Tel Aviv — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, akan mengunjungi Hungaria pekan ini, menurut pernyataan kantornya pada Minggu (30/3/2025). Kunjungan ini tetap dilaksanakan meskipun Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadapnya terkait dugaan kejahatan perang di Gaza.
Selama kunjungan yang dijadwalkan berlangsung mulai Rabu hingga Minggu, Netanyahu akan bertemu dengan Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban. Orban telah mengundang Netanyahu sejak November lalu, tak lama setelah ICC menerbitkan surat perintah penangkapan tersebut. Pada saat itu, Orban menyatakan bahwa surat perintah tersebut “tidak akan dipatuhi”.
Seluruh negara anggota Uni Eropa, termasuk Hungaria, merupakan bagian dari ICC, yang berarti mereka memiliki kewajiban untuk menegakkan surat perintah penangkapan yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut. Namun, Orban, seorang pemimpin nasionalis sayap kanan, kerap berselisih dengan Uni Eropa mengenai standar demokrasi dan hak asasi manusia di Hungaria.
Pemerintah Hungaria belum memberikan pernyataan resmi terkait kunjungan Netanyahu pekan ini.
Kunjungan ini akan menjadi perjalanan luar negeri kedua bagi Netanyahu sejak ICC mengumumkan surat perintah penangkapan. Sebelumnya, pada Februari lalu, ia melakukan kunjungan ke Washington untuk bertemu dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Israel sendiri telah mengecam surat perintah ICC terhadap Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, dengan menyebut tuduhan tersebut sebagai “tidak benar dan absurd”. Selain Netanyahu, ICC juga mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap pemimpin Hamas, Ibrahim Al-Masri.