Tel Aviv – Pemerintah Israel hentikan distribusi bantuan kemanusiaan ke wilayah utara Jalur Gaza, sementara arus bantuan dari selatan masih diizinkan, demikian disampaikan oleh dua pejabat Israel, Kamis (26/6/2025). Langkah ini diambil setelah beredar video yang menunjukkan pria-pria bertopeng menaiki truk bantuan, yang menurut tokoh-tokoh suku Gaza bertugas mengamankan distribusi, bukan mencuri untuk Hamas.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz dalam pernyataan bersama menyatakan bahwa mereka telah memerintahkan militer menyusun rencana dalam dua hari ke depan guna mencegah kelompok Hamas menguasai jalur distribusi bantuan di Gaza utara.
Mereka merujuk pada informasi terbaru yang menunjukkan Hamas diduga menyita bantuan yang seharusnya ditujukan bagi warga sipil. Dalam video yang beredar, puluhan pria bertopeng—beberapa bersenjata api, sebagian lainnya membawa tongkat—terlihat menaiki truk-truk bantuan di Gaza.
Jubir pemerintah Israel, David Mencer, menyatakan bahwa bantuan masih terus masuk dari selatan, tetapi tidak menyinggung status pengiriman wilayah utara.
Sementara itu, Gaza Humanitarian Foundation (GHF) mengatakan bahwa pihaknya merupakan satu-satunya lembaga yang diizinkan untuk mendistribusikan makanan pada hari Kamis. Mereka menyebut mendapat pengecualian dari kebijakan penangguhan distribusi selama dua hari.
Peran Klan Gaza dalam Distribusi Bantuan
Komisi Tertinggi Urusan Suku Gaza, yang mewakili kelompok-kelompok klan berpengaruh di wilayah tersebut, menegaskan bahwa pengamanan bantuan dilakukan secara independen oleh komunitas suku. Mereka menolak keterlibatan kelompok manapun, termasuk Hamas, dalam proses tersebut.
Kelompok Hamas sendiri membantah keterlibatan dalam pengamanan maupun penguasaan bantuan tersebut. Dalam konteks perang yang sudah berlangsung hampir dua tahun, berbagai elemen sipil seperti klan, LSM lokal, hingga rival politik Hamas, yakni Fatah, turut terlibat dalam upaya pengamanan dan distribusi bantuan.
Amjad al-Shawa, Direktur Jaringan LSM Palestina, menyebut bahwa bantuan yang diamankan oleh klan pada Rabu (25/6) ditujukan bagi keluarga miskin dan rentan. “Klan-klan ini hadir untuk melindungi makanan rakyat dari para penjarah dan pengacau,” kata Abu Salman Al Moghani, perwakilan klan Gaza.
Kondisi Krisis dan Tuduhan Terhadap Hamas
Situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk, menyusul kampanye militer Israel yang berlangsung sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Hampir seluruh dari dua juta penduduk Gaza telah mengungsi. Gudang bantuan kerap dijarah, baik oleh warga kelaparan maupun, menurut Israel, oleh Hamas. Hamas berkali-kali membantah tuduhan ini.
Video insiden Rabu itu diunggah oleh mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett, yang menuduh Hamas telah mengambil alih distribusi bantuan. Bennett kini disebut-sebut sebagai pesaing kuat Netanyahu dalam pemilu mendatang.
Netanyahu juga menghadapi tekanan dari dalam koalisi sayap kanannya. Sebagian anggota mengancam akan keluar dari pemerintahan jika negosiasi gencatan senjata dan pengiriman bantuan terus berlanjut.