Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

India Tetap Beli Minyak Rusia, AS: Itu Sama Saja Biayai Perang!

badge-check


					Stephen Miller, wakil kepala staf Gedung Putih. (foto: REUTERS/Nathan Howard) Perbesar

Stephen Miller, wakil kepala staf Gedung Putih. (foto: REUTERS/Nathan Howard)

Washington – Seorang pejabat tinggi Gedung Putih, Stephen Miller, menuduh India secara tidak langsung membiayai perang Rusia di Ukraina dengan terus beli minyak dari Moskow. Kritik Miller ini merupakan salah satu yang paling tajam sejauh ini dari pemerintahan Trump terhadap salah satu mitra utama Amerika Serikat di kawasan Indo-Pasifik.

Dalam wawancara dengan program Sunday Morning Futures di Fox News, Miller yang menjabat sebagai wakil kepala staf Gedung Putih menyatakan bahwa Presiden Trump “sangat jelas” menyampaikan ketidaksetujuannya atas keputusan India tersebut.

“Apa yang beliau (Trump) katakan sangat jelas, yakni sikap India untuk terus mendanai perang ini dengan membeli minyak dari Rusia itu tidak dapat diterima,” ujar Miller.

Ia juga menekankan bahwa India kini sejajar dengan China dalam hal volume pembelian minyak dari Rusia, menyebut fakta itu sebagai mencengangkan.”

Pernyataan tersebut menandai eskalasi diplomatik terbaru dari Washington terhadap salah satu mitra strategis utamanya di kawasan Indo-Pasifik. Hingga berita ini turun, Kedutaan Besar India di Washington belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut.

India Tak Gentar, Tetap Beli Minyak Rusia

Namun, seperti dilaporkan Reuters pada Sabtu (2/8/2025), sejumlah sumber pemerintahan India yang enggan disebutkan namanya menegaskan bahwa New Delhi tetap akan melanjutkan pembelian minyak dari Rusia, meskipun mendapat tekanan dari Amerika Serikat.

Sebagai bentuk sanksi ekonomi, AS telah memberlakukan tarif sebesar 25 persen terhadap berbagai produk asal India mulai Jumat pekan lalu. Tarif ini diberlakukan menyusul keputusan India untuk tetap menjalin kerja sama pertahanan dan energi dengan Rusia.

Trump juga mengancam akan menaikkan tarif impor hingga 100 persen terhadap negara-negara yang tetap membeli minyak dari Rusia, kecuali Moskow bersedia mencapai kesepakatan damai besar dengan Ukraina.

Meski begitu, Miller mencoba meredam ketegangan dengan menekankan hubungan pribadi yang kuat antara Presiden Trump dan Perdana Menteri India, Narendra Modi.

“Hubungan Presiden Trump dengan PM Modi sangat luar biasa. Tapi ini adalah soal prinsip,” tuturnya.

Ketegangan antara dua negara demokrasi besar ini menyoroti tantangan yang dihadapi Washington dalam mempertahankan aliansinya sambil menekan Moskow atas invasinya ke Ukraina, yang memasuki tahun ketiga tanpa tanda-tanda mereda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional