Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Taiwan Latihan Perang, Siap Hadapi Ancaman China

badge-check


					Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) dipamerkan di sebuah taman selama latihan militer tahunan Han Kuang di Taichung, Taiwan. Sabtu, 12 Juli 2025. (foto: REUTERS/Ann Wang) Perbesar

Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) dipamerkan di sebuah taman selama latihan militer tahunan Han Kuang di Taichung, Taiwan. Sabtu, 12 Juli 2025. (foto: REUTERS/Ann Wang)

Taichung, Taiwan – Militer Taiwan mengerahkan salah satu senjata paling canggih dan presisinya, sistem roket HIMARS (High Mobility Artillery Rocket Systems), dalam latihan perang berskala besar Han Kuang yang tengah berlangsung sejak awal pekan ini. Penggelaran ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan China, yang terus mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Dua truk lapis baja yang membawa HIMARS terlihat bermanuver di Taichung, kawasan pesisir tengah Taiwan, pada hari keempat dari sepuluh hari rangkaian latihan tersebut. Latihan Han Kuang tahun ini disebut sebagai yang paling komprehensif. Melibatkan simulasi pertempuran, pemblokiran akses, dan rencana serangan balik terhadap skenario invasi penuh.

Seorang perwira militer di lokasi menyampaikan, sangat penting untuk menyembunyikan HIMARS dari pengintaian musuh dalam segala bentuk. Baik itu pengintaian udara, satelit, atau bahkan agen musuh yang berada di belakang garis pertahanan, hingga perintah untuk menembak diberikan

Latihan besar ini berlangsung di tengah laporan Kementerian Pertahanan Taiwan bahwa sebanyak 14 pesawat tempur dan 9 kapal perang China terdeteksi di sekitar pulau dalam semalam. Bahkan, 9 pesawat di antaranya melintasi garis median Selat Taiwan — garis demarkasi tak resmi antara kedua pihak.

Sementara China mengecam latihan Han Kuang sebagai “sekadar gertakan,” Taiwan menegaskan haknya untuk menentukan masa depan secara mandiri. Presiden Lai Ching-te menyatakan, “Hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan arah dan nasib bangsa ini.”

HIMARS dan Thunderbolt, Duet Penangkal Invasi

HIMARS, senjata buatan Lockheed Martin yang juga digunakan oleh Ukraina dalam konflik dengan Rusia, menjadi sorotan dunia militer internasional. Australia bahkan telah membeli sistem serupa. Taiwan sendiri menerima 11 unit HIMARS pertama dari total 29 pesanan pada tahun lalu, dan telah mengujinya sejak Mei.

Dengan jangkauan tembak hingga 300 kilometer, HIMARS mampu menjangkau wilayah pesisir provinsi Fujian di daratan utama China. Sistem ini akan beroperasi berdampingan dengan peluncur Thunderbolt 2000 buatan lokal. Keduanya akan berguna untuk menghantam pasukan China saat masih di pelabuhan atau dalam upaya pendaratan amfibi.

Di luar Taichung, satu unit Thunderbolt 2000 juga terlihat bersiaga di taman kota, menunjukkan kesiapan menyeluruh dalam menghadapi kemungkinan serangan.

Hari Sabtu, pasukan Taiwan juga memblokade Sungai Tamsui di utara Taipei menggunakan ponton bahan peledak. Tindakan ini merupakan bagian dari simulasi penghalauan terhadap musuh yang mencoba menerobos jalur air strategis tersebut.

Pesan Strategis kepada Dunia Internasional

Para pejabat militer senior Taiwan menegaskan bahwa latihan ini sepenuhnya tanpa naskah alias unscripted, dirancang menyerupai kondisi pertempuran nyata. Dimulai dari simulasi serangan musuh terhadap sistem komunikasi dan komando, latihan berlanjut ke skenario invasi penuh.

Tujuan utama latihan ini, menurut militer Taiwan, adalah untuk mengirim pesan tegas kepada China dan dunia internasional—termasuk Amerika Serikat sebagai pemasok utama persenjataan Taiwan—bahwa pulau ini siap dan bertekad mempertahankan diri dari setiap ancaman invasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional