Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Greta Thunberg Ditahan Israel Saat Coba Kirim Bantuan ke Gaza

badge-check


					Tangkapan layar sebuah video yang menunjukkan awak kapal pesiar berbendera Inggris, Perbesar

Tangkapan layar sebuah video yang menunjukkan awak kapal pesiar berbendera Inggris, "Madleen", yang menuju Gaza, mengangkat tangan mereka. Senin, 9 Juni 2025. (foto: REUTERS/Freedom Flotilla Coalition)

Jerusalem – Aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg, dilaporkan ditahan oleh angkatan laut Israel pada Senin (9/6/2025) setelah kapal yang ia tumpangi mencoba menerobos blokade laut menuju Jalur Gaza.

Kapal berbendera Inggris bernama Madleen, yang dioperasikan oleh organisasi Freedom Flotilla Coalition (FFC), disebut membawa sejumlah kecil bantuan kemanusiaan serta bertujuan menarik perhatian dunia terhadap krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Gaza.

Dalam video yang direkam sebelum penangkapan, Thunberg (22) menyebut mereka telah “diculik di perairan internasional oleh pasukan pendudukan Israel.”

“Saya minta teman-teman, keluarga, dan rekan-rekan saya untuk menekan pemerintah Swedia agar segera membebaskan saya dan penumpang lainnya,” ujar Greta.

Kapal Madleen yang mengangkut bantuan menuju Gaza, berlabuh di lepas pantai Catania, Italia, pada 1 Juni 2025. (foto: REUTERS/Danilo Arnone)

Israel Sebut Aksi Itu Hanya Sebuah Pencitraan

Kementerian Luar Negeri Israel mengonfirmasi bahwa kapal Madleen telah dibawa ke Pelabuhan Ashdod dan seluruh penumpang sedang menjalani pemeriksaan kesehatan. Dalam unggahan di platform X, otoritas Israel menyebut kapal tersebut sebagai “Selfie Yacht”, dan menyatakan bahwa penumpangnya akan segera dipulangkan ke negara masing-masing.

“Jumlah bantuan yang dibawa kapal sangat kecil dan sisanya telah dikonsumsi oleh para ‘selebriti’. Sisanya akan dikirim ke Gaza melalui jalur kemanusiaan resmi,” tulis pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Israel.

Israel juga merilis foto Thunberg yang tersenyum saat diberi roti lapis oleh seorang tentara, lengkap dengan rompi pelampung dan topi hijau. Sementara itu, Rima Hassan, anggota Parlemen Eropa asal Prancis yang turut berada di atas kapal, menyebut mereka ditangkap pada pukul 02.00 dini hari di perairan internasional.

Respons Dunia dan Pemerintah Swedia

Kementerian Luar Negeri Swedia menyatakan sedang menjalin komunikasi dengan otoritas Israel. Mereka juga siap memberi bantuan konsuler bila dibutuhkan.

Presiden Prancis Emmanuel Macron meminta agar warganya yang berada di kapal segera dibebaskan. Sementara Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan terpisah, menyebut pernyataan Greta sebagai “drama.”

“Israel punya cukup banyak masalah tanpa harus menculik Greta Thunberg,” ujar Trump.
“Dia masih muda dan marah. Mungkin sudah saatnya ikut kelas manajemen emosi,” tambahnya.

Latar Belakang dan Blokade Gaza

Israel telah memberlakukan blokade laut terhadap Gaza sejak tahun 2007, setelah kelompok Hamas mengambil alih wilayah tersebut. Pemerintah Israel berdalih bahwa blokade diperlukan untuk mencegah masuknya senjata ke tangan militan Hamas.

Namun, blokade ini telah menuai kritik tajam dari masyarakat internasional karena memperburuk kondisi kemanusiaan di Gaza. Konflik terbaru, yang dimulai sejak serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023, telah menewaskan lebih dari 54.000 warga Palestina menurut data otoritas kesehatan Gaza.

Dukungan dari Pelapor Khusus PBB

Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi manusia di wilayah Palestina, menyuarakan dukungannya terhadap aksi kapal Madleen. Ia menyerukan pelabuhan-pelabuhan lain di Mediterania untuk mengirim kapal bantuan ke Gaza.

“Perjalanan Madleen mungkin sudah berakhir, tapi misinya belum selesai. Solidaritas harus terus bergulir,” tulisnya di akun X.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional