Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Israel Hentikan Bantuan ke Gaza Utara, Tuduh Hamas Rampas Bantuan

badge-check


					Tangkapan layar video truk-truk bantuan yang dinaiki puluhan orang bertopeng. (foto: REUTERS) Perbesar

Tangkapan layar video truk-truk bantuan yang dinaiki puluhan orang bertopeng. (foto: REUTERS)

Tel Aviv – Pemerintah Israel hentikan distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah utara Jalur Gaza, sementara arus bantuan dari selatan masih diizinkan, demikian disampaikan oleh dua pejabat Israel, Kamis (26/6/2025). Langkah ini diambil setelah beredar video yang menunjukkan pria-pria bertopeng menaiki truk bantuan, yang menurut tokoh-tokoh suku Gaza bertugas mengamankan distribusi, bukan mencuri untuk Hamas.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz dalam pernyataan bersama menyatakan bahwa mereka telah memerintahkan militer menyusun rencana dalam dua hari ke depan guna mencegah kelompok Hamas menguasai jalur distribusi bantuan di Gaza utara.

Mereka merujuk pada informasi terbaru yang menunjukkan Hamas diduga menyita bantuan yang seharusnya ditujukan bagi warga sipil. Dalam video yang beredar, puluhan pria bertopeng—beberapa bersenjata api, sebagian lainnya membawa tongkat—terlihat menaiki truk-truk bantuan di Gaza.

Jubir pemerintah Israel, David Mencer, menyatakan bahwa bantuan masih terus masuk dari selatan, tetapi tidak menyinggung status pengiriman wilayah utara.

Sementara itu, Gaza Humanitarian Foundation (GHF) mengatakan bahwa pihaknya merupakan satu-satunya lembaga yang diizinkan untuk mendistribusikan makanan pada hari Kamis.  Mereka menyebut mendapat pengecualian dari kebijakan penangguhan distribusi selama dua hari.

Peran Klan Gaza dalam Distribusi Bantuan

Komisi Tertinggi Urusan Suku Gaza, yang mewakili kelompok-kelompok klan berpengaruh di wilayah tersebut, menegaskan bahwa pengamanan bantuan dilakukan secara independen oleh komunitas suku. Mereka menolak keterlibatan kelompok manapun, termasuk Hamas, dalam proses tersebut.

Kelompok Hamas sendiri membantah keterlibatan dalam pengamanan maupun penguasaan bantuan tersebut. Dalam konteks perang yang sudah berlangsung hampir dua tahun, berbagai elemen sipil seperti klan, LSM lokal, hingga rival politik Hamas, yakni Fatah, turut terlibat dalam upaya pengamanan dan distribusi bantuan.

Amjad al-Shawa, Direktur Jaringan LSM Palestina, menyebut bahwa bantuan yang diamankan oleh klan pada Rabu (25/6) ditujukan bagi keluarga miskin dan rentan. “Klan-klan ini hadir untuk melindungi makanan rakyat dari para penjarah dan pengacau,” kata Abu Salman Al Moghani, perwakilan klan Gaza.

Kondisi Krisis dan Tuduhan Terhadap Hamas

Situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk, menyusul kampanye militer Israel yang berlangsung sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Hampir seluruh dari dua juta penduduk Gaza telah mengungsi. Gudang bantuan kerap dijarah, baik oleh warga kelaparan maupun, menurut Israel, oleh Hamas. Hamas berkali-kali membantah tuduhan ini.

Video insiden Rabu itu diunggah oleh mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, yang menuduh Hamas telah mengambil alih distribusi bantuan. Bennett kini disebut-sebut sebagai pesaing kuat Netanyahu dalam pemilu mendatang.

Netanyahu juga menghadapi tekanan dari dalam koalisi sayap kanannya. Sebagian anggota mengancam akan keluar dari pemerintahan jika negosiasi gencatan senjata dan pengiriman bantuan terus berlanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional