Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Hujan Deras di Korea Selatan. 4 Orang Tewas, Ribuan Mengungsi

badge-check

Keadaan Gongju, wilayah tengah Korea Selatan. (foto: BBC) Perbesar

Keadaan Gongju, wilayah tengah Korea Selatan. (foto: BBC)

Seoul – Empat orang tewas dan lebih dari 1.300 warga mengungsi akibat hujan deras yang mengguyur Korea Selatan sejak Kamis (17/7/2025). Pemerintah setempat pun telah menaikkan status peringatan bencana cuaca ke tingkat tertinggi.

Dua dari korban tewas adalah pria lanjut usia berusia 80-an tahun. Salah satunya meninggal saat mencoba menguras air banjir dari ruang bawah tanah rumahnya.
Korban ketiga tewas tertimpa tembok yang roboh saat berada di dalam mobil. Beberapa saat sebelumnya, korban sempat menelepon istrinya dan mengatakan bahwa mobilnya “terseret arus air”. Sementara itu, korban keempat meninggal akibat serangan jantung saat kejadian.

Curah Hujan Tertinggi dalam Satu Abad

“Saya tak percaya hal seperti ini bisa terjadi,” kata Kim Ha-min (26), pemilik kafe di Kota Gwangju, salah satu daerah yang terdampak parah. Ia mengaku baru pertama kali menyaksikan banjir di lingkungannya yang tidak berada di dekat aliran sungai maupun sungai kecil.

Hujan deras ini terjadi akibat pertemuan udara kering dari barat laut dan udara panas serta lembab dari selatan, yang membentuk awan hujan dalam ukuran besar. Lembaga Meteorologi Korea menyebut curah hujan kali ini sebagai peristiwa “sekali dalam satu abad”.

Kondisi Warga dan Evakuasi

Seosan, kota pesisir barat yang terdampak paling parah, mencatat curah hujan lebih dari 400 mm hanya dalam setengah hari. Di Gwangju, hujan bahkan mencapai 426 mm dalam waktu singkat.

“Semua tertutup air kecuali atap rumah saya,” tulis seorang warga Seosan di media sosial, menunjukkan kondisi rumah yang hampir tenggelam seluruhnya.

Foto dan video yang beredar memperlihatkan kendaraan serta rumah-rumah yang terendam, bahkan beberapa perabotan rumah tangga terlihat mengambang di genangan air.

Di Gwangju, Kim Ha-min terpaksa menutup usahanya karena air menggenangi tempat usahanya. “Saya sudah coba menguras air, tapi bau dari saluran pembuangan sangat menyengat. Saya tidak bisa buka kembali,” ujarnya.

Sejumlah warga mengalami luka-luka, termasuk dua orang yang menderita hipotermia serta dua lainnya mengalami cedera pada kaki.

Imbauan Pemerintah dan Cuaca Pekan Depan

Hingga pukul 16.00 waktu setempat, lebih dari 1.300 warga telah mengungsi ke tempat aman. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk menjauhi bantaran sungai, lereng curam, dan ruang bawah tanah karena risiko banjir bandang dan longsor masih sangat tinggi.

Sementara itu, badan cuaca memperkirakan suhu tinggi akan kembali melanda pekan depan, disertai kemungkinan terjadinya gelombang panas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Ada Dua Caleg Bernama Sama, Pemilu Alaska Berujung Gugatan

24 Okt 2026 - 10:02 WIB

Ada Dua Caleg Bernama Sama, Pemilu Alaska Berujung Gugatan

Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas

24 Okt 2026 - 09:15 WIB

Gempa Magnitudo 7 Guncang Tibet, 16 Orang Tewas

Louvre dan Museum Paris Tutup, Khawatir Kerusuhan Demonstrasi

24 Okt 2026 - 08:43 WIB

Louvre dan Museum Paris Tutup, Khawatir Kerusuhan Demonstrasi

Istri Diplomat Swiss Positif Ebola di Nigeria, Asal Infeksi Diselidiki

24 Okt 2026 - 07:23 WIB

Istri Diplomat Swiss Positif Ebola di Nigeria, Asal Infeksi Diselidiki

Asian Games di Jepang Banyak Masalah, Apa Penyebabnya?

23 Okt 2026 - 10:41 WIB

Asian Games di Jepang Banyak Masalah, Apa Penyebabnya?
Trending di Internasional