Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Israel dan Iran Saling Luncurkan Serangan Udara

badge-check


					Asap mengepul setelah serangan rudal dari Iran ke Israel, di Tel Aviv, Israel, pada 13 Juni 2025. (foto: REUTERS/Gideon Markowicz) Perbesar

Asap mengepul setelah serangan rudal dari Iran ke Israel, di Tel Aviv, Israel, pada 13 Juni 2025. (foto: REUTERS/Gideon Markowicz)

Tel Aviv – Ketegangan antara Iran dan Israel mencapai titik paling berbahaya dalam sejarah hubungan kedua negara setelah saling meluncurkan serangan udara pada Sabtu (14/6/2025) dini hari waktu setempat. Serangan ini disebut sebagai yang terbesar yang pernah dilakukan Israel terhadap musuh bebuyutannya itu.

Sebelumnya, Israel melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Jumat (13/6), menargetkan para komandan militer, ilmuwan nuklir, dan fasilitas penting termasuk situs nuklir bawah tanah Natanz. Iran membalas dengan meluncurkan ratusan rudal balistik ke wilayah Israel.

Sirene serangan udara berbunyi di Tel Aviv dan Yerusalem sesaat sebelum fajar, memaksa warga berlarian ke tempat perlindungan. Militer Israel menyebutkan bahwa sistem pertahanan udara mereka sedang aktif menghalau puluhan rudal yang ditembakkan langsung dari wilayah Iran.

“Dalam satu jam terakhir, puluhan rudal telah diluncurkan dari Iran. Beberapa berhasil kami intersep,” kata militer Israel melalui pernyataan resmi.

Beberapa ledakan terdengar di ibu kota Iran, Teheran. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa Iran telah meluncurkan gelombang ketiga serangan pada Sabtu dini hari setelah dua gelombang sebelumnya pada Jumat malam.

Korban dan Kerusakan

Petugas kesehatan Israel melaporkan sedikitnya 34 orang terluka di wilayah Tel Aviv, sebagian besar luka ringan. Polisi menyatakan satu orang tewas akibat serangan. Beberapa bangunan di sekitar Tel Aviv rusak akibat proyektil yang berhasil lolos dari pertahanan udara.

Di pihak Iran, perwakilan Iran di PBB, Amir Saeid Iravani, menyebut 78 orang tewas akibat serangan Israel, termasuk sejumlah perwira tinggi militer. Lebih dari 320 orang dilaporkan luka-luka, sebagian besar merupakan warga sipil. Ia juga menuding Amerika Serikat turut bertanggung jawab atas serangan tersebut karena memberikan dukungan militer kepada Israel.

Peran Amerika Serikat

Dua pejabat AS membenarkan bahwa militer Amerika membantu menembak jatuh rudal Iran yang mengarah ke Israel. Namun, Iran menganggap AS turut terlibat langsung dalam agresi dan menyatakan akan mempertimbangkan langkah balasan yang menyasar kepentingan AS di kawasan.

Potensi Perang Regional

Pengamat menyatakan bahwa eskalasi ini berpotensi memicu konflik regional berskala luas. Meskipun sekutu Iran seperti Hamas dan Hizbullah telah melemah akibat gempuran Israel sebelumnya, kekhawatiran akan campur tangan negara-negara lain di Timur Tengah tetap tinggi.

“Tidak ada tempat aman di Israel. Balas dendam kami akan menyakitkan,” ujar seorang pejabat senior Iran.

Program Nuklir Jadi Pemicu

Iran menyebut serangan Israel sebagai agresi terhadap program nuklir damai mereka. Namun, Israel menegaskan bahwa berdasarkan intelijen terbaru, Iran hampir memiliki bahan yang cukup untuk membuat beberapa bom nuklir.

Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA), Rafael Grossi, mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa fasilitas pengayaan uranium di Natanz bagian atas telah hancur total. Ia menambahkan bahwa IAEA masih menilai dampak dari serangan terhadap dua fasilitas lain: Fordow dan Isfahan.

Israel mengklaim aksinya merupakan langkah “penyelamatan nasional.” Sementara itu, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menuduh Israel memulai perang.

Seruan dari Trump

Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa “belum terlambat” bagi Teheran untuk mencapai kesepakatan baru mengenai program nuklirnya. Trump pernah menarik AS dari perjanjian nuklir 2015, dan kini menawarkan kesepakatan baru yang kembali ditolak oleh Teheran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional