeri. Presiden Cyril Ramaphosa menekankan bahwa kekerasan terhadap petani—termasuk petani kulit putih—merupakan bagian dari permasalahan kriminalitas yang luas, dan tidak menyasar kelompok ras tertentu.
Pemerintah Afrika Selatan juga membantah tudingan Trump yang menyebut bahwa para petani kulit putih tengah mengalami “genosida” dan kehilangan lahan secara paksa, sebuah klaim yang disebut tidak berdasar oleh para pengamat dan organisasi HAM internasional.
Syarat dan Antusiasme Pelamar
Dalam panduan terbaru dari Kedutaan Besar AS, disebutkan bahwa pelamar program ini harus merupakan anggota kelompok ras minoritas di Afrika Selatan. Selain itu, mereka juga harus mampu menjelaskan pengalaman persekusi di masa lalu atau kekhawatiran akan persekusi di masa depan.
Afrikaner—yang merupakan keturunan pemukim Belanda dan Prancis—jumlahnya sekitar 2,7 juta jiwa dari total populasi Afrika Selatan yang mencapai 62 juta. Total populasi warga kulit putih, termasuk yang berdarah Inggris dan Eropa lainnya, mencapai sekitar 4,5 juta.
Meski angka pasti pelamar belum diumumkan secara resmi oleh pemerintah AS, Kleynhans menyebut sekitar 8.000 aplikasi telah diajukan. Kelompok lain yang membantu proses ini bahkan menyatakan jumlah peminat mencapai puluhan ribu orang.
Program ini berjalan di tengah kritik dari berbagai kalangan yang menilai kebijakan ini sarat muatan politik dan kurang berdasar pada data objektif mengenai situasi HAM di Afrika Selatan.