Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Thailand Lantik Kabinet Baru, Paetongtarn Shinawatra Duduki Jabatan Menteri

badge-check


					Pelantikan kabinet baru Thiland. Kamis, 3 Juli 2025. (foto: AP/Setneg Thailand) Perbesar

Pelantikan kabinet baru Thiland. Kamis, 3 Juli 2025. (foto: AP/Setneg Thailand)

Bangkok – Pemerintah Thailand melantik anggota kabinet baru pada Kamis (3/7/2025) dalam suasana politik yang belum stabil, menyusul penangguhan jabatan Perdana Menteri Paetongtarn Shinawatra oleh Mahkamah Konstitusi. Penangguhan ini terjadi kurang dari setahun setelah Mahkamah Konstitusi juga memberhentikan pendahulu Paetongtarn.

Paetongtarn, yang sedang menjalani investigasi etik terkait percakapan diplomatik dengan mantan pemimpin Kamboja Hun Sen, kini kembali masuk kabinet sebagai Menteri Kebudayaan. Posisi perdana menteri sementara kini diisi oleh Phumtham Wechayachai, sekutu lama ayahnya, Thaksin Shinawatra.

Phumtham sebelumnya menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Pertahanan dalam pemerintahan Paetongtarn. Dalam susunan kabinet yang baru disahkan Raja Thailand, Phumtham dilantik sebagai Wakil Perdana Menteri dan Menteri Dalam Negeri, sekaligus ditunjuk sebagai pelaksana tugas perdana menteri.

“Saya akan memastikan stabilitas pemerintahan tetap terjaga,” ujar Phumtham dalam konferensi pers usai pelantikan. Ia membantah anggapan bahwa perubahan komposisi ini mencerminkan ketidakstabilan politik di internal pemerintah.

Percakapan Telepon yang Bocor

Penyebab ketegangan politik ini adalah kontroversi atas penanganan konflik perbatasan dengan Kamboja yang memuncak pada Mei lalu. Seorang prajurit Kamboja tewas dalam insiden bersenjata, yang kemudian memicu kecaman terhadap Paetongtarn. Dalam rekaman percakapan yang bocor, Paetongtarn terdengar berusaha menenangkan Hun Sen, namun hal itu justru menimbulkan anggapan bahwa ia mengorbankan kepentingan nasional.

Mahkamah Konstitusi Thailand memutuskan untuk memeriksa dugaan pelanggaran etik oleh Paetongtarn.  Hasilnya, dengan suara 7-2, MK memutuskan untuk menangguhkan jabatannya sementara hingga putusan akhir terbit. MK memberikan waktu 15 hari bagi Paetongtarn untuk mengajukan bukti pembelaan. Namun belum ada jadwal resmi mengenai kapan MK akan mengumumkan keputusan final.

Juru bicara pemerintah, Jirayu Houngsub, menyatakan bahwa Raja telah menyetujui susunan kabinet baru, termasuk posisi baru Paetongtarn.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional