Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

badge-check


					Air Sungai Tawi meluap dan membanjiri kuil dewa gajah Hindu, Ganesh setelah hujan deras mengguyur Jammu, Kashmir India, pada 26 Agustus 2025. (foto: REUTERS/Mukesh Gupta) Perbesar

Air Sungai Tawi meluap dan membanjiri kuil dewa gajah Hindu, Ganesh setelah hujan deras mengguyur Jammu, Kashmir India, pada 26 Agustus 2025. (foto: REUTERS/Mukesh Gupta)

ISLAMABAD, 28 Agustus 2025 – Hujan deras yang mengguyur kawasan Himalaya dalam 24 jam terakhir menewaskan sedikitnya 36 orang di India. Banjir dan tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem juga memaksa pemerintah India membuka sejumlah bendungan besar, sehingga menimbulkan peringatan banjir di tiga sungai utama yang mengalir ke wilayah Pakistan.

Peristiwa paling mematikan terjadi pada Selasa (26/8) siang ketika tanah longsor menewaskan 33 orang di dekat jalur peziarahan menuju kuil Hindu Vaishno Devi, di wilayah Jammu dan Kashmir. Tiga korban lainnya dilaporkan meninggal akibat banjir yang meluap di Distrik Doda.

Sekitar 200 anak sekolah juga sempat terjebak banjir setelah air merendam gedung sekolah di Negara Bagian Punjab, Rabu (27/8). Sementara itu, bagian dari bendungan Madhopur di atas Sungai Tawi ambruk diterjang hujan deras semalam. Beberapa kendaraan dilaporkan jatuh ke sungai, namun belum ada laporan korban jiwa.

Telekomunikasi di sejumlah wilayah lumpuh. “Kami mengalami 612 mm curah hujan di Jammu sejak 23 Agustus. Angka ini 726 persen di atas normal dan menjadi yang tertinggi sejak 1950,” kata Mukhtar Ahmad, Direktur Departemen Meteorologi India di Srinagar.

Pemerintah India memprioritaskan pemulihan listrik, pasokan air bersih, dan layanan telepon seluler. Prakiraan cuaca memperingatkan hujan lebat masih berlanjut di Ladakh, Himachal Pradesh, serta Jammu dan Kashmir.

Dampak ke Pakistan

Di seberang perbatasan, Pakistan turut terdampak. Banjir merendam sebagian kompleks Gurdwara Kartarpur Sahib, salah satu kuil suci umat Sikh di Punjab, Pakistan. Seorang pejabat penyelamat menyebut puluhan ribu warga telah mengungsi akibat monsun.

Data resmi menunjukkan, sejak awal musim hujan pada akhir Juni, sedikitnya 804 orang tewas di Pakistan. Separuhnya terjadi sepanjang Agustus. Hingga Rabu, lebih dari 167.000 warga di Punjab telah kehilangan tempat tinggal, termasuk 40.000 orang yang mengungsi secara sukarela setelah peringatan banjir.

Pemerintah Pakistan mengatakan telah menerima peringatan dari India soal peningkatan volume air di Sungai Ravi, Chenab, dan Sutlej. Ketiga sungai tersebut menunjukkan kenaikan permukaan air yang dinilai berbahaya.

India secara rutin membuka pintu air bendungan bila volume mencapai batas maksimum. Air limpahan tersebut kemudian mengalir ke wilayah Pakistan. Otoritas Pakistan menyatakan sejak Minggu lalu sudah ada dua peringatan serupa dari India.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.

Putin Ajukan Syarat Damai, Minta Ukraina Lepas Donbas

22 Agustus 2025 - 08:53 WIB

Putin ajukan syarat damai: Ukraina harus lepas Donbas, batalkan ambisi NATO, dan netral. Zelensky tegaskan Donbas kunci pertahanan.
Trending di Internasional