Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

Data Kotak Hitam Berhasil Diakses, Penyebab Kecelakaan Air India Segera Terungkap!

badge-check


					(foto: Getty images) Perbesar

(foto: Getty images)

New Delhi – Otoritas penerbangan India mengonfirmasi bahwa mereka telah berhasil mengakses data dari kotak hitam pesawat Air India yang jatuh pada 12 Juni lalu. Ini menjadi langkah penting dalam proses investigasi salah satu kecelakaan udara paling tragis di India dalam beberapa tahun terakhir.

Pesawat Boeing 787-8 Dreamliner dengan nomor penerbangan AI171 yang terbang dari Ahmedabad menuju London, jatuh tak lama setelah lepas landas. Sedikitnya 270 orang tewas dalam insiden tersebut. Dari total 242 penumpang yang berada di dalam kabin, hanya satu orang yang berhasil selamat.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Penerbangan Sipil India menyebut tim dari Biro Investigasi Kecelakaan Pesawat India (AAIB) bersama dengan Badan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) telah berhasil mengakses data dari kedua perekam penerbangan—Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR)—pada Rabu (25/6/2025).

Kedua perangkat itu sebelumnya ditemukan di lokasi jatuhnya pesawat, masing-masing pada tanggal 13 dan 16 Juni. Salah satunya berada di atap sebuah bangunan, dan yang lainnya di tumpukan puing. Boeing 787 memang dilengkapi dengan unit perekam terintegrasi yang mencatat data teknis penerbangan serta komunikasi di kokpit.

Analisis Data Kotak Hitam Air India

“Analisis data dari CVR dan FDR sedang berlangsung. Proses ini bertujuan merekonstruksi urutan peristiwa sebelum kecelakaan serta mengidentifikasi faktor penyebab guna meningkatkan keselamatan penerbangan ke depan,” bunyi pernyataan kementerian.

FDR merekam dengan presisi tinggi berbagai parameter seperti posisi tuas roda dan flap, pengaturan dorongan mesin, aliran bahan bakar, hingga aktivasi sistem darurat. Sementara itu, CVR merekam percakapan pilot, suara dalam kabin kokpit, dan transmisi radio yang dapat menjadi kunci untuk memahami kondisi terakhir pesawat.

Ketua NTSB, Jennifer Homendy, berharap hasil investigasi dapat segera dipublikasikan. “Untuk keselamatan penerbangan dan kepentingan publik, kami harap pemerintah India dapat menyampaikan temuannya secepat mungkin,” ujar Homendy.

Ia juga menegaskan bahwa kerja sama antara tim investigasi AS dan India berlangsung sangat baik. “Tim kami bekerja keras dan mendapatkan dukungan penuh dari otoritas India,” tambahnya.

Kritik atas Keterlambatan Akses Data

Namun, langkah India yang baru mengakses data rekaman hampir dua pekan setelah kejadian menuai sorotan. Beberapa pengamat menyebut keterlambatan ini tidak lazim dan dapat memperlambat proses identifikasi penyebab kecelakaan.

Pilot Kapten Sumeet Sabharwal dan kopilot Clive Kundar yang menerbangkan pesawat itu lepas landas pukul 13.39 waktu setempat. Kurang dari satu menit kemudian, pesawat mengirimkan sinyal darurat sebelum kehilangan kontak dan menghantam permukiman padat di Ahmedabad.

Investigasi menyeluruh kini menjadi harapan utama bagi keluarga korban dan komunitas penerbangan internasional untuk mengungkap penyebab kecelakaan yang masih menyisakan banyak pertanyaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional