Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Penyebab Air India Jatuh: Kronologi dan Kemungkinan yang Terjadi

badge-check


					Penyebab Air India Jatuh: Kronologi dan Kemungkinan yang Terjadi Perbesar

Ahmedabad – Penyebab pesawat Air India dengan nomor penerbangan AI171 jatuh sesaat setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel, Ahmedabad, India, Kamis (12/6/2025) masih menjadi misteri. Namun, para penyelidik menyebut bahwa 30 detik pertama setelah take-off merupakan fase paling kritis dalam penerbangan.

Kecelakaan yang menewaskan 241 orang di dalam pesawat serta sejumlah warga di darat ini, menjadikannya tragedi udara terburuk dalam satu dekade terakhir. Insiden tersebut juga merupakan kecelakaan fatal pertama yang melibatkan pesawat Boeing 787-8 Dreamliner sejak mulai beroperasi secara komersial pada 2011.

Fase Kritis dan Sinyal Bahaya Sejak Awal

Pesawat yang dikemudikan Kapten Sumeet Sabharwal dan kopilot Clive Kundar lepas landas pada pukul 13.39 waktu setempat. Kedua pilot memiliki pengalaman lebih dari 9.000 jam terbang secara kolektif. Pesawat ini membawa 242 orang serta 100 ton bahan bakar, jumlah yang hampir maksimal untuk penerbangan jarak jauh ke London Gatwick.

Namun, hampir seketika setelah mengudara, menara pengawas menerima panggilan “mayday” dari kokpit. Beberapa detik kemudian, komunikasi terputus. Seorang korban selamat yang menjadi satu-satunya penumpang yang lolos dari maut mengaku mendengar ledakan keras saat pesawat kesulitan menambah ketinggian.

Data terakhir menunjukkan pesawat hanya mencapai ketinggian 625 kaki (190 meter) sebelum jatuh dan meledak di area pemukiman padat. Sebuah rekaman CCTV memperlihatkan pesawat sempat terbang rendah sebelum akhirnya hilang dari pandangan dan menabrak bangunan.

Dugaan Kerusakan Ganda Mesin

Salah satu dugaan awal yang muncul adalah kegagalan mesin ganda, kondisi yang sangat langka dalam dunia penerbangan. Kegagalan semacam ini pernah terjadi pada “Miracle on the Hudson” tahun 2009. Pada saat itu, pesawat US Airways berhasil mendarat darurat di Sungai Hudson setelah kehilangan dua mesin akibat menabrak burung.

Namun, hingga kini belum ada bukti yang jelas bahwa kedua mesin Dreamliner tersebut mati. Beberapa ahli menyebut kemungkinan adanya kontaminasi bahan bakar atau penyumbatan pada salurannya. Kondisi ini dapat menyebabkan mesin mati akibat kurangnya suplai bahan bakar.

GE Aerospace, selaku produsen mesin pesawat, dan Boeing telah mengirimkan tim investigasi ke India untuk membantu proses penyelidikan yang kini melibatkan otoritas dari India, Amerika Serikat, dan Inggris.

Ancaman Burung di Langit Ahmedabad

Beberapa pilot India mengindikasikan bahwa bandara Ahmedabad dikenal rawan terhadap serangan burung. Data Kementerian Penerbangan Sipil India menunjukkan 462 insiden serangan burung di Gujarat dalam lima tahun terakhir, dengan sebagian besar terjadi di Ahmedabad.

“Burung selalu ada di sekitar bandara ini,” kata pakar penerbangan Mohan Ranganathan. Meski demikian, serangan burung umumnya tidak fatal kecuali mengenai kedua mesin sekaligus, sesuatu yang masih belum dapat dipastikan dalam kasus ini.

Peran Flap Pesawat

Isu lain yang menjadi sorotan adalah kemungkinan kesalahan konfigurasi sayap (flap) saat lepas landas. Flap sangat penting untuk menciptakan daya angkat maksimal dalam kecepatan rendah, terutama saat suhu tinggi seperti di Ahmedabad yang mencapai 40°C.

Jika flap tidak diperpanjang, pesawat bisa kesulitan terbang, apalagi dengan beban penuh dan bahan bakar penuh. Namun, sistem peringatan Boeing 787 seharusnya memberi sinyal kepada pilot jika konfigurasi tidak sesuai.

“Kesalahan flap sangat tidak biasa karena sudah ada beberapa tahapan pemeriksaan yang harus dilewati sebelum lepas landas,” kata mantan pilot Marco Chan.

Penyelidikan Lanjut dan Harapan Jawaban dari Kotak Hitam

Kotak hitam pesawat yang terdiri dari flight data recorder dan cockpit voice recorder kini menjadi kunci utama untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan ini. Investigasi juga akan melibatkan analisis puing-puing, rekaman CCTV, serta kesaksian para teknisi di bandara.

Untuk saat ini, keluarga korban dan dunia penerbangan menanti jawaban dari salah satu kecelakaan paling tragis dalam sejarah India modern.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional