Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

India Tegaskan Tak Akan Pulihkan Perjanjian Air dengan Pakistan

badge-check


					Bendungan Baglihar, yang juga dikenal sebagai Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Baglihar, di Sungai Chenab yang mengalir dari Kashmir India ke Pakistan, terletak di Chanderkote, wilayah Jammu, pada 6 Mei 2025. (foto: REUTERS/Stringer) Perbesar

Bendungan Baglihar, yang juga dikenal sebagai Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air Baglihar, di Sungai Chenab yang mengalir dari Kashmir India ke Pakistan, terletak di Chanderkote, wilayah Jammu, pada 6 Mei 2025. (foto: REUTERS/Stringer)

New Delhi – Menteri Dalam Negeri India Amit Shah menyatakan bahwa India tidak akan pernah memulihkan kembali Perjanjian Air Indus (Indus Waters Treaty) dengan Pakistan. Dalam wawancara dengan Times of India pada Sabtu (21/6/2025), Shah menegaskan bahwa aliran air yang selama ini menuju Pakistan akan dialihkan sepenuhnya untuk keperluan domestik India, terutama ke wilayah Rajasthan.

“Tidak, perjanjian itu tidak akan pernah dipulihkan,” ujar Shah tegas. “Kami akan membangun kanal untuk mengalirkan air ke Rajasthan. Pakistan akan kehilangan air yang selama ini mereka dapatkan secara tidak sah.”

Pernyataan keras ini menandai titik baru dalam hubungan tegang antara dua negara bertetangga yang bersenjata nuklir tersebut. India sebelumnya menangguhkan partisipasinya dalam perjanjian yang sudah berlaku sejak tahun 1960 itu, setelah 26 warga sipil tewas dalam serangan di Kashmir. Perjanjian ini sebelumnya menjamin pasokan air bagi sekitar 80 persen lahan pertanian di Pakistan dari tiga sungai utama yang berhulu di India.

Pakistan: “Pemblokiran Air adalah Tindakan Perang”

Meski India menuding serangan militan tersebut sebagai alasan penangguhan perjanjian, Pakistan secara konsisten membantah keterlibatan dalam insiden itu. Walaupun kedua negara menyepakati gencatan senjata bulan lalu setelah pertempuran terburuk dalam beberapa dekade, perjanjian air tetap dalam status tertunda.

Kementerian Luar Negeri Pakistan belum memberikan tanggapan resmi terhadap pernyataan terbaru Amit Shah. Namun dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Islamabad telah menyatakan bahwa Perjanjian Air Indus tidak mengizinkan satu pihak secara sepihak menarik diri. Lebih lanjut Pemerintanan Pakistan juga menyebut bahwa segala bentuk pemblokiran aliran air akan dianggap sebagai “tindakan perang”.

Pakistan juga sedang mengeksplorasi jalur hukum internasional untuk menantang keputusan India tersebut.

Strategi Balasan dan Ketegangan yang Meningkat

Pernyataan Shah mempertegas rencana India untuk meningkatkan pengambilan air secara drastis dari salah satu sungai utama yang mengaliri pertanian Pakistan. Tindakan ini adalah sebagai bagian dari respons strategis India. Kanal baru rencananya akan mengalirkan air ke wilayah gurun Rajasthan di India barat laut. Tindakan ini menandai pergeseran besar dalam pengelolaan sumber daya air lintas batas.

Sebagai salah satu menteri paling berpengaruh di kabinet Perdana Menteri Narendra Modi, ucapan Amit Shah mencerminkan kebijakan strategis jangka panjang India yang semakin tegas dalam menangani isu-isu regional, termasuk ketegangan dengan Pakistan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional