Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Serangan Bom Mobil di Pakistan Tewaskan 13 Prajurit, Pakistan Tuduh India

badge-check


					Serangan Bom Mobil di Pakistan Tewaskan 13 Prajurit, Pakistan Tuduh India Perbesar

Islamabad – Sebuah serangan bom mobil mengguncang wilayah suku Waziristan Utara, Pakistan barat laut, pada Sabtu (28/6/2025). Sedikitnya 13 prajurit dilaporkan tewas, sementara sejumlah warga sipil, termasuk anak-anak, mengalami luka serius.

Menurut keterangan resmi militer Pakistan, pelaku merupakan seorang pembom bunuh diri yang mengemudikan kendaraan bermuatan bahan peledak ke arah konvoi militer yang sedang melintas dekat perbatasan Afghanistan. Serangan terjadi di daerah yang selama ini dikenal sebagai basis kelompok militan.

“Inilah tragedi yang biadab. Tiga warga sipil yang tidak bersalah, termasuk dua anak dan seorang perempuan, juga mengalami luka parah,” bunyi pernyataan militer Pakistan.

Faksi Taliban Pakistan Klaim Tanggung Jawab Serangan Bom

Kelompok militan bersenjata Hafiz Gul Bahadur, yang merupakan faksi dari Taliban Pakistan, mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut melalui sayap pelaku bom bunuh dirinya.

Namun, pihak berwenang Pakistan menuduh India berada di balik serangan ini, dengan dalih bahwa militan mendapatkan dukungan eksternal. “Militan yang melakukan serangan ini didukung oleh India,” kata juru bicara militer Pakistan tanpa menyertakan bukti.

Pemerintah India segera membantah keras tuduhan tersebut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Randhir Jaiswal, melalui akun X (dulu Twitter) menyatakan, “Kami menolak pernyataan itu dengan penghinaan yang sepantasnya.”

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengecam keras serangan tersebut. “Ini adalah tindakan pengecut yang bertujuan mengganggu stabilitas nasional,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Eskalasi Ketegangan India-Pakistan

Hubungan antara India dan Pakistan memang telah lama tegang. Ketegangan ini meningkat tajam sejak April lalu, ketika 26 orang tewas dalam serangan terhadap rombongan wisatawan di wilayah Kashmir. New Delhi menuding Islamabad memberi perlindungan bagi kelompok militan yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Pascainsiden tersebut, India melancarkan serangan udara ke sejumlah target yang disebut sebagai “infrastruktur teroris” di wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan. Islamabad membantah tudingan tersebut dan merespons dengan menembakkan rudal serta mengerahkan drone ke wilayah India.

Ketegangan mereda setelah Presiden AS Donald Trump pada 10 Mei mengumumkan bahwa kedua negara telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata penuh dan segera.

Namun, situasi keamanan dalam negeri Pakistan tetap memburuk. Serangan teroris meningkat tajam sejak runtuhnya perjanjian gencatan senjata antara pemerintah Pakistan dan Taliban Pakistan pada November 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional