Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

India Akui Kerugian di Udara, Pakistan Klaim Tembak Jatuh 5 Jet!

badge-check


					India Akui Kerugian di Udara, Pakistan Klaim Tembak Jatuh 5 Jet! Perbesar

Islamabad – Angkatan Udara India mengakui adanya kerugian dalam operasi militer udara terhadap Pakistan. Meski situasi di sepanjang perbatasan mulai tenang pasca-gencatan senjata, kedua negara tetap saling menuding melanggar perjanjian tersebut.

Pernyataan resmi dari militer India menyebutkan bahwa “kerugian adalah bagian dari pertempuran,” tanpa menjelaskan secara rinci jumlah pesawat atau kerusakan yang terjadi. Namun, pihak India menegaskan seluruh pilot telah kembali dari operasi pekan lalu.

Di sisi lain, militer Pakistan menyatakan lima pesawat tempur India berhasil ditembak jatuh. Sumber pemerintah India di wilayah Kashmir yang dikelola New Delhi mengonfirmasi bahwa setidaknya tiga jet jatuh di wilayah tersebut, hanya beberapa jam setelah India melaporkan telah mengebom sembilan target di dalam wilayah Pakistan.

Juru bicara militer Pakistan, dalam konferensi pers pada Minggu (11/5/2025), mengatakan bahwa sebelum gencatan senjata diberlakukan, pasukan udara Pakistan telah menggempur 26 instalasi militer India. Selain itu, puluhan drone dilaporkan terbang di sejumlah kota besar India, termasuk ibu kota, New Delhi.

Gencatan Senjata, Warga Sipil Tarik Napas Lega

Gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat ini membawa ketenangan sementara di perbatasan. Seorang perwira senior Pakistan di Muzaffarabad mengatakan tidak ada laporan bentrokan baru sejak Senin pagi. “Kami belum diberitahu mengenai insiden bersenjata apa pun sejak pagi ini,” ujarnya kepada wartawan AFP.

Ketegangan mereda pula di Poonch, kota di wilayah barat laut India yang sebelumnya menjadi sasaran penembakan artileri dari Pakistan. Pasar tradisional yang sempat lumpuh kini kembali dibuka. “Saya merasa sangat bahagia,” ujar Sohail Anjum, penjual buah berusia 15 tahun, kepada AFP. “Saya harap kami bisa kembali bekerja dan ketenangan ini akan terus berlangsung.”

Selama empat hari sebelumnya, dua negara bertetangga yang sama-sama memiliki senjata nuklir ini terlibat saling serang menggunakan artileri, drone, hingga rudal, memicu kekhawatiran akan pecahnya perang terbuka. Banyak negara asing menyerukan pengendalian diri.

AS Apresiasi Pemimpin Kedua Negara

Konflik kembali mencuat setelah serangan militan di wilayah Kashmir yang dikelola India pada 22 April lalu menewaskan 26 orang di sebuah kawasan wisata. India menuding kelompok militan Lashkar-e-Taiba berada di balik serangan tersebut, sementara Pakistan membantah keterlibatan dan menyerukan investigasi independen.

Kementerian Luar Negeri Pakistan menyatakan komitmen penuh terhadap implementasi gencatan senjata serta pengelolaan krisis secara bertanggung jawab. Islamabad juga menyambut baik pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengapresiasi peran kedua negara dalam menurunkan eskalasi, serta menawarkan dukungan dalam menyelesaikan sengketa Kashmir.

Pakistan juga menekankan pentingnya penyelesaian adil dan permanen atas konflik Kashmir berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB.

Sebaliknya, pemerintah India masih mengevaluasi kelanjutan proses diplomasi. Menteri Luar Negeri India Vikram Misri menuding Pakistan telah melanggar gencatan senjata yang disepakati sehari sebelumnya, tuduhan yang dibantah Islamabad.

Presiden Trump, dalam pernyataannya, menyebut keberanian dan kepemimpinan kedua negara sebagai kunci penyelamatan dari kehancuran. Ia juga menjanjikan peningkatan hubungan dagang dengan India dan Pakistan, serta menyatakan komitmennya untuk membantu menemukan solusi damai atas konflik Kashmir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional