Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Rusia Kembangkan Aplikasi Perpesanan Nasional, Singkirkan WhatsApp dan Telegram

badge-check


					(foto: REUTERS/Sergey Guneev) Perbesar

(foto: REUTERS/Sergey Guneev)

Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (24/6/2025) menandatangani undang-undang yang memberikan wewenang untuk mengembangkan aplikasi perpesanan nasional berbasis negara dan terintegrasi langsung dengan layanan pemerintah. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada platform asing seperti WhatsApp dan Telegram serta memperkuat “kedaulatan digital” Rusia .

Dorong Ekosistem Digital Mandiri

Dalam beberapa tahun terakhir, Rusia mendorong penggunaan layanan digital buatan dalam negeri, terutama setelah invasi ke Ukraina Februari 2022 yang membuat banyak perusahaan Barat hengkang. Wakil ketua Komite Kebijakan Informasi Duma, Anton Gorelkin, menyebut aplikasi ini akan menawarkan fitur yang tidak tersedia di Telegram atau WhatsApp, khususnya integrasi mendalam dengan sistem pemerintahan.

Aplikasi ini—dikembangkan oleh perusahaan teknologi negara seperti VK Group—berfungsi sebagai “super-app” ala WeChat, yang memungkinkan pengguna melakukan panggilan, mengirim pesan, menandatangani dokumen elektronik, mengakses pembayaran digital, bahkan layanan pemerintah secara terpadu.

Aplikasi Perpesanan Nasional: Kritik dan Kekhawatiran Privasi di Rusia

Kelompok advokasi digital Rusia, Internet Protection Society, memperingatkan bahwa negara mengontrol penuh aplikasi tersebut. Direktur Mikhail Klimarev menyebut pemerintah kemungkinan akan memperlambat koneksi pengguna ke WhatsApp dan Telegram untuk memaksa pengguna beralih. Lebih jauh, menurutnya hal ini akan berpotensi merusak kebebasan pribadi dan kebebasan berekspresi.

Selain itu, para kritikus memperingatkan risiko pengawasan luas melalui pengumpulan data besar-besaran. Pengawasan tersebut mencakup akses ke mikrofon, kamera, lokasi, bahkan kontak pengguna, yang kemudian terkumpul di instansi negara.

Upaya Negara: Regulasi Pesan Resmi

Sebelumnya, pada April 2025 Putin telah melarang pegawai negeri, bank, dan operator telekomunikasi menggunakan aplikasi perpesanan asing untuk komunikasi resmi. Uni telekomunikasi pun ditugasi menyusun daftar aplikasi asing yang akan dibatasi aksesnya. Regulasi ini menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan aplikasi negara sebagai kanal utama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional