Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Hujan Deras di Korea Selatan. 4 Orang Tewas, Ribuan Mengungsi

badge-check


					Keadaan Gongju, wilayah tengah Korea Selatan. (foto: BBC) Perbesar

Keadaan Gongju, wilayah tengah Korea Selatan. (foto: BBC)

Seoul – Empat orang tewas dan lebih dari 1.300 warga mengungsi akibat hujan deras yang mengguyur Korea Selatan sejak Kamis (17/7/2025). Pemerintah setempat pun telah menaikkan status peringatan bencana cuaca ke tingkat tertinggi.

Dua dari korban tewas adalah pria lanjut usia berusia 80-an tahun. Salah satunya meninggal saat mencoba menguras air banjir dari ruang bawah tanah rumahnya.
Korban ketiga tewas tertimpa tembok yang roboh saat berada di dalam mobil. Beberapa saat sebelumnya, korban sempat menelepon istrinya dan mengatakan bahwa mobilnya “terseret arus air”. Sementara itu, korban keempat meninggal akibat serangan jantung saat kejadian.

Curah Hujan Tertinggi dalam Satu Abad

“Saya tak percaya hal seperti ini bisa terjadi,” kata Kim Ha-min (26), pemilik kafe di Kota Gwangju, salah satu daerah yang terdampak parah. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan banjir di lingkungannya yang tidak berada di dekat aliran sungai maupun sungai kecil.

Hujan deras ini terjadi akibat pertemuan udara kering dari barat laut dan udara panas serta lembab dari selatan, yang membentuk awan hujan dalam ukuran besar. Lembaga Meteorologi Korea menyebut curah hujan kali ini sebagai peristiwa “sekali dalam satu abad”.

Kondisi Warga dan Evakuasi

Seosan, kota pesisir barat yang terdampak paling parah, mencatat curah hujan lebih dari 400 mm hanya dalam setengah hari. Di Gwangju, hujan bahkan mencapai 426 mm dalam waktu singkat.

“Semua tertutup air kecuali atap rumah saya,” tulis seorang warga Seosan di media sosial, menunjukkan kondisi rumah yang hampir tenggelam seluruhnya.

Foto dan video yang beredar memperlihatkan kendaraan serta rumah-rumah yang terendam, bahkan beberapa perabotan rumah tangga terlihat mengambang di genangan air.

Di Gwangju, Kim Ha-min terpaksa menutup usahanya karena air menggenangi tempat usahanya. “Saya sudah coba menguras air, tapi bau dari saluran pembuangan sangat menyengat. Saya tidak bisa buka kembali,” ujarnya.

Sejumlah warga mengalami luka-luka, termasuk dua orang yang menderita hipotermia serta dua lainnya mengalami cedera pada kaki.

Imbauan Pemerintah dan Cuaca Pekan Depan

Hingga pukul 16.00 waktu setempat, lebih dari 1.300 warga telah mengungsi ke tempat aman. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjauhi bantaran sungai, lereng curam, dan ruang bawah tanah karena risiko banjir bandang dan longsor masih sangat tinggi.

Sementara itu, badan cuaca memperkirakan suhu tinggi akan kembali melanda pekan depan, disertai kemungkinan terjadinya gelombang panas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional