ISLAMABAD, 28 Agustus 2025 – Hujan deras yang mengguyur kawasan Himalaya dalam 24 jam terakhir menewaskan sedikitnya 36 orang di India. Banjir dan tanah longsor yang dipicu cuaca ekstrem juga memaksa pemerintah India membuka sejumlah bendungan besar, sehingga menimbulkan peringatan banjir di tiga sungai utama yang mengalir ke wilayah Pakistan.
Peristiwa paling mematikan terjadi pada Selasa (26/8) siang ketika tanah longsor menewaskan 33 orang di dekat jalur peziarahan menuju kuil Hindu Vaishno Devi, di wilayah Jammu dan Kashmir. Tiga korban lainnya dilaporkan meninggal akibat banjir yang meluap di Distrik Doda.
Sekitar 200 anak sekolah juga sempat terjebak banjir setelah air merendam gedung sekolah di Negara Bagian Punjab, Rabu (27/8). Sementara itu, bagian dari bendungan Madhopur di atas Sungai Tawi ambruk diterjang hujan deras semalam. Beberapa kendaraan dilaporkan jatuh ke sungai, namun belum ada laporan korban jiwa.
Telekomunikasi di sejumlah wilayah lumpuh. “Kami mengalami 612 mm curah hujan di Jammu sejak 23 Agustus. Angka ini 726 persen di atas normal dan menjadi yang tertinggi sejak 1950,” kata Mukhtar Ahmad, Direktur Departemen Meteorologi India di Srinagar.
Pemerintah India memprioritaskan pemulihan listrik, pasokan air bersih, dan layanan telepon seluler. Prakiraan cuaca memperingatkan hujan lebat masih berlanjut di Ladakh, Himachal Pradesh, serta Jammu dan Kashmir.
Dampak ke Pakistan
Di seberang perbatasan, Pakistan turut terdampak. Banjir merendam sebagian kompleks Gurdwara Kartarpur Sahib, salah satu kuil suci umat Sikh di Punjab, Pakistan. Seorang pejabat penyelamat menyebut puluhan ribu warga telah mengungsi akibat monsun.
Data resmi menunjukkan, sejak awal musim hujan pada akhir Juni, sedikitnya 804 orang tewas di Pakistan. Separuhnya terjadi sepanjang Agustus. Hingga Rabu, lebih dari 167.000 warga di Punjab telah kehilangan tempat tinggal, termasuk 40.000 orang yang mengungsi secara sukarela setelah peringatan banjir.
Pemerintah Pakistan mengatakan telah menerima peringatan dari India soal peningkatan volume air di Sungai Ravi, Chenab, dan Sutlej. Ketiga sungai tersebut menunjukkan kenaikan permukaan air yang dinilai berbahaya.
India secara rutin membuka pintu air bendungan bila volume mencapai batas maksimum. Air limpahan tersebut kemudian mengalir ke wilayah Pakistan. Otoritas Pakistan menyatakan sejak Minggu lalu sudah ada dua peringatan serupa dari India.