Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Israel Serang Fasilitas Nuklir Iran

badge-check


					Sebuah bangunan tampak rusak pascaserangan Israel, di Teheran, Iran, pada 13 Juni 2025. (foto: WANA/Majid Asgaripour) Perbesar

Sebuah bangunan tampak rusak pascaserangan Israel, di Teheran, Iran, pada 13 Juni 2025. (foto: WANA/Majid Asgaripour)

Jerusalem – Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Israel serang berbagai fasilitas militer dan nuklir di Iran pada Jumat (13/6/2025) dini hari waktu setempat. Operasi militer yang diberi nama Operation Rising Lion ini disebut sebagai langkah pre-emptive Israel untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam pernyataan video menyebut serangan ini sebagai “momen penentu dalam sejarah Israel” dan menegaskan bahwa operasi militer akan berlangsung “selama diperlukan untuk menghapus ancaman eksistensial dari Iran.”

Target: Fasilitas Nuklir dan Komandan Militer Iran

Israel menyatakan bahwa pihaknya menargetkan fasilitas pengayaan uranium utama Iran di Natanz, pabrik rudal balistik, serta para ilmuwan dan komandan militer yang dianggap terlibat dalam pengembangan senjata nuklir.

Media pemerintah Iran melaporkan terjadinya serangkaian ledakan di sekitar Natanz dan di ibu kota Tehran. Televisi pemerintah Iran juga menyatakan bahwa Komandan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Jenderal Hossein Salami, tewas dalam serangan udara yang menghantam markas besar IRGC di Tehran.

Laporan tersebut juga menyebut korban sipil, termasuk anak-anak, dalam serangan yang menghantam kawasan permukiman di ibu kota Iran.

Operasi Gabungan: Serangan Udara dan Sabotase

Seorang pejabat militer Israel menyebut bahwa militer menargetkan “puluhan lokasi” strategis, dan menyebut bahwa Iran telah memiliki cukup bahan untuk membuat 15 bom nuklir dalam hitungan hari.

Selain serangan udara, laporan Axios mengungkapkan bahwa badan intelijen Israel, Mossad, juga memimpin operasi sabotase rahasia di dalam wilayah Iran, menargetkan situs rudal strategis serta sistem pertahanan udara.

Siaga Penuh: Israel Antisipasi Serangan Balasan

Sebagai antisipasi serangan balasan dari Iran, Israel menyatakan status darurat nasional. Bandara Internasional Ben Gurion ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut, dan sistem pertahanan udara Iron Dome dalam kondisi siaga penuh.

“Kami memperkirakan serangan balasan berupa rudal dan drone dalam waktu dekat,” kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz.

Letnan Jenderal Eyal Zamir, Kepala Staf Militer Israel, menyatakan bahwa mereka telah mengerahkan puluhan ribu tentara ke berbagai titik perbatasan.

“Kita berada dalam kampanye sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ini adalah operasi kritis untuk mencegah ancaman yang dapat menghancurkan Israel,” tegas Zamir.

Respons Amerika Serikat: Tidak Terlibat

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menegaskan bahwa negaranya tidak terlibat dalam serangan tersebut. “Israel bertindak secara unilateral untuk membela diri. Prioritas utama kami adalah melindungi personel Amerika di kawasan,” ujar Rubio.

Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump tengah menggelar pertemuan Dewan Keamanan Nasional untuk merespons eskalasi situasi ini.

Sementara itu, seorang pejabat AS menyebut bahwa militer AS sedang bersiap menghadapi berbagai skenario, termasuk evakuasi warga sipil Amerika dari wilayah konflik.

Dampak Global: Minyak Naik, Bursa Saham Jatuh

Krisis yang membara ini langsung mengguncang pasar global. Harga minyak mentah melonjak, sementara indeks saham utama dunia anjlok tajam. Para investor beralih ke aset safe haven seperti emas dan obligasi negara.

Perwakilan AS dan Iran sejatinya akan menggelar putaran keenam perundingan nuklir di Oman pada Minggu (15/6). Namun, sumber diplomatik menyebut perundingan tersebut nyaris menemui jalan buntu dan kini terancam batal menyusul aksi militer terbaru Israel.

Presiden Trump pada Kamis sempat menyatakan bahwa serangan Israel terhadap Iran “sangat mungkin terjadi”, meski ia masih berharap ada jalan damai. Namun kini, konflik terbuka tampaknya tak terelakkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.

Gencatan Dagang China – AS Dorong Optimisme Investor Asing

31 Oktober 2025 - 09:41 WIB

Gencatan dagang China - AS menghapus kekhawatiran investor global dan memicu optimisme baru di pasar saham China.
Trending di Internasional