Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Rudal Houthi Jatuh Dekat Bandara Ben Gurion, 6 Orang Terluka

badge-check


					Rudal Houthi Jatuh Dekat Bandara Ben Gurion, 6 Orang Terluka Perbesar

Tel Aviv – Sebuah rudal yang diluncurkan dari wilayah Yaman menghantam area dekat terminal utama Bandara Internasional Ben Gurion, Israel, pada Minggu (4/5/2025) pagi waktu setempat. Serangan ini memicu kepanikan warga dan sempat menghentikan sementara aktivitas penerbangan di bandara tersibuk di Israel tersebut.

Otoritas bandara mengonfirmasi bahwa rudal mendarat di dekat jalan masuk Terminal 3, menyebabkan ledakan besar dan gumpalan asap hitam yang membumbung tinggi. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan para pengemudi kendaraan menghentikan mobil mereka dan mencari perlindungan saat suara ledakan terdengar.

Menurut laporan media lokal yang mengutip layanan darurat, empat orang mengalami luka akibat ledakan tersebut, sementara dua lainnya terluka saat berusaha mencapai tempat perlindungan.

Dampak Rudal Kelompok Houthi

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyampaikan pernyataan keras setelah insiden ini. “Siapa pun yang menyerang kami, akan kami balas tujuh kali lebih kuat,” katanya.

Kepala Komandan Polisi Wilayah Pusat, Yair Hetzroni, menunjukkan kepada para jurnalis lokasi bekas ledakan yang membentuk kawah besar. “Tepat di belakang kami ini, terlihat lubang dengan diameter dan kedalaman puluhan meter,” ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan tidak ada kerusakan berarti pada infrastruktur bandara.

Sirene peringatan serangan udara terdengar di berbagai wilayah saat rudal mendekat. Angkatan Udara Israel menyatakan sedang menyelidiki alasan sistem pertahanan udara gagal mencegat rudal tersebut.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dijadwalkan menggelar rapat darurat dengan para menteri dan pejabat pertahanan. Rapat tersebut bertujuan untuk membahas respons lebih lanjut terhadap serangan ini.

Pernyataan Kelompok Houthi

Juru bicara militer kelompok Houthi, Yahya Saree, menyatakan dalam siaran televisi bahwa “bandara Israel tidak lagi aman untuk penerbangan.” Kelompok pemberontak yang berbasis di Yaman dan didukung oleh Iran itu telah beberapa kali meluncurkan rudal ke wilayah Israel dalam beberapa bulan terakhir, sebagai bentuk dukungan terhadap Hamas di Jalur Gaza.

Meski rudal Houthi kerap diluncurkan, keberhasilannya menembus sistem pertahanan canggih Israel tergolong langka. Selain itu, kelompok ini juga melakukan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh kampanye serangan udara yang dipimpin Amerika Serikat dan dibantu oleh Inggris.

Aktivitas di Bandara Ben Gurion kini telah kembali normal, setelah sempat ditutup sementara pasca-ledakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional