Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Hamas Berembuk dengan Faksi Palestina Lain Soal Proposal Gencatan Senjata

badge-check


					Seorang warga Palestina memandangi bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi al-Shati, Gaza utara. (foto: REUTERS) Perbesar

Seorang warga Palestina memandangi bangunan-bangunan yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi al-Shati, Gaza utara. (foto: REUTERS)

Gaza City – Hamas menyatakan masih berkonsultasi dengan kelompok-kelompok Palestina lainnya sebelum memberikan tanggapan resmi atas usulan terbaru gencatan senjata dan pembebasan sandera yang diajukan oleh Amerika Serikat. Sementara itu, serangan udara Israel kembali menelan korban jiwa di Gaza.

Presiden AS Donald Trump pada Jumat pagi (waktu setempat) mengatakan dirinya berharap akan mengetahui dalam 24 jam apakah Hamas menerima rencana tersebut. Ia sebelumnya menyebut bahwa Israel telah menyetujui syarat-syarat untuk gencatan senjata selama 60 hari.

Selama periode itu, para pihak diharapkan dapat merundingkan akhir dari konflik yang telah berlangsung selama 20 bulan.

Serangan Israel Terus Berlanjut

Namun, meski proses diplomatik berjalan, kekerasan belum mereda. Militer Israel masih menggempur sejumlah target di Gaza. Serangan udara semalam di wilayah Khan Younis, Gaza selatan, menewaskan sedikitnya 15 warga Palestina. Korban tewas sebagian besar adalah pengungsi yang tinggal di tenda-tenda darurat.

“Gencatan senjata baru akan datang setelah saya kehilangan kakak saya?” ujar Mayar al-Farr, 13 tahun, yang kakaknya, Mahmoud, termasuk di antara korban tewas. “Seharusnya ada gencatan senjata jauh sebelum ini.”

Adlar Mouamar, yang keponakannya, Ashraf, juga tewas dalam serangan itu, berkata: “Hati kami hancur… Kami ingin mereka mengakhiri pertumpahan darah. Kami ingin perang ini dihentikan.”

Militer Israel belum memberikan komentar langsung mengenai serangan tersebut. Namun dalam pernyataan umum, pihaknya menyatakan tengah “beroperasi untuk melumpuhkan kemampuan militer Hamas.”

Hamas Pelajari Proposal Gencatan Senjata

Hamas mengonfirmasi bahwa mereka sedang mempelajari secara mendalam usulan yang difasilitasi oleh mediator regional, Qatar dan Mesir. Kelompok tersebut akan memberikan keputusan akhir kepada para mediator setelah proses konsultasi selesai.

Menurut laporan, usulan itu mencakup pembebasan bertahap 10 sandera Israel yang masih hidup serta jenazah 18 lainnya, dengan imbalan pembebasan tahanan Palestina dari penjara Israel. Saat ini, sekitar 50 sandera diyakini masih berada di Gaza, setidaknya 20 di antaranya diyakini masih hidup.

Salah satu tuntutan utama Hamas adalah masuknya bantuan pangan dan medis tanpa hambatan ke Gaza, yang menurut proposal akan langsung dikirim dengan dukungan PBB dan Palang Merah. Rencana itu juga dikabarkan mencakup penarikan bertahap pasukan Israel dari beberapa wilayah di Gaza.

Hamas juga menuntut jaminan bahwa operasi militer Israel tidak akan dilanjutkan setelah masa gencatan senjata 60 hari berakhir. Negosiasi untuk mengakhiri perang dan membebaskan seluruh sandera akan dimulai sejak hari pertama gencatan senjata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional