Jakarta – Playoff NBA 2025 bukan hanya panggung bagi para bintang besar seperti Tyrese Haliburton, Jimmy Butler, hingga Jalen Brunson. Di balik sorotan utama, para pemain “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” justru menjadi fondasi kokoh bagi tim-tim yang masih bertahan. Mereka adalah orang-orang yang bekerja dalam diam, tanpa gegap gempita, tanpa sorak sorai dari penonton.
Setiap tim memiliki satu nama yang, meski bukan bintang utama, telah tampil melampaui ekspektasi dan berperan krusial dalam perjalanan mereka di postseason. Siapa saja mereka?
Semifinal Wilayah Timur Playoff NBA 2025
1. Jarrett Allen – Cleveland Cavaliers
Meski pernah menjadi All-Star, Allen jarang mendapat sorotan. Tanpa satu pun set play untuknya, ia tetap produktif dengan rata-rata 15 poin dan menjadi pemimpin rebound tim. Absennya Evan Mobley membuat peran Allen makin vital, terutama dalam menjaga paint dan pertahanan rim. Allen adalah energi kerja keras di balik kemenangan Cavs yang masih hidup di semifinal Wilayah Timur.
2. Aaron Nesmith – Indiana Pacers
Dibuang Celtics demi Malcolm Brogdon, Nesmith justru berkembang pesat di Indiana. Dalam enam gim terakhir, ia selalu mencetak dua digit poin dan tampil menentukan saat Pacers menumbangkan Cavs di Game 2. Dengan kombinasi tembakan, defense, dan energi, Nesmith menjelma menjadi pemain inti yang tak tergantikan dalam sistem Rick Carlisle.
3. Josh Hart – New York Knicks
Julukan “Hart and Soul” Knicks bukan tanpa alasan. Hart menjadi pemain serba bisa yang selalu ada di lapangan saat momen krusial. Dengan tinggi hanya 6’4”, ia tak segan berebut rebound di antara pemain tinggi. Ia mencatat tiga double-double dan selalu hadir dalam momen defensif penting, mencerminkan mentalitas khas New York: keras, gigih, tak kenal lelah.
4. Al Horford – Boston Celtics
Di usia 38 tahun, Horford tetap memainkan peran penting di postseason. Ia tampil selama 32 menit per gim dan menjadi jangkar pertahanan yang tenang dan berpengalaman. Ketika Kristaps Porziņģis absen atau tampil tak maksimal, Horford muncul sebagai sosok yang bisa mengimbangi Karl-Anthony Towns dan menjaga spacing dengan kemampuannya melepaskan tembakan tiga angka dari sudut.
Semifinal Wilayah Barat Playoff NBA 2025
5. Christian Braun – Denver Nuggets
Tak banyak yang menyangka Braun akan menjadi bagian penting dalam rotasi juara bertahan. Kehilangan dua pemain penting, Bruce Brown dan Kentavious Caldwell-Pope, membuat menit bermain Braun meningkat drastis. Dalam 39 menit per gim di playoff, ia memberikan agresivitas, bertahan dengan keras, dan memberi energi di setiap possession. Sebuah lompatan besar bagi pemain muda yang dulunya hanya pelapis.
6. Alex Caruso – Oklahoma City Thunder

Nov 1, 2024; Portland, Oregon, USA; Oklahoma City Thunder guard Alex Caruso (9) looks down court during the second quarter at Moda Center. Mandatory Credit: Brian Murphy-Imagn Images
Di tengah skuad muda OKC, Caruso adalah veteran yang mengerti ritme pertandingan besar. Meski menit bermainnya di musim reguler terbatas, Caruso bersinar di playoff: mencetak 20 poin, enam assist, dan lima steal dalam gim pembuka lawan Denver. Ia jadi pemimpin steal tim terbaik defensif musim ini, dan dipercaya menjaga pemain paling berbahaya lawan.
7. Buddy Hield – Golden State Warriors
Di tengah absennya Stephen Curry karena cedera, Hield mengambil alih sebagian beban mencetak poin. Di gim penutup lawan Houston, ia mencetak 33 poin dan menjadi penentu kemenangan. Konsistensinya dalam tembakan tiga angka dan pertahanan yang meningkat menjadikan Hield bukan hanya pelengkap, melainkan penentu di tengah regenerasi Warriors.
8. Jaden McDaniels – Minnesota Timberwolves
McDaniels dikenal sebagai bek elit, tetapi kini kontribusinya di sisi ofensif makin kentara. Dalam seri lawan Lakers, ia mencetak 30 dan 25 poin dalam dua gim. Efisiensinya sangat membantu beban ofensif Anthony Edwards dan Julius Randle. Saat tembakannya jatuh, Wolves menjadi tim yang jauh lebih sulit dihentikan.
Para pemain ini mungkin tidak menghiasi papan skor utama atau menjadi headline harian, tapi peran mereka justru kerap menentukan arah seri. Playoff NBA, pada akhirnya, adalah milik mereka yang bersedia bekerja dalam diam — dan tetap bersinar.