Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Rudal Houthi Jatuh Dekat Bandara Ben Gurion, 6 Orang Terluka

badge-check


					Rudal Houthi Jatuh Dekat Bandara Ben Gurion, 6 Orang Terluka Perbesar

Tel Aviv – Sebuah rudal yang diluncurkan dari wilayah Yaman menghantam area dekat terminal utama Bandara Internasional Ben Gurion, Israel, pada Minggu (4/5/2025) pagi waktu setempat. Serangan ini memicu kepanikan warga dan sempat menghentikan sementara aktivitas penerbangan di bandara tersibuk di Israel tersebut.

Otoritas bandara mengonfirmasi bahwa rudal mendarat di dekat jalan masuk Terminal 3, menyebabkan ledakan besar dan gumpalan asap hitam yang membumbung tinggi. Rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan para pengemudi kendaraan menghentikan mobil mereka dan mencari perlindungan saat suara ledakan terdengar.

Menurut laporan media lokal yang mengutip layanan darurat, empat orang mengalami luka akibat ledakan tersebut, sementara dua lainnya terluka saat berusaha mencapai tempat perlindungan.

Dampak Rudal Kelompok Houthi

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyampaikan pernyataan keras setelah insiden ini. “Siapa pun yang menyerang kami, akan kami balas tujuh kali lebih kuat,” katanya.

Kepala Komandan Polisi Wilayah Pusat, Yair Hetzroni, menunjukkan kepada para jurnalis lokasi bekas ledakan yang membentuk kawah besar. “Tepat di belakang kami ini, terlihat lubang dengan diameter dan kedalaman puluhan meter,” ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan tidak ada kerusakan berarti pada infrastruktur bandara.

Sirene peringatan serangan udara terdengar di berbagai wilayah saat rudal mendekat. Angkatan Udara Israel menyatakan sedang menyelidiki alasan sistem pertahanan udara gagal mencegat rudal tersebut.

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dijadwalkan menggelar rapat darurat dengan para menteri dan pejabat pertahanan. Rapat tersebut bertujuan untuk membahas respons lebih lanjut terhadap serangan ini.

Pernyataan Kelompok Houthi

Juru bicara militer kelompok Houthi, Yahya Saree, menyatakan dalam siaran televisi bahwa “bandara Israel tidak lagi aman untuk penerbangan.” Kelompok pemberontak yang berbasis di Yaman dan didukung oleh Iran itu telah beberapa kali meluncurkan rudal ke wilayah Israel dalam beberapa bulan terakhir, sebagai bentuk dukungan terhadap Hamas di Jalur Gaza.

Meski rudal Houthi kerap diluncurkan, keberhasilannya menembus sistem pertahanan canggih Israel tergolong langka. Selain itu, kelompok ini juga melakukan serangan terhadap kapal-kapal di Laut Merah. Serangan tersebut kemudian dibalas oleh kampanye serangan udara yang dipimpin Amerika Serikat dan dibantu oleh Inggris.

Aktivitas di Bandara Ben Gurion kini telah kembali normal, setelah sempat ditutup sementara pasca-ledakan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional