Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Suhu Panas Ekstrem Picu Ledakan Hama Wereng di Jepang

badge-check


					Termometer digital menunjukkan suhu 41 derajat Celsius di depan Stasiun JR Isesaki, di Isesaki, Prefektur Gunma, Jepang. Selasa, 5 Agustus 2025. (foto: KYODO) Perbesar

Termometer digital menunjukkan suhu 41 derajat Celsius di depan Stasiun JR Isesaki, di Isesaki, Prefektur Gunma, Jepang. Selasa, 5 Agustus 2025. (foto: KYODO)

Tokyo – Suhu panas ekstrem, hingga 41,8 derajat Celcius yang melanda sejumlah daerah penghasil beras di Jepang memicu ledakan populasi wereng (stink bugs). Kondisi ini menambah kekhawatiran terhadap ketahanan pangan nasional. Pemerintah Jepang pun bergerak cepat dengan menerapkan kebijakan baru untuk meningkatkan produksi beras, yang resmi diumumkan Selasa (5/8/2025).

Menteri Pertanian Shinjiro Koizumi menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa menunggu lebih lama untuk bertindak. “Kita harus bergerak cepat dan dengan rasa krisis untuk mencegah kerusakan yang lebih luas akibat suhu tinggi,” ujar Koizumi dalam konferensi pers di Tokyo.

Menurutnya, pemerintah akan memberikan dukungan langsung kepada petani dalam bentuk bantuan pengendalian hama. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan program penanganan kekeringan yang semakin parah di musim tanam ini.

Krisis Beras Tahun Lalu Jadi Pelajaran

Sebelumnya, gelombang panas juga pernah terjadi pada 2023 yang berakibat merusak kualitas panen beras secara signifikan. Ketidaksesuaian antara suplai dan permintaan yang gagal diprediksi pemerintah memperburuk situasi. Akibatnya, Jepang mengalami kekurangan beras dalam skala besar dan harga komoditas pokok itu melonjak ke rekor tertinggi dalam sejarah.

“Ini bukan hanya soal pertanian, ini menyangkut stabilitas nasional,” tambah Koizumi.

Langkah terbaru ini mencakup peningkatan produksi melalui optimalisasi varietas tahan panas dan pemberian insentif bagi petani. Selain itu, pemerintah juga mendorong modernisasi sistem irigasi untuk mengurangi risiko gagal panen.

Ancaman Serangga dan Perubahan Iklim

Kehadiran wereng dalam jumlah besar menjadi indikator baru dampak perubahan iklim terhadap sektor pangan. Hama ini berkembang pesat di tengah suhu tinggi dan kelembaban tinggi, merusak tanaman padi yang belum dipanen.

Ahli pertanian dari Universitas Tokyo, Prof. Keisuke Nakamura, menjelaskan bahwa populasi wereng biasanya bisa dikendalikan secara alami, tetapi cuaca ekstrem telah mengganggu keseimbangan ekosistem. “Jika tidak ditangani segera, ancaman hama ini bisa berdampak pada keamanan pangan nasional,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional