Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

China Siaga Krisis Listrik Akibat Gelombang Panas Ekstrem

badge-check

China Siaga Krisis Listrik Akibat Gelombang Panas Ekstrem Perbesar

Beijing – Pemerintah China menerbitkan peringatan tentang potensi krisis listrik menyusul tingginya permintaan energi akibat gelombang panas ekstrem yang melanda negara tersebut. Cuaca panas ini juga memicu peringatan kesehatan bagi kelompok rentan, terutama lansia, untuk mewaspadai risiko heat stroke.

Pejabat China menyatakan bahwa permintaan listrik pekan lalu mencapai lebih dari 1,5 miliar kilowatt. Angka itu adalah rekor tertinggi yang tercapai selama tiga kali berturut-turut pada bulan ini.

“Suhu tinggi akan berdampak pada pembangkitan dan pasokan listrik,” ujar Chen Hui dari BMKG China dalam konferensi pers, Rabu (23/7/2025). Ia menambahkan bahwa output pembangkit listrik tenaga air menurun, dan efisiensi pembangkit listrik tenaga surya turut terdampak.

Pihak berwenang akan mengirimkan peringatan kepada penyedia listrik jika memerlukan tindakan seperti pengaturan beban puncak dan pengalihan pasokan antar wilayah.

Proyek Bendungan Raksasa di Tibet

Sementara itu, pada akhir pekan lalu, China memulai pembangunan bendungan terbesar di dunia di Tibet dengan nilai investasi sedikitnya USD 170 miliar. Proyek ambisius ini akan menghasilkan 300 miliar kilowatt-jam listrik per tahun, setara dengan total konsumsi listrik Inggris sepanjang tahun lalu.

Namun, pembangunan tersebut tidak lepas dari kontroversi karena dikhawatirkan akan berdampak pada aliran sungai ke negara-negara tetangga seperti India dan Bangladesh.

Suhu Capai 48,7°C

Cuaca panas yang menyengat terus menyelimuti berbagai provinsi seperti Henan, Hubei, Shandong, Sichuan, Shaanxi, hingga wilayah barat laut seperti Xinjiang. Menurut Jia Xiaolong, wakil direktur Pusat Iklim Nasional, jumlah hari dengan suhu di atas 35°C sejak pertengahan Maret adalah yang tertinggi dalam sejarah.

Selama dua minggu terakhir, sekitar 407.000 kilometer persegi wilayah China mengalami suhu di atas 40°C — lebih luas dari total wilayah daratan Jerman atau Jepang. Salah satu stasiun cuaca di Xinjiang bahkan mencatat suhu 48,7°C, mendekati batas tertinggi yang pernah dicapai.

Pemerintah meminta warga lanjut usia untuk tetap berada di dalam rumah dan membatasi aktivitas di luar ruangan. Para pekerja lapangan pun dianjurkan mengurangi beban kerja pada hari-hari yang disebut sebagai “hari sauna”.

Jia juga tidak menutup kemungkinan bahwa suhu akan lebih tinggi lagi di bulan Agustus. Hal ini mengingat tren pemanasan global yang semakin menguat dalam beberapa tahun terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Asian Games di Jepang Banyak Masalah, Apa Penyebabnya?

23 Okt 2026 - 10:41 WIB

Asian Games di Jepang Banyak Masalah, Apa Penyebabnya?

Dugaan Kecurangan Pemilu AS Menguat, Pemilih Sebut Mesin Pemilu Ubah Suara

23 Okt 2026 - 08:48 WIB

Dugaan Kecurangan Pemilu AS Menguat, Pemilih Sebut Mesin Pemilu Ubah Suara

Pengembangan AI Rusia Terhambat, Dampak Serangan Drone Ukraina

23 Okt 2026 - 08:16 WIB

Pengembangan AI Rusia Terhambat, Dampak Serangan Drone Ukraina

Meta Didenda Rp 400 Triliun di AS

23 Okt 2026 - 07:31 WIB

Meta Didenda Rp 400 Triliun di AS

Update Selat Hormuz: 7 Kapal Tanker Rusak dan Terbakar

23 Okt 2026 - 07:26 WIB

Update Selat Hormuz: 7 Kapal Tanker Rusak dan Terbakar
Trending di Internasional