Islamabad – Hubungan antara India dan Pakistan kembali memanas setelah Pakistan menutup wilayah udaranya untuk maskapai milik atau dioperasikan India pada Kamis (24/4/2025). Langkah itu diambil sebagai respons atas tindakan India yang menangguhkan perjanjian penting berbagi air Sungai Indus, menyusul serangan militan di wilayah Kashmir yang menewaskan 26 wisatawan.
Langkah saling balas ini menjadikan hubungan dua negara bersenjata nuklir itu mencapai titik terendah dalam beberapa tahun terakhir. Pakistan juga menangguhkan seluruh perdagangan, termasuk melalui negara ketiga, serta menghentikan penerbitan visa khusus Asia Selatan bagi warga India.
“Kami menangguhkan seluruh perjanjian bilateral, termasuk Perjanjian Simla 1972, hingga India berhenti memfasilitasi terorisme di dalam Pakistan,” demikian pernyataan dari kantor Perdana Menteri Pakistan.
Dampak Diplomatik dan Ekonomi
Konflik terbaru dipicu oleh serangan militan brutal pada Selasa (22/4/2025) di kawasan wisata Pahalgam, Kashmir India, yang menewaskan 26 orang. India menyatakan ada keterlibatan unsur lintas batas dan langsung mengambil langkah tegas dengan menutup satu-satunya jalur darat ke Pakistan serta menangguhkan Perjanjian Air Indus yang dimediasi Bank Dunia sejak 1960.
Pakistan mengecam keputusan tersebut dan menyebut bahwa segala upaya India untuk menghentikan aliran air akan dianggap sebagai “tindakan perang” dan dibalas secara penuh dengan seluruh kekuatan nasional.
Ketegangan ini langsung berdampak pada pasar keuangan. Obligasi pemerintah Pakistan yang berbasis dolar jatuh lebih dari 4 sen.
Kashmir Kembali Memanas Paska Serangan Militan
Kashmir, wilayah mayoritas Muslim yang diklaim oleh kedua negara, kembali menjadi titik panas. Dua dari tiga perang antara India dan Pakistan terjadi karena sengketa wilayah ini. Insurgensi bersenjata yang berlangsung sejak 1989 telah menewaskan puluhan ribu jiwa, meskipun dalam beberapa tahun terakhir situasi cenderung membaik dengan meningkatnya sektor pariwisata.
Namun serangan pekan ini menjadi kemunduran besar bagi Pemerintahan Perdana Menteri Narendra Modi, yang sebelumnya mengklaim telah membawa stabilitas pasca pencabutan status otonomi khusus Jammu dan Kashmir pada 2019.
Modi Janji Hukum Pelaku Serangan Militan Kashmir
Dalam pidatonya di negara bagian Bihar, Modi berjanji akan memburu para pelaku hingga ke ujung dunia.
“Mereka telah menyerang jiwa India. Saya tegaskan, mereka yang merancang dan melakukan serangan ini akan mendapat hukuman di luar imajinasi mereka,” kata Modi, disambut sorak massa.
Pemerintah India juga telah menangguhkan seluruh layanan visa bagi warga Pakistan dan membatalkan visa yang sudah dikeluarkan.
Sementara itu, masyarakat India menunjukkan kemarahan mereka dengan menggelar aksi protes di depan Kedutaan Besar Pakistan di New Delhi. Bahkan, film Bollywood yang dibintangi aktor Pakistan Fawad Khan dilaporkan batal ditayangkan.
Tidak Ada Tanggapan Balik dari India
Hingga Kamis malam, belum ada tanggapan resmi dari Pemerintah India atas keputusan Pakistan menutup wilayah udara dan menangguhkan perjanjian bilateral lainnya.
Analis menilai eskalasi ini menunjukkan betapa rapuhnya hubungan kedua negara, yang semakin memburuk sejak India mencabut otonomi Kashmir. Dengan tidak adanya duta besar Pakistan di New Delhi, saluran diplomasi juga makin terbatas.