Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

News

WhatsApp Tampilkan Iklan, Tak Ganggu Obrolan Pribadi

badge-check


					WhatsApp Tampilkan Iklan, Tak Ganggu Obrolan Pribadi Perbesar

Jakarta – Aplikasi perpesanan populer WhatsApp mengumumkan pada Senin (16/6/2025) bahwa mereka akan mulai tampilkan iklan di sebagian bagian aplikasi. Langkah ini adalah sebagai bagian dari strategi induk perusahaannya, Meta Platforms, untuk membuka sumber pendapatan baru dari miliaran penggunanya di seluruh dunia.

Dalam pernyataan resmi, WhatsApp menyebut bahwa iklan hanya akan muncul di tab Updates. Sekitar 1,5 miliar pengguna menggunakan bagian aplikasi ini setiap harinya. Tab ini biasanya menampilkan pembaruan dari fitur Status dan Channel.

“Pengalaman pesan pribadi di WhatsApp tidak akan berubah. Pesan pribadi, panggilan, dan status tetap terenkripsi end-to-end dan tidak akan digunakan untuk menampilkan iklan,” tulis WhatsApp dalam unggahan blog resminya.

Langkah ini menandai perubahan besar dalam arah kebijakan WhatsApp. Meski awalnya Jan Koum dan Brian Acton yang mendirikan WhatsApp pada 2009, berkomitmen menjaga platform bebas iklan.

Setelah Facebook mengakuisisi pada 2014, kedua pendiri tersebut hengkang beberapa tahun kemudian. Sejak saat itu, Meta memang telah berulang kali mengupayakan cara untuk memonetisasi WhatsApp.

Target Iklan Berdasarkan Data Lokasi dan Interaksi

Menurut WhatsApp, penargetan iklan akan berdasarkan sejumlah parameter seperti usia pengguna, lokasi, dan bahasa. Selain itu, faktor seperti saluran yang diikuti dan interaksi pengguna terhadap iklan juga akan menentukan penayangan.

Meski begitu, WhatsApp menegaskan tidak akan menggunakan isi pesan pribadi, panggilan, atau grup pengguna sebagai dasar penargetan iklan.

Selain menampilkan iklan, WhatsApp juga meluncurkan dua fitur monetisasi baru lainnya. Pertama, saluran (channels) kini bisa mengenakan biaya langganan bulanan untuk memberikan pembaruan eksklusif kepada para pengikutnya. Kedua, pemilik bisnis dapat membayar agar saluran mereka lebih terlihat dan menjangkau pengguna baru.

Dengan lebih dari dua miliar pengguna aktif, Meta mengubah WhatsApp menjadi platform yang tidak hanya mendominasi komunikasi digital, tetapi juga menjadi ladang bisnis yang menguntungkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jawa Timur Kondusif: Ibu Khofifah dan Mas Emil Fokus Melayani Program Pro Rakyat

26 Agustus 2025 - 11:52 WIB

Sri Mulyani Siapkan Anggaran untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral

26 Agustus 2025 - 10:41 WIB

Menteri Keuangan Sri Mulyani siapkan dana untuk Badan Otorita Pantura dan Badan Industri Mineral yang baru dilantik Presiden Prabowo.

Hotel Syariah di Mataram Dapat Tagihan Royalti karena Setel Murotal

25 Agustus 2025 - 10:04 WIB

Hotel Grand Madani Mataram kena tagihan royalti Rp 4,4 juta dari LMKN usai setel murotal. Manajemen tunggu aturan jelas sebelum bayar.

Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak

24 Agustus 2025 - 10:12 WIB

PT KAI tolak usulan DPR soal gerbong khusus perokok. Semua layanan kereta api tetap bebas asap rokok demi kenyamanan dan kesehatan penumpang.

Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

23 Agustus 2025 - 09:10 WIB

PT BMS Foods buka suara soal udang terkontaminasi radioaktif yang ditarik FDA. Ekspor ke Amerika ditangguhkan sementara.
Trending di News