Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Pemerintah Inggris Desak Institut Turing Fokus pada AI Militer

badge-check


					Kantor Alan Turing Institute (ATI), yang terletak di lantai 1 British Library yang berada di London, Inggris. (foto: The Guardian) Perbesar

Kantor Alan Turing Institute (ATI), yang terletak di lantai 1 British Library yang berada di London, Inggris. (foto: The Guardian)

London – Menteri Sains dan Teknologi Inggris, Peter Kyle, secara resmi meminta Alan Turing Institute (ATI), lembaga nasional riset kecerdasan buatan (AI), untuk fokus kepada teknologi militer dan keamanan nasional.

Dalam surat resminya kepada pimpinan ATI, Kyle menegaskan bahwa peningkatan kapabilitas AI Inggris adalah hal “kritis” demi menjaga keamanan negara. Ia menyarankan agar institut yang berdiri sejak 2015 itu segera melakukan reformasi kepemimpinan demi mencerminkan “tujuan baru” yang sesuai dengan ketetapan pemerintah.

“Ada peluang bagi ATI untuk menangkap momentum ini. Saya yakin institut harus membangun kekuatannya saat ini, dan melakukan reformasi untuk memprioritaskan kapabilitas pertahanan, keamanan nasional, dan kedaulatan teknologi,” tulis Kyle dalam suratnya kepada Ketua ATI, Dr Douglas Gurr.

ATI menyambut positif pernyataan pemerintah tersebut. “Kami menyambut baik pengakuan atas peran kritis kami dan akan terus bekerja erat dengan pemerintah untuk mendukung prioritasnya,” ujar juru bicara lembaga itu.

Institut ini menerima pendanaan publik dan mendapat hibah sebesar £100 juta dari pemerintahan Konservatif sebelumnya tahun lalu. Kegiatan riset di Institut Turing berfokus pada AI dan sains data dalam tiga bidang: keberlanjutan lingkungan, kesehatan, dan keamanan nasional. Namun, fokus belakangan ini bergeser ke arah etika dan pengembangan AI yang bertanggung jawab.

Tantangan Internal dan Perubahan Strategis

Perubahan arah strategis yang diminta oleh pemerintah datang di tengah masa-masa penuh gejolak di tubuh ATI. Pada akhir 2024, 93 pegawai menandatangani surat yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap tim kepemimpinan.

Jean Innes, CEO yang baru menjabat sejak Juli 2023, sempat mengatakan bahwa institut membutuhkan modernisasi dan pendekatan lebih fokus. Hanya 22 dari 104 proyek yang akan dilanjutkan dalam portofolio program ATI ke depan.

Kyle menyebut bahwa pendanaan institusi akan terus diberikan untuk mendukung reformasi ini, yang disebut sebagai “Turing 2.0”. Meskipun tak menutup kemungkinan adanya evaluasi pendanaan jangka panjang pada tahun depan.

Dukungan Pemerintah dan Target NATO

Langkah ini sejalan dengan komitmen Perdana Menteri Sir Keir Starmer untuk meningkatkan anggaran pertahanan Inggris hingga 5% dari PDB pada 2035. Dari total 5% tersebut, 3,5% untuk belanja pertahanan inti, dan 1,5% untuk investasi yang berkaitan dengan keamanan. Komitmen tersebut mencakup investasi pada teknologi militer berbasis AI.

Pengamat pertahanan pemerintah menyatakan bahwa teknologi AI “akan memberikan akurasi yang lebih tinggi, dan daya hancur yang lebih besar, dengan biaya yang lebih murah.” Pengamat juga menyebut bahwa “sistem tanpa awak dan otonom” dapat terintegrasi dalam kekuatan konvensional Inggris dalam lima tahun ke depan.

Salah satu aplikasinya termasuk penggunaan sistem deteksi akustik berbasis AI oleh Angkatan Laut Inggris untuk memantau aktivitas kapal selam Rusia.

Respons Industri Teknologi

Sementara itu. perusahaan teknologi seperti Palantir, yang telah memasok perangkat lunak data ke militer Inggris, mendukung langkah ini. Kepala Palantir UK, Louis Mosley, mengatakan bahwa Inggris tengah berada di tengah “perlombaan senjata AI” melawan negara-negara pesaing.

“Pemerintah benar. Kita harus memusatkan semua sumber daya untuk tetap unggul dalam teknologi AI — karena itu adalah jalan terbaik untuk menjaga perdamaian,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional