Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Serangan Drone Ukraina Hantam 40 Pesawat Rusia

badge-check


					Tangkapan layar dari rekaman video yang dirilis oleh Ukraina yang diduga menunjukkan serangan drone terhadap pesawat tempur Rusia. Perbesar

Tangkapan layar dari rekaman video yang dirilis oleh Ukraina yang diduga menunjukkan serangan drone terhadap pesawat tempur Rusia.

Kyiv – Ukraina mengklaim telah melancarkan serangan jarak jauh terbesar sepanjang perang dengan Rusia, menggunakan 117 drone untuk menghantam 40 pesawat tempur di empat pangkalan militer Rusia. Operasi ini dijuluki “Jaring Laba-laba” oleh Dinas Keamanan Ukraina (SBU) dan diklaim mengenai 34 persen pesawat pembawa rudal jelajah strategis milik Rusia.

Presiden Volodymyr Zelensky menyebutkan bahwa serangan tersebut sebagai “hasil yang benar-benar brilian” dari SBU, dan bahwa masing-masing drone memiliki pilot tersendiri. Ia juga mengungkap bahwa pusat operasi serangan tersebut berada sangat dekat dengan kantor FSB Rusia di salah satu wilayah negara itu. “Semua personel yang terlibat telah berhasil dievakuasi dari Rusia sebelum serangan dimulai,” ujarnya dalam unggahan media sosial pada Minggu malam.

Meluncur dari Atas Truk

Sumber di SBU mengatakan bahwa perencanaan serangan ini sudah berjalan selama satu setengah tahun. Menggunakan drone yang diselundupkan ke Rusia dan disembunyikan dalam kabin kayu dengan atap yang dapat dibuka secara remote. Kabin tersebut diletakkan di atas truk dan didekatkan ke pangkalan militer target.

Empat pangkalan udara Rusia yang terkena serangan berada di:

  • Belaya, Oblast Irkutsk (Siberia)
  • Olenya, Oblast Murmansk (wilayah barat laut ekstrem)
  • Dyagilevo, Oblast Ryazan (pusat Rusia)
  • Ivanovo, Oblast Ivanovo (pusat Rusia)

Pesawat strategis yang menjadi sasaran mencakup pembom nuklir Tu-95 dan Tu-22M3, serta pesawat peringatan dini A-50. SBU menaksir kerugian Rusia mencapai USD 7 miliar (setara Rp 112 triliun).

Gubernur Irkutsk Igor Kobzev mengonfirmasi bahwa serangan drone terhadap Pangkalan Belaya berasal dari truk, dan menyebut lokasi peluncuran telah diamankan. Media Rusia juga melaporkan pola serangan serupa di wilayah lain, dengan video memperlihatkan drone yang terbang keluar dari truk Kamaz.

Rusia Klaim Tangkis Serangan

Kementerian Pertahanan Rusia membenarkan adanya serangan terhadap pangkalan udara di lima wilayah, namun mengklaim seluruh serangan “berhasil ditangkis” di Ivanovo, Ryazan, dan Amur—yang tidak termasuk daftar dari Ukraina. Sementara di Murmansk dan Irkutsk, beberapa pesawat disebut terbakar akibat serangan. Tidak ada korban jiwa, dan beberapa pelaku telah ditahan, menurut pernyataan resmi.

Rusia Serang Balik dengan 472 Drone dan Rudal

Di sisi lain, Ukraina juga melaporkan serangan besar-besaran oleh Rusia terhadap wilayahnya dengan 472 drone dan tujuh rudal balistik serta jelajah. Ukraina menyatakan telah “menetralkan” 385 target udara.

Namun, Ukraina turut mengalami kerugian. Sebanyak 12 personel militer dilaporkan tewas dan lebih dari 60 luka-luka akibat serangan rudal Rusia ke pusat pelatihan militer. Kepala Angkatan Darat Ukraina, Mayjen Mykhailo Drapatyi, mengundurkan diri tak lama kemudian dengan alasan “tanggung jawab pribadi atas tragedi tersebut.”

Delegasi Rusia dan Ukraina akan bertemu di Istanbul pada hari Senin untuk putaran kedua perundingan damai, meskipun ketegangan terus meningkat di medan perang. Namun, ekspektasi tetap rendah, mengingat perbedaan pandangan kedua pihak yang masih sangat tajam.

Rusia masih menguasai sekitar 20 persen wilayah Ukraina, termasuk Semenanjung Krimea yang dianeksasi pada 2014. Presiden Vladimir Putin memulai invasi skala penuhnya ke Ukraina pada Februari 2022.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional