Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

India akan Serang Pakistan dalam 24 hingga 36 jam ke depan: Rilis Kementrian Luar Negeri Pakistan

badge-check


					Parade militer India tahun 2025. Perbesar

Parade militer India tahun 2025.

Islamabad/Srinagar – Pemerintah Pakistan, Rabu (30/4/2025), menyatakan memiliki intelijen yang kredibel bahwa India berencana melancarkan aksi militer dalam waktu dekat. Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara dua negara bersenjata nuklir itu, menyusul serangan mematikan terhadap rombongan wisatawan di wilayah Kashmir yang dikuasai India.

Dalam insiden pada 22 April lalu, para penyerang dikabarkan memisahkan korban laki-laki, menanyakan nama mereka, kemudian menembak dari jarak dekat. Sebanyak 26 orang tewas dalam serangan tersebut, sebagian besar di antaranya beragama Hindu, menurut pejabat dan para penyintas.

India telah mengidentifikasi tiga penyerang, termasuk dua warga negara Pakistan. Dan menyebut mereka sebagai “teroris” yang melakukan pemberontakan bersenjata di Kashmir yang mayoritas penduduknya Muslim. Namun, Islamabad membantah keterlibatan dan menyerukan penyelidikan independen oleh pihak ketiga.

Sebagai bentuk respons, India menangguhkan sementara Perjanjian Air Indus yang krusial bagi kedua negara. Sementara Pakistan menutup wilayah udaranya bagi maskapai penerbangan India.

Hasil Intelijen yang Kredibel

“Pakistan memiliki intelijen kredibel bahwa India berencana melakukan aksi militer dalam 24 hingga 36 jam ke depan, dengan dalih tuduhan yang tidak berdasar dan direkayasa terkait insiden di Pahalgam,” demikian pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Pakistan.

Hingga berita ini diturunkan, Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Pertahanan India belum memberikan tanggapan.

Dalam pernyataan yang dirilis Rabu pagi, Islamabad mengecam segala bentuk terorisme dan menegaskan akan merespons “secara pasti dan tegas” apabila India melancarkan aksi militer.

Perdana Menteri India Narendra Modi menyatakan pihaknya akan mengejar dan menghukum para pelaku serangan. Komite Kabinet untuk Keamanan (CCS) yang beranggotakan Modi dan sejumlah menteri utama dijadwalkan menggelar rapat darurat pada hari yang sama. Ini merupakan rapat CCS kedua sejak insiden Pahalgam terjadi.

Seorang pejabat pemerintahan India menyebut, Modi telah memberikan wewenang penuh kepada para pimpinan militer untuk menentukan respons terhadap serangan tersebut.

Sementara itu, kontak senjata ringan antara militer kedua negara dilaporkan meluas ke lebih banyak titik di sepanjang perbatasan. Tentara India menyatakan membalas tembakan yang disebut “tidak diprovokasi” dari sejumlah pos militer Pakistan, pada tengah malam Selasa. Belum ada laporan korban dalam insiden tersebut.

Imbauan untuk Menahan Diri

Sekjen PBB António Guterres dalam percakapan terpisah dengan India dan Pakistan menyerukan kedua pihak untuk menghindari konfrontasi yang dapat berujung pada “konsekuensi tragis”. Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri Marco Rubio dijadwalkan melakukan pembicaraan dengan mitranya dari kedua negara. Inggris juga menyerukan ketenangan, terutama di antara komunitas India dan Pakistan di dalam negeri, serta mengeluarkan imbauan untuk tidak bepergian ke wilayah Jammu dan Kashmir, kecuali dalam keadaan khusus.

Ketegangan India dan Pakistan, dua negara yang lahir dari pemisahan wilayah bekas jajahan Inggris pada 1947, berakar pada sengketa atas Kashmir. New Delhi menuduh Islamabad mendanai dan mendukung kelompok militan di kawasan tersebut. Sebaliknya, Islamabad menyatakan hanya memberi dukungan moral dan diplomatik atas hak rakyat Kashmir untuk menentukan nasib sendiri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Tragedi Rio de Janeiro: Operasi Polisi Tewaskan 121 Orang

31 Oktober 2025 - 08:32 WIB

Operasi polisi di Rio de Janeiro menewaskan 121 orang, menjadikannya yang paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Pencurian Mahkota Kerajaan di Louvre Prancis, Pakar Sebut Barang Curian Akan Hilang Selamanya

22 Oktober 2025 - 09:22 WIB

Pencurian mahkota Kerajaan di Louvre jadi aib nasional Prancis. Polisi buru geng spesialis perhiasan lintas Eropa.

Industri Film Dunia Tetap Melaju di Tengah Ancaman Tarif Trump

19 Oktober 2025 - 10:29 WIB

Ancaman tarif 100 persen dari Donald Trump tak hentikan produksi global seperti Star Wars: Starfighter. Industri film tetap melaju.

Aksi ‘No Kings’ di AS, Ribuan Warga Protes Kebijakan Trump

19 Oktober 2025 - 07:59 WIB

Ribuan warga AS turun ke jalan dalam aksi No Kings memprotes kebijakan Donald Trump yang dinilai mengancam demokrasi dan kebebasan sipil.

Tercatat Sejarah: Trump Umumkan Perang Gaza Berakhir

14 Oktober 2025 - 08:34 WIB

Hamas bebaskan sandera terakhir, Trump nyatakan perang Gaza berakhir. Dunia sambut babak baru perdamaian Timur Tengah.
Trending di Internasional