Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

News

Pabrik Uang Palsu di Bogor Terbongkar, Berawal dari Temuan Tas Mencurigakan di KRL

badge-check


					Penampakan rumah yang digunakan untuk memproduksi uang palsu di Bogor. Perbesar

Penampakan rumah yang digunakan untuk memproduksi uang palsu di Bogor.

Jakarta – Kepolisian membongkar pabrik uang palsu di Kota Bogor, Jawa Barat, setelah penemuan sebuah tas mencurigakan di gerbong kereta rel listrik (KRL) tujuan Rangkasbitung yang berhenti di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dari pengungkapan ini, polisi menyita total uang palsu senilai Rp 3,3 miliar serta sejumlah alat cetak yang digunakan untuk memproduksi uang palsu pecahan Rp 100.000.

Kapolsek Tanah Abang, Komisaris Polisi Haris Akhmat Basuki, mengatakan bahwa tas mencurigakan itu ditemukan pada Senin (7/4/2025). “Ada benda tas mencurigakan yang tertinggal di salah satu gerbong kereta tujuan Rangkasbitung,” kata Haris dalam konferensi pers di Polsek Tanah Abang, Kamis (10/4/2025).

Menindaklanjuti laporan dari pihak stasiun, polisi kemudian mengecek tempat kejadian perkara (TKP) dan memutuskan untuk tidak langsung menyentuh tas tersebut. “Kami melakukan konsolidasi di TKP pertama untuk tidak dulu menyentuh tas mencurigakan itu sampai ada kemungkinan pihak yang datang mengambilnya,” ujar Haris.

Beberapa waktu kemudian, seorang pria berinisial MS (45) datang ke stasiun dan mengaku kehilangan tas. MS berusaha mengambil kembali tas tersebut, namun polisi yang berjaga kemudian menginterogasinya. MS sempat menolak menunjukkan isi tas, sebelum akhirnya mengakui bahwa tas tersebut berisi uang palsu senilai Rp 316 juta.

Dari penangkapan MS, polisi melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan dua pelaku lainnya di wilayah Mangga Besar, Jakarta Pusat, yakni BI (50) dan E (42). Keduanya diduga berperan sebagai penjual atau penyedia uang palsu.

“Dari kedua pelaku tambahan ini, berhasil kami amankan juga uang rupiah yang diduga palsu bernilai fantastis,” tutur Haris.

Penyelidikan berlanjut hingga polisi menangkap BS (40) dan BBU (42), yang disebut sebagai bagian dari komplotan pemalsu uang yang telah beroperasi cukup lama. Dalam penggeledahan terhadap kendaraan BS, polisi menemukan beberapa lembar uang palsu pecahan Rp 100.000.

Polisi kemudian menangkap AY (70) di Subang, Jawa Barat. AY berperan sebagai penghubung antara para pelaku dengan tim produksi. Dari keterangan AY, penyidik mengembangkan kasus ke Kota Bogor dan menangkap DS (41) yang diketahui sebagai pelaku utama pencetakan uang palsu.

“DS memproduksi uang palsu di sebuah rumah tertutup yang disediakan oleh LB (50),” kata Haris. Status rumah tersebut kini masih dalam tahap penyidikan.

Pabrik uang palsu itu berlokasi di Perumahan Griya Melati 1, Blok C3 A, RT 03/RW 13, Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor. Penggerebekan dilakukan oleh tim Reskrim Polsek Tanah Abang bersama jajaran Polresta Bogor Kota pada Rabu (9/4/2025).

Uang palsu yang belum di potong.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita uang palsu siap edar senilai Rp 1,3 miliar dan uang palsu belum siap edar senilai Rp 2 miliar. Selain itu, diamankan pula alat cetak, printer, serta lembaran uang palsu dalam bentuk belum dipotong.

Pejabat Bank Indonesia, Aswin Kosotali, mengungkapkan bahwa total uang palsu yang berhasil disita berjumlah 23.297 lembar pecahan Rp 100.000. “Sudah kita kalkulasikan sekitar 23.000 lembar. Masih ada yang berbentuk satu lembar besar berisi enam pecahan, jadi kemungkinan bisa lebih dari itu,” ujar Aswin.

Kepala Reskrim Polresta Bogor Kota, Ajun Komisaris Aji Rizaldi, menegaskan bahwa penggerebekan di Bogor merupakan hasil pengembangan dari penangkapan di Stasiun Tanah Abang. Saat ini, seluruh pelaku telah diamankan dan kasus masih terus dikembangkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penyaluran BLTS Kesra Tahap I Desa Gladag: 246 Warga Terima Bantuan Rp 900 Ribu

24 November 2025 - 19:34 WIB

Gebyar Janger Remaja Madyo Utomo: Kolaborasi Mahasiswa dan Pemdes Gladag Lestarikan Budaya Banyuwangi

16 November 2025 - 20:01 WIB

Presiden Prabowo Setujui Pembentukan Dirjen Pesantren, Babak Baru Perhatian Negara untuk Dunia Santri

24 Oktober 2025 - 09:27 WIB

Pesantren Menyapa Dunia Digital: Kolaborasi Ilmu, Teknologi, dan Akhlak

22 Oktober 2025 - 15:08 WIB

Lomba FASI Banyuwangi 2025 Resmi Dibuka, Ratusan Siswa SD Ikuti MTQ dan Pildacil

16 Oktober 2025 - 12:38 WIB

Ratusan siswa SD dari berbagai kecamatan di Banyuwangi ikut Festival Anak Sholeh Indonesia (FASI) 2025 di GOR dan SMPN 1 Giri Banyuwangi.
Trending di News