Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

India Tegaskan Tak Akan Pulihkan Perjanjian Air dengan Pakistan

badge-check


					Bendungan Baglihar, yang juga dikenal sebagai Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Baglihar, di Sungai Chenab yang mengalir dari Kashmir India ke Pakistan, terletak di Chanderkote, wilayah Jammu, pada 6 Mei 2025. (foto: REUTERS/Stringer) Perbesar

Bendungan Baglihar, yang juga dikenal sebagai Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Baglihar, di Sungai Chenab yang mengalir dari Kashmir India ke Pakistan, terletak di Chanderkote, wilayah Jammu, pada 6 Mei 2025. (foto: REUTERS/Stringer)

New Delhi – Menteri Dalam Negeri India Amit Shah menyatakan bahwa India tidak akan pernah memulihkan kembali Perjanjian Air Indus (Indus Waters Treaty) dengan Pakistan. Dalam wawancara dengan Times of India pada Sabtu (21/6/2025), Shah menegaskan bahwa aliran air yang selama ini menuju Pakistan akan dialihkan sepenuhnya untuk keperluan domestik India, terutama ke wilayah Rajasthan.

“Tidak, perjanjian itu tidak akan pernah dipulihkan,” ujar Shah tegas. “Kami akan membangun kanal untuk mengalirkan air ke Rajasthan. Pakistan akan kehilangan air yang selama ini mereka dapatkan secara tidak sah.”

Pernyataan keras ini menandai titik baru dalam hubungan tegang antara dua negara bertetangga yang bersenjata nuklir tersebut. India sebelumnya menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian yang sudah berlaku sejak tahun 1960 itu, setelah 26 warga sipil tewas dalam serangan di Kashmir. Perjanjian ini sebelumnya menjamin pasokan air bagi sekitar 80 persen lahan pertanian di Pakistan dari tiga sungai utama yang berhulu di India.

Pakistan: “Pemblokiran Air adalah Tindakan Perang”

Meski India menuding serangan militan tersebut sebagai alasan penangguhan perjanjian, Pakistan secara konsisten membantah keterlibatan dalam insiden itu. Walaupun kedua negara menyepakati gencatan senjata bulan lalu setelah pertempuran terburuk dalam beberapa dekade, perjanjian air tetap dalam status tertunda.

Kementerian Luar Negeri Pakistan belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan terbaru Amit Shah. Namun dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Islamabad telah menyatakan bahwa Perjanjian Air Indus tidak mengizinkan satu pihak secara sepihak menarik diri. Lebih lanjut Pemerintanan Pakistan juga menyebut bahwa segala bentuk pemblokiran aliran air akan dianggap sebagai “tindakan perang”.

Pakistan juga sedang mengeksplorasi jalur hukum internasional untuk menantang keputusan India tersebut.

Strategi Balasan dan Ketegangan yang Meningkat

Pernyataan Shah mempertegas rencana India untuk meningkatkan pengambilan air secara drastis dari salah satu sungai utama yang mengaliri pertanian Pakistan. Tindakan ini adalah sebagai bagian dari respons strategis India. Kanal baru rencananya akan mengalirkan air ke wilayah gurun Rajasthan di India barat laut. Tindakan ini menandai pergeseran besar dalam pengelolaan sumber daya air lintas batas.

Sebagai salah satu menteri paling berpengaruh di kabinet Perdana Menteri Narendra Modi, ucapan Amit Shah mencerminkan kebijakan strategis jangka panjang India yang semakin tegas dalam menangani isu-isu regional, termasuk ketegangan dengan Pakistan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional