Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Greta Thunberg Ditahan Israel Saat Coba Kirim Bantuan ke Gaza

badge-check


					Tangkapan layar sebuah video yang menunjukkan awak kapal pesiar berbendera Inggris, Perbesar

Tangkapan layar sebuah video yang menunjukkan awak kapal pesiar berbendera Inggris, "Madleen", yang menuju Gaza, mengangkat tangan mereka. Senin, 9 Juni 2025. (foto: REUTERS/Freedom Flotilla Coalition)

Jerusalem – Aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, dilaporkan ditahan oleh angkatan laut Israel pada Senin (9/6/2025) setelah kapal yang ia tumpangi mencoba menerobos blokade laut menuju Jalur Gaza.

Kapal berbendera Inggris bernama Madleen, yang dioperasikan oleh organisasi Freedom Flotilla Coalition (FFC), disebut membawa sejumlah kecil bantuan kemanusiaan serta bertujuan menarik perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Gaza.

Dalam video yang direkam sebelum penangkapan, Thunberg (22) menyebut mereka telah “diculik di perairan internasional oleh pasukan pendudukan Israel.”

“Saya minta teman-teman, keluarga, dan rekan-rekan saya untuk menekan pemerintah Swedia agar segera membebaskan saya dan penumpang lainnya,” ujar Greta.

Kapal Madleen yang mengangkut bantuan menuju Gaza, berlabuh di lepas pantai Catania, Italia, pada 1 Juni 2025. (foto: REUTERS/Danilo Arnone)

Israel Sebut Aksi Itu Hanya Sebuah Pencitraan

Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa kapal Madleen telah dibawa ke Pelabuhan Ashdod dan seluruh penumpang sedang menjalani pemeriksaan kesehatan. Dalam unggahan di platform X, otoritas Israel menyebut kapal tersebut sebagai “Selfie Yacht”, dan menyatakan bahwa penumpangnya akan segera dipulangkan ke negara masing-masing.

“Jumlah bantuan yang dibawa kapal sangat kecil dan sisanya telah dikonsumsi oleh para ‘selebriti’. Sisanya akan dikirim ke Gaza melalui jalur kemanusiaan resmi,” tulis pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Israel.

Israel juga merilis foto Thunberg yang tersenyum saat diberi roti lapis oleh seorang tentara, lengkap dengan rompi pelampung dan topi hijau. Sementara itu, Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa asal Prancis yang turut berada di atas kapal, menyebut mereka ditangkap pada pukul 02.00 dini hari di perairan internasional.

Respons Dunia dan Pemerintah Swedia

Kementerian Luar Negeri Swedia menyatakan sedang menjalin komunikasi dengan otoritas Israel. Mereka juga siap memberi bantuan konsuler bila dibutuhkan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta agar warganya yang berada di kapal segera dibebaskan. Sementara Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan terpisah, menyebut pernyataan Greta sebagai “drama.”

“Israel punya cukup banyak masalah tanpa harus menculik Greta Thunberg,” ujar Trump.
“Dia masih muda dan marah. Mungkin sudah saatnya ikut kelas manajemen emosi,” tambahnya.

Latar Belakang dan Blokade Gaza

Israel telah memberlakukan blokade laut terhadap Gaza sejak tahun 2007, setelah kelompok Hamas mengambil alih wilayah tersebut. Pemerintah Israel berdalih bahwa blokade diperlukan untuk mencegah masuknya senjata ke tangan militan Hamas.

Namun, blokade ini telah menuai kritik tajam dari masyarakat internasional karena memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza. Konflik terbaru, yang dimulai sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, telah menewaskan lebih dari 54.000 warga Palestina menurut data otoritas kesehatan Gaza.

Dukungan dari Pelapor Khusus PBB

Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina, menyuarakan dukungannya terhadap aksi kapal Madleen. Ia menyerukan pelabuhan-pelabuhan lain di Mediterania untuk mengirim kapal bantuan ke Gaza.

“Perjalanan Madleen mungkin sudah berakhir, tapi misinya belum selesai. Solidaritas harus terus bergulir,” tulisnya di akun X.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional