LIVERPOOL, 1 September 2025 – Arsenal gagal memanfaatkan momentum besar untuk menegaskan ambisi juara mereka setelah takluk 0-1 dari Liverpool pada laga pekan ketiga Liga Inggris di Stadion Anfield, Minggu (31/8) malam waktu setempat.
Gol tunggal Dominik Szoboszlai pada menit ke-83 lewat eksekusi tendangan bebas indah menjadi pembeda dalam laga yang berlangsung ketat dan minim peluang.
Arsenal datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melakukan belanja besar di bursa transfer. Di antara rekrutan anyar mereka adalah Viktor Gyokeres dari Sporting dan Eberechi Eze dari Crystal Palace. Namun, performa pasukan Mikel Arteta di Anfield justru tampil konservatif dan kurang berani menyerang.
Meski penguasaan bola cukup berimbang, The Gunners jarang mengancam gawang Alisson Becker. Gyokeres tak mendapat suplai bola memadai dan mudah diredam duet bek Liverpool, Virgil van Dijk dan Ibrahima Konate.
Liverpool sendiri tampil jauh dari performa terbaiknya. Namun, satu momen magis Szoboszlai dari jarak 30 meter cukup untuk memastikan tiga poin penuh bagi juara bertahan.
Kutukan Anfield
Hasil ini sekaligus memperpanjang catatan buruk Arsenal di Anfield. Mereka kini tanpa kemenangan dalam 13 laga terakhir Liga Inggris di markas Liverpool, sejak kemenangan 2-0 pada September 2012.
Arteta mengakui timnya tampil hati-hati, terlebih dengan absennya Bukayo Saka, Martin Odegaard yang hanya jadi pemain cadangan karena cedera. Tak hanya itu, keluarnya William Saliba sejak menit awal akibat masalah fisik turut berpengaruh terhadap pertandingan.
“Pertandingan di Anfield selalu diputuskan oleh detail kecil. Kami sebenarnya lebih baik daripada musim lalu, tetapi harus lebih klinis dalam penyelesaian akhir. Kalau ingin menang, bola harus masuk ke gawang,” ujar Arteta seusai laga.
Bagi Liverpool, kemenangan ini mengukuhkan start sempurna musim 2025/2026 dengan sembilan poin dari tiga laga, meski performa belum segemilang musim lalu. Hasil tersebut juga menjadi sinyal awal bahwa tim asuhan Jurgen Klopp masih menjadi kandidat utama mempertahankan gelar.
Sementara bagi Arsenal, kekalahan ini menjadi pengingat bahwa untuk benar-benar bersaing memperebutkan trofi Liga Inggris maupun Liga Champions, mereka membutuhkan pendekatan lebih berani dalam laga-laga besar.












