Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Taiwan Latihan Perang, Siap Hadapi Ancaman China

badge-check


					Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) dipamerkan di sebuah taman selama latihan militer tahunan Han Kuang di Taichung, Taiwan. Sabtu, 12 Juli 2025. (foto: REUTERS/Ann Wang) Perbesar

Sistem Roket Artileri Mobilitas Tinggi (HIMARS) dipamerkan di sebuah taman selama latihan militer tahunan Han Kuang di Taichung, Taiwan. Sabtu, 12 Juli 2025. (foto: REUTERS/Ann Wang)

Taichung, Taiwan – Militer Taiwan mengerahkan salah satu senjata paling canggih dan presisinya, sistem roket HIMARS (High Mobility Artillery Rocket Systems), dalam latihan perang berskala besar Han Kuang yang tengah berlangsung sejak awal pekan ini. Penggelaran ini dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan dengan China, yang terus mengklaim Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya.

Dua truk lapis baja yang membawa HIMARS terlihat bermanuver di Taichung, kawasan pesisir tengah Taiwan, pada hari keempat dari sepuluh hari rangkaian latihan tersebut. Latihan Han Kuang tahun ini disebut sebagai yang paling komprehensif. Melibatkan simulasi pertempuran, pemblokiran akses, dan rencana serangan balik terhadap skenario invasi penuh.

Seorang perwira militer di lokasi menyampaikan, sangat penting untuk menyembunyikan HIMARS dari pengintaian musuh dalam segala bentuk. Baik itu pengintaian udara, satelit, atau bahkan agen musuh yang berada di belakang garis pertahanan, hingga perintah untuk menembak diberikan

Latihan besar ini berlangsung di tengah laporan Kementerian Pertahanan Taiwan bahwa sebanyak 14 pesawat tempur dan 9 kapal perang China terdeteksi di sekitar pulau dalam semalam. Bahkan, 9 pesawat di antaranya melintasi garis median Selat Taiwan — garis demarkasi tak resmi antara kedua pihak.

Sementara China mengecam latihan Han Kuang sebagai “sekadar gertakan,” Taiwan menegaskan haknya untuk menentukan masa depan secara mandiri. Presiden Lai Ching-te menyatakan, “Hanya rakyat Taiwan yang berhak menentukan arah dan nasib bangsa ini.”

HIMARS dan Thunderbolt, Duet Penangkal Invasi

HIMARS, senjata buatan Lockheed Martin yang juga digunakan oleh Ukraina dalam konflik dengan Rusia, menjadi sorotan dunia militer internasional. Australia bahkan telah membeli sistem serupa. Taiwan sendiri menerima 11 unit HIMARS pertama dari total 29 pesanan pada tahun lalu, dan telah mengujinya sejak Mei.

Dengan jangkauan tembak hingga 300 kilometer, HIMARS mampu menjangkau wilayah pesisir provinsi Fujian di daratan utama China. Sistem ini akan beroperasi berdampingan dengan peluncur Thunderbolt 2000 buatan lokal. Keduanya akan berguna untuk menghantam pasukan China saat masih di pelabuhan atau dalam upaya pendaratan amfibi.

Di luar Taichung, satu unit Thunderbolt 2000 juga terlihat bersiaga di taman kota, menunjukkan kesiapan menyeluruh dalam menghadapi kemungkinan serangan.

Hari Sabtu, pasukan Taiwan juga memblokade Sungai Tamsui di utara Taipei menggunakan ponton bahan peledak. Tindakan ini merupakan bagian dari simulasi penghalauan terhadap musuh yang mencoba menerobos jalur air strategis tersebut.

Pesan Strategis kepada Dunia Internasional

Para pejabat militer senior Taiwan menegaskan bahwa latihan ini sepenuhnya tanpa naskah alias unscripted, dirancang menyerupai kondisi pertempuran nyata. Dimulai dari simulasi serangan musuh terhadap sistem komunikasi dan komando, latihan berlanjut ke skenario invasi penuh.

Tujuan utama latihan ini, menurut militer Taiwan, adalah untuk mengirim pesan tegas kepada China dan dunia internasional—termasuk Amerika Serikat sebagai pemasok utama persenjataan Taiwan—bahwa pulau ini siap dan bertekad mempertahankan diri dari setiap ancaman invasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional