Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Pemerintah Inggris Desak Institut Turing Fokus pada AI Militer

badge-check


					Kantor Alan Turing Institute (ATI), yang terletak di lantai 1 British Library yang berada di London, Inggris. (foto: The Guardian) Perbesar

Kantor Alan Turing Institute (ATI), yang terletak di lantai 1 British Library yang berada di London, Inggris. (foto: The Guardian)

London – Menteri Sains dan Teknologi Inggris, Peter Kyle, secara resmi meminta Alan Turing Institute (ATI), lembaga nasional riset kecerdasan buatan (AI), untuk fokus kepada teknologi militer dan keamanan nasional.

Dalam surat resminya kepada pimpinan ATI, Kyle menegaskan bahwa peningkatan kapabilitas AI Inggris adalah hal “kritis” demi menjaga keamanan negara. Ia menyarankan agar institut yang berdiri sejak 2015 itu segera melakukan reformasi kepemimpinan demi mencerminkan “tujuan baru” yang sesuai dengan ketetapan pemerintah.

“Ada peluang bagi ATI untuk menangkap momentum ini. Saya yakin institut harus membangun kekuatannya saat ini, dan melakukan reformasi untuk memprioritaskan kapabilitas pertahanan, keamanan nasional, dan kedaulatan teknologi,” tulis Kyle dalam suratnya kepada Ketua ATI, Dr Douglas Gurr.

ATI menyambut positif pernyataan pemerintah tersebut. “Kami menyambut baik pengakuan atas peran kritis kami dan akan terus bekerja erat dengan pemerintah untuk mendukung prioritasnya,” ujar juru bicara lembaga itu.

Institut ini menerima pendanaan publik dan mendapat hibah sebesar £100 juta dari pemerintahan Konservatif sebelumnya tahun lalu. Kegiatan riset di Institut Turing berfokus pada AI dan sains data dalam tiga bidang: keberlanjutan lingkungan, kesehatan, dan keamanan nasional. Namun, fokus belakangan ini bergeser ke arah etika dan pengembangan AI yang bertanggung jawab.

Tantangan Internal dan Perubahan Strategis

Perubahan arah strategis yang diminta oleh pemerintah datang di tengah masa-masa penuh gejolak di tubuh ATI. Pada akhir 2024, 93 pegawai menandatangani surat yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap tim kepemimpinan.

Jean Innes, CEO yang baru menjabat sejak Juli 2023, sempat mengatakan bahwa institut membutuhkan modernisasi dan pendekatan lebih fokus. Hanya 22 dari 104 proyek yang akan dilanjutkan dalam portofolio program ATI ke depan.

Kyle menyebut bahwa pendanaan institusi akan terus diberikan untuk mendukung reformasi ini, yang disebut sebagai “Turing 2.0”. Meskipun tak menutup kemungkinan adanya evaluasi pendanaan jangka panjang pada tahun depan.

Dukungan Pemerintah dan Target NATO

Langkah ini sejalan dengan komitmen Perdana Menteri Sir Keir Starmer untuk meningkatkan anggaran pertahanan Inggris hingga 5% dari PDB pada 2035. Dari total 5% tersebut, 3,5% untuk belanja pertahanan inti, dan 1,5% untuk investasi yang berkaitan dengan keamanan. Komitmen tersebut mencakup investasi pada teknologi militer berbasis AI.

Pengamat pertahanan pemerintah menyatakan bahwa teknologi AI “akan memberikan akurasi yang lebih tinggi, dan daya hancur yang lebih besar, dengan biaya yang lebih murah.” Pengamat juga menyebut bahwa “sistem tanpa awak dan otonom” dapat terintegrasi dalam kekuatan konvensional Inggris dalam lima tahun ke depan.

Salah satu aplikasinya termasuk penggunaan sistem deteksi akustik berbasis AI oleh Angkatan Laut Inggris untuk memantau aktivitas kapal selam Rusia.

Respons Industri Teknologi

Sementara itu. perusahaan teknologi seperti Palantir, yang telah memasok perangkat lunak data ke militer Inggris, mendukung langkah ini. Kepala Palantir UK, Louis Mosley, mengatakan bahwa Inggris tengah berada di tengah “perlombaan senjata AI” melawan negara-negara pesaing.

“Pemerintah benar. Kita harus memusatkan semua sumber daya untuk tetap unggul dalam teknologi AI — karena itu adalah jalan terbaik untuk menjaga perdamaian,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional