Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

badge-check


					Moaz Abu Taha, salah satu jurnalis Reuters yang tewas dalam serangan Israel kepada Rumah Sakit Nasser pada 25 Agustus 2025. (foto: REUTERS) Perbesar

Moaz Abu Taha, salah satu jurnalis Reuters yang tewas dalam serangan Israel kepada Rumah Sakit Nasser pada 25 Agustus 2025. (foto: REUTERS)

GAZA, 26 Agustus 2025 – Serangan udara Israel pada Senin (25/8) menghantam Rumah Sakit (RS) Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza bagian selatan. Sedikitnya 20 orang tewas dalam insiden tersebut, termasuk lima jurnalis dari berbagai media internasional.

Menurut pejabat kesehatan Palestina, serangan awal mengenai lantai atas rumah sakit, tepat di bawah atap tempat posisi siaran langsung Reuters. Hussam al-Masri, juru kamera lepas yang menjadi kontraktor Reuters, tewas dalam serangan pertama itu.

Tak lama berselang, serangan kedua menghantam lokasi yang sama, menewaskan jurnalis lain, tenaga medis, dan petugas penyelamat yang sedang memberikan bantuan.

Para jurnalis yang tewas antara lain Mariam Abu Dagga (freelancer Associated Press), Mohammed Salama (Al Jazeera), Moaz Abu Taha (freelancer yang kerap berkontribusi untuk Reuters), serta Ahmed Abu Aziz. Fotografer Hatem Khaled, juga kontraktor Reuters, dilaporkan terluka.

Reaksi Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut peristiwa itu sebagai “kejadian nahas” dan menegaskan bahwa Israel tidak menargetkan jurnalis maupun tenaga medis. Militer Israel (IDF) mengakui melancarkan serangan di sekitar Rumah Sakit Nasser dan mengatakan Kepala Staf telah memerintahkan penyelidikan.

“IDF menyesalkan jatuhnya korban sipil yang tidak terlibat dan tidak menargetkan jurnalis secara khusus,” bunyi pernyataan resmi.

Kecaman Internasional

Reuters menyatakan duka mendalam atas tewasnya dua jurnalis lepas yang bekerja untuk mereka. Associated Press juga menyebut pihaknya “terkejut dan berduka” atas kematian Mariam Abu Dagga yang dikenal kerap melaporkan kondisi anak-anak malnutrisi di Gaza.

Di Tepi Barat yang diduduki Israel, kepresidenan Palestina menyerukan Dewan Keamanan PBB untuk segera bertindak memberi perlindungan bagi jurnalis dan meminta Israel bertanggung jawab.

Serikat Jurnalis Palestina menyebut serangan itu sebagai “perang terbuka terhadap kebebasan media”. Menurut mereka, lebih dari 240 jurnalis Palestina telah tewas sejak perang pecah pada 7 Oktober 2023.

Komite Perlindungan Jurnalis (CPJ) juga mencatat sedikitnya 197 pekerja media tewas, mayoritas warga Palestina. CPJ mendesak masyarakat internasional menuntut pertanggung-jawaban Israel atas serangan terhadap pers.

Respons Amerika Serikat

Presiden AS Donald Trump, saat diminta komentar di Gedung Putih, mengaku terkejut. “Saya tidak senang mendengarnya. Saya tidak ingin melihat itu terjadi. Pada saat yang sama, kita harus mengakhiri mimpi buruk ini,” ujarnya.

Serangan terhadap jurnalis bukan yang pertama terjadi. Dua pekan lalu, Israel juga menewaskan koresponden senior Al Jazeera, Anas Al-Sharif, bersama empat jurnalis lainnya. Israel menyebut Al-Sharif terkait dengan Hamas, tuduhan yang dibantah keras oleh Al Jazeera.

Israel telah melarang jurnalis asing masuk ke Gaza sejak perang dimulai, membuat liputan sepenuhnya bergantung pada wartawan lokal.

Hingga kini, laporan langsung dari lapangan, termasuk siaran video Reuters yang kerap ditayangkan media dunia, menjadi sumber utama informasi mengenai situasi di Gaza. Ironisnya, laporan langsung dari Rumah Sakit Nasser terputus tepat pada momen serangan awal Senin pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.

Putin Ajukan Syarat Damai, Minta Ukraina Lepas Donbas

22 Agustus 2025 - 08:53 WIB

Putin ajukan syarat damai: Ukraina harus lepas Donbas, batalkan ambisi NATO, dan netral. Zelensky tegaskan Donbas kunci pertahanan.
Trending di Internasional