Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Lebih Dari 200 Anak Tewas di Gaza Akibat Serangan Udara Israel

badge-check


					Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell. Perbesar

Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell.

Gaza – Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) melaporkan bahwa sejak 18 Maret, lebih dari 200 anak di Jalur Gaza telah tewas akibat serangan udara yang dilancarkan oleh pasukan Israel.

Rosalia Bollen, pejabat UNICEF di Gaza, menyatakan bahwa sejak pengeboman hebat kembali terjadi pada pagi hari 18 Maret hingga saat ini, lebih dari 200 anak telah kehilangan nyawa. ​

Selain korban jiwa, ribuan anak mengalami luka serius, sementara rumah sakit di Gaza kewalahan menghadapi lonjakan pasien akibat pertempuran yang intens dalam beberapa hari terakhir.

Situasi ini semakin memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lama di wilayah tersebut.

Direktur Eksekutif UNICEF, Catherine Russell, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak di Gaza. Ia menyebut bahwa laporan dan gambar yang muncul dari Jalur Gaza setelah serangan hari Selasa lebih dari sekadar mengerikan, dengan ratusan orang dilaporkan tewas, termasuk lebih dari 130 anak-anak, yang merupakan salah satu jumlah kematian anak terbesar dalam satu hari dalam setahun terakhir. ​

UNICEF menekankan bahwa anak-anak di Gaza tidak hanya menghadapi ancaman langsung dari konflik bersenjata, tetapi juga risiko kesehatan akibat keterbatasan akses terhadap air bersih dan layanan medis.

Produksi air di Gaza hanya mencapai 5% dari kapasitas normal, meningkatkan risiko kematian anak-anak, terutama bayi, akibat dehidrasi.

Nesma, seorang staf UNICEF di Gaza yang memiliki dua anak, mengungkapkan kesedihannya melihat anak-anak di sekitarnya berjuang mendapatkan air bersih. ​

UNICEF dan organisasi kemanusiaan lainnya terus menyerukan gencatan senjata dan akses kemanusiaan tanpa hambatan ke Gaza untuk memberikan bantuan yang sangat dibutuhkan oleh anak-anak dan keluarga mereka yang terdampak konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional