Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Rusia Kembangkan Aplikasi Perpesanan Nasional, Singkirkan WhatsApp dan Telegram

badge-check


					(foto: REUTERS/Sergey Guneev) Perbesar

(foto: REUTERS/Sergey Guneev)

Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (24/6/2025) menandatangani undang-undang yang memberikan wewenang untuk mengembangkan aplikasi perpesanan nasional berbasis negara dan terintegrasi langsung dengan layanan pemerintah. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada platform asing seperti WhatsApp dan Telegram serta memperkuat “kedaulatan digital” Rusia .

Dorong Ekosistem Digital Mandiri

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia mendorong penggunaan layanan digital buatan dalam negeri, terutama setelah invasi ke Ukraina Februari 2022 yang membuat banyak perusahaan Barat hengkang. Wakil ketua Komite Kebijakan Informasi Duma, Anton Gorelkin, menyebut aplikasi ini akan menawarkan fitur yang tidak tersedia di Telegram atau WhatsApp, khususnya integrasi mendalam dengan sistem pemerintahan.

Aplikasi ini—dikembangkan oleh perusahaan teknologi negara seperti VK Group—berfungsi sebagai “super-app” ala WeChat, yang memungkinkan pengguna melakukan panggilan, mengirim pesan, menandatangani dokumen elektronik, mengakses pembayaran digital, bahkan layanan pemerintah secara terpadu.

Aplikasi Perpesanan Nasional: Kritik dan Kekhawatiran Privasi di Rusia

Kelompok advokasi digital Rusia, Internet Protection Society, memperingatkan bahwa negara mengontrol penuh aplikasi tersebut. Direktur Mikhail Klimarev menyebut pemerintah kemungkinan akan memperlambat koneksi pengguna ke WhatsApp dan Telegram untuk memaksa pengguna beralih. Lebih jauh, menurutnya hal ini akan berpotensi merusak kebebasan pribadi dan kebebasan berekspresi.

Selain itu, para kritikus memperingatkan risiko pengawasan luas melalui pengumpulan data besar-besaran. Pengawasan tersebut mencakup akses ke mikrofon, kamera, lokasi, bahkan kontak pengguna, yang kemudian terkumpul di instansi negara.

Upaya Negara: Regulasi Pesan Resmi

Sebelumnya, pada April 2025 Putin telah melarang pegawai negeri, bank, dan operator telekomunikasi menggunakan aplikasi perpesanan asing untuk komunikasi resmi. Uni telekomunikasi pun ditugasi menyusun daftar aplikasi asing yang akan dibatasi aksesnya. Regulasi ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan aplikasi negara sebagai kanal utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional