Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

54 Anak Nekat Berenang dari Maroko ke Ceuta, Spanyol

badge-check


					Sedikitnya 54 anak dan sekitar 30 orang dewasa berenang dari Maroko ke wilayah enklave Ceuta, Spanyol di Afrika Utara, pada 26 Juli 2025. (foto: tangkapan layar RTVE) Perbesar

Sedikitnya 54 anak dan sekitar 30 orang dewasa berenang dari Maroko ke wilayah enklave Ceuta, Spanyol di Afrika Utara, pada 26 Juli 2025. (foto: tangkapan layar RTVE)

Madrid – Sedikitnya 54 anak dan sekitar 30 orang dewasa nekat berenang menyeberangi laut bergelombang ganas dari Maroko menuju enklave Ceuta, Spanyol. Stasiun televisi nasional Spanyol, RTVE, melaporkannya pada Sabtu (26/7/2025).

Siaran RTVE memperlihatkan petugas Garda Sipil Spanyol (Guardia Civil) berulang kali melakukan upaya penyelamatan menggunakan perahu patroli untuk mengevakuasi para perenang ke tempat aman. Sebagian dari mereka berhasil berenang hingga ke daratan Ceuta.

Anak-anak yang sebagian besar merupakan warga negara Maroko kini ditempatkan di pusat penampungan sementara di Ceuta. Pemerintah setempat menyatakan kewalahan dan meminta bantuan dari pemerintah pusat Spanyol di Madrid.

“Jangan biarkan kami sendiri. Ini masalah negara. Harus ada solusi,” kata Juan Rivas, perwakilan pemerintah regional Ceuta, dalam konferensi pers.

Fenomena yang Berulang

Fenomena migran yang berenang ke Ceuta bukanlah hal baru. Pada 26 Agustus tahun lalu, ratusan migran juga memanfaatkan kabut tebal untuk menyeberang dari Maroko ke enklave tersebut, menurut laporan polisi lokal.

Pada tahun 2021, seorang bocah laki-laki sempat menjadi sorotan dunia setelah mengapung di laut dengan bantuan botol plastik kosong demi mencapai Ceuta.

Ceuta dan Melilla, dua enklave milik Spanyol di pesisir Mediterania Maroko, merupakan satu-satunya perbatasan darat Uni Eropa dengan benua Afrika. Kedua wilayah ini kerap menjadi titik rawan gelombang migrasi dari Afrika Utara ke Eropa.

Penanganan Migran

Warga negara Maroko yang tertangkap selama upaya penyeberangan biasanya langsung dideportasi kembali ke Maroko, kecuali mereka masih di bawah umur atau mengajukan suaka. Sementara migran dari negara lain ditempatkan di pusat penampungan khusus sebelum akhirnya dilepas dalam beberapa hari.

Insiden terbaru ini menambah panjang daftar peristiwa migrasi berisiko tinggi di wilayah tersebut. Tiga tahun lalu, setidaknya 23 orang tewas dalam tragedi desak-desakan saat sekitar 2.000 migran mencoba menerobos pagar perbatasan Melilla.

Pemerintah pusat Spanyol hingga kini belum memberikan pernyataan resmi terkait permintaan bantuan dari Ceuta. Namun, meningkatnya jumlah migran yang menggunakan jalur laut semakin mendesak adanya solusi jangka panjang dari otoritas Spanyol maupun Uni Eropa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional