Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Penumpang Air India Selamat karena Terlambat ke Bandara

badge-check


					Bhoomi Chauhan, ketinggalan penerbangan ke London setelah tiba terlambat di Bandara Ahmedabad. Perbesar

Bhoomi Chauhan, ketinggalan penerbangan ke London setelah tiba terlambat di Bandara Ahmedabad.

Ahmedabad – Bhoomi Chauhan, salah satu penumpang Air India AI171 tak pernah menyangka bahwa ia selamat karena terlambat ke bandara. Mahasiswi asal India yang tinggal di Bristol, Inggris, itu luput dari kecelakaan tragis pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI171 yang jatuh pada Kamis lalu, hanya karena terlambat 10 menit.

Pesawat tujuan London Gatwick itu lepas landas dari Bandara Ahmedabad pada Kamis siang. Namun, hanya sekitar 30 detik setelah mengudara, pesawat jenis Boeing 787 Dreamliner tersebut kehilangan ketinggian dan menghantam kawasan permukiman padat, menewaskan seluruh 241 penumpang dan 12 awak di dalamnya, serta sedikitnya delapan orang di darat.

“Kami Marah, Tapi Itu Menjadi Anugerah”

Chauhan, 28 tahun, saat itu baru kembali dari liburan di negara bagian Gujarat. Ia menumpang mobil dari kota Ankleshwar, sekitar 200 kilometer di selatan Ahmedabad, menuju bandara. Namun lalu lintas kota yang padat menyebabkan perjalanannya molor.

“Kami tiba di bandara pukul 12.20 siang waktu setempat, hanya 10 menit setelah proses boarding dimulai,” ujar Chauhan kepada BBC Gujarati. “Saya benar-benar frustrasi. Kami bahkan sempat menyalahkan sopir karena membuat kami terlambat.”

Ia sempat menunjukkan boarding pass digital miliknya, yang menunjukkan tempat duduk 36G di kelas ekonomi. Meskipun telah melakukan check-in online, petugas maskapai menolaknya untuk melanjutkan proses di bandara karena keterlambatannya.

“Saya memohon agar diizinkan masuk. Saya bilang, ‘Saya hanya terlambat 10 menit. Tolong izinkan saya naik.’ Tapi mereka tetap menolak,” kenangnya.

Kecewa dan kesal, Chauhan dan suaminya meninggalkan bandara dan memilih duduk sejenak di warung teh. Tak lama berselang, teleponnya berdering. Kabar mengejutkan datang: pesawat AI171 yang seharusnya ia naiki telah jatuh.

“Saya membeku. Rasanya seperti keajaiban. Saya benar-benar tidak bisa berkata-kata,” ucapnya.

Tragedi Nasional, Korban Internasional

Kecelakaan tersebut mengguncang India dan dunia. Selain warga negara India, penumpang juga berasal dari Inggris, Portugal, dan Kanada. Di antara korban tewas terdapat 53 warga Inggris, termasuk satu keluarga asal Gloucester, tiga anggota keluarga yang tinggal di London, serta pasangan suami istri pemilik pusat kesehatan spiritual di ibu kota Inggris tersebut.

Satu-satunya penumpang yang selamat adalah Vishwashkumar Ramesh, warga negara Inggris keturunan India, yang duduk di kursi 11A dekat pintu darurat. Ia berhasil keluar sesaat sebelum api membakar badan pesawat.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Tim evakuasi dan penyelidik dari pemerintah India serta pihak maskapai bekerja hingga larut malam untuk mengevakuasi jenazah dan mengumpulkan puing-puing pesawat. Investigasi awal menyebut pesawat tampak kesulitan naik setelah lepas landas, namun penyebab pasti kecelakaan masih diselidiki.

Chauhan, yang kehilangan banyak teman dan rekan dalam insiden tersebut, kini menganggap keterlambatannya sebagai mukjizat dalam hidupnya. “Jika saya datang tepat waktu, saya mungkin sudah tidak ada,” ujarnya pelan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional