Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Serangkaian Serangan terhadap Gerai KFC di Pakistan, Ratusan Orang Ditangkap

badge-check


					Serangkaian Serangan terhadap Gerai KFC di Pakistan, Ratusan Orang Ditangkap Perbesar

Islamabad – Kepolisian Pakistan menangkap sedikitnya 178 orang dalam beberapa pekan terakhir menyusul gelombang serangan massa terhadap sejumlah gerai KFC, waralaba makanan cepat saji asal Amerika Serikat. Aksi kekerasan ini dipicu oleh sentimen anti-AS dan protes terhadap dukungan Amerika kepada Israel dalam konflik di Gaza.

Menurut keterangan pihak berwenang, sedikitnya 11 insiden tercatat terjadi di kota-kota besar seperti Karachi, Lahore, dan Islamabad. Dalam kejadian-kejadian tersebut, para demonstran yang membawa tongkat menyerang dan merusak properti gerai KFC.

Penembakan dan Peningkatan Keamanan

Satu insiden tragis terjadi di pinggiran kota Lahore, di mana seorang pegawai KFC dilaporkan tewas tertembak oleh pelaku tak dikenal. Seorang pejabat polisi yang enggan disebutkan namanya menyatakan bahwa peristiwa tersebut terjadi tanpa adanya unjuk rasa, dan penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui motif sebenarnya — apakah terkait politik atau faktor lainnya.

Menanggapi gelombang serangan tersebut, Kepolisian Lahore meningkatkan pengamanan di 27 gerai KFC di kota itu. Dua serangan telah terjadi di Lahore, dan lima lainnya berhasil dicegah.

“Kami tengah menyelidiki peran individu dan kelompok tertentu dalam serangkaian serangan ini,” ujar Faisal Kamran, pejabat senior kepolisian Lahore. Ia menyebutkan bahwa 11 orang telah ditangkap, termasuk satu anggota partai religius Tehreek-e-Labbaik Pakistan (TLP). Namun, Kamran menegaskan bahwa aksi ini tidak secara resmi diorganisasi oleh partai tersebut.

Pernyataan itu diperkuat oleh juru bicara TLP, Rehan Mohsin Khan. “TLP memang menyerukan boikot terhadap produk Israel, tetapi tidak pernah menyerukan aksi protes di luar KFC,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa jika ada individu yang mengklaim sebagai anggota TLP terlibat dalam kekerasan, maka hal itu adalah tindakan pribadi, bukan kebijakan partai.

Simbol Sentimen Anti-Barat

KFC, sebagai simbol kuat budaya Amerika di Pakistan, telah lama menjadi sasaran dalam berbagai gelombang sentimen anti-Barat. Situasi ini diperparah oleh meningkatnya solidaritas terhadap warga Palestina pasca serangan Hamas ke wilayah selatan Israel pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyandera 251 lainnya, menurut data otoritas Israel.

Sebagai tanggapan, Israel melancarkan serangan balik besar-besaran ke Jalur Gaza, yang menurut data otoritas kesehatan setempat telah menewaskan lebih dari 51.000 warga Palestina hingga April 2025.

Di tengah ketegangan geopolitik ini, sejumlah merek Barat lainnya juga terkena dampak. Yum Brands, induk KFC dan Pizza Hut, mengaku bahwa produk mereka menghadapi penurunan akibat boikot di negara-negara mayoritas Muslim. Di Pakistan, dominasi merek-merek minuman ringan asal AS seperti Coca-Cola dan PepsiCo juga mengalami penurunan pasar yang signifikan selama tahun 2023, berdasarkan data GlobalData.

Seruan Boikot Damai

Awal bulan ini, sejumlah ulama Pakistan menyerukan boikot terhadap produk yang mendukung Israel atau ekonomi AS. Namun, mereka menegaskan pentingnya menjaga kedamaian dan menghindari tindakan perusakan.

Pihak KFC maupun Yum Brands hingga kini belum memberikan komentar resmi atas serangkaian peristiwa tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional