Madrid – Sedikitnya 54 anak dan sekitar 30 orang dewasa nekat berenang menyeberangi laut bergelombang ganas dari Maroko menuju enklave Ceuta, Spanyol. Stasiun televisi nasional Spanyol, RTVE, melaporkannya pada Sabtu (26/7/2025).
Siaran RTVE memperlihatkan petugas Garda Sipil Spanyol (Guardia Civil) berulang kali melakukan upaya penyelamatan menggunakan perahu patroli untuk mengevakuasi para perenang ke tempat aman. Sebagian dari mereka berhasil berenang hingga ke daratan Ceuta.
Anak-anak yang sebagian besar merupakan warga negara Maroko kini ditempatkan di pusat penampungan sementara di Ceuta. Pemerintah setempat menyatakan kewalahan dan meminta bantuan dari pemerintah pusat Spanyol di Madrid.
“Jangan biarkan kami sendiri. Ini masalah negara. Harus ada solusi,” kata Juan Rivas, perwakilan pemerintah regional Ceuta, dalam konferensi pers.
Fenomena yang Berulang
Fenomena migran yang berenang ke Ceuta bukanlah hal baru. Pada 26 Agustus tahun lalu, ratusan migran juga memanfaatkan kabut tebal untuk menyeberang dari Maroko ke enklave tersebut, menurut laporan polisi lokal.
Pada tahun 2021, seorang bocah laki-laki sempat menjadi sorotan dunia setelah mengapung di laut dengan bantuan botol plastik kosong demi mencapai Ceuta.
Ceuta dan Melilla, dua enklave milik Spanyol di pesisir Mediterania Maroko, merupakan satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan benua Afrika. Kedua wilayah ini kerap menjadi titik rawan gelombang migrasi dari Afrika Utara ke Eropa.
Penanganan Migran
Warga negara Maroko yang tertangkap selama upaya penyeberangan biasanya langsung dideportasi kembali ke Maroko, kecuali mereka masih di bawah umur atau mengajukan suaka. Sementara migran dari negara lain ditempatkan di pusat penampungan khusus sebelum akhirnya dilepas dalam beberapa hari.
Insiden terbaru ini menambah panjang daftar peristiwa migrasi berisiko tinggi di wilayah tersebut. Tiga tahun lalu, setidaknya 23 orang tewas dalam tragedi desak-desakan saat sekitar 2.000 migran mencoba menerobos pagar perbatasan Melilla.
Pemerintah pusat Spanyol hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait permintaan bantuan dari Ceuta. Namun, meningkatnya jumlah migran yang menggunakan jalur laut semakin mendesak adanya solusi jangka panjang dari otoritas Spanyol maupun Uni Eropa.












