Menu

Mode Gelap
Kejagung Tetapkan Nadiem Makarim Tersangka Korupsi Laptop Chromebook Gempa Dahsyat di Afghanistan Tewaskan Lebih dari 800 Orang Sejumlah Politisi Nasdem, PAN, dan Golkar Dicopot dari DPR Usai Demo Besar Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS

Internasional

Pakistan Menembak Jatuh Jet India, Duel Udara J-10 vs Rafale

badge-check


					Jet tempur J-10 buatan China. Perbesar

Jet tempur J-10 buatan China.

Islamabad – Ketegangan di kawasan Asia Selatan semakin meningkat tajam setelah jet tempur buatan China yang dioperasikan oleh Pakistan dikabarkan menembak jatuh sedikitnya dua pesawat militer India pada Rabu (7/5/2025), menurut dua pejabat Amerika Serikat.

Salah satu pejabat AS yang enggan disebut namanya menyatakan bahwa Pakistan dengan tingkat keyakinan tinggi menggunakan jet tempur J-10 buatan China dalam serangan udara tersebut. Jet tersebut dilengkapi rudal udara-ke-udara untuk menghadang pesawat tempur India.

“Setidaknya dua pesawat India berhasil ditembak jatuh, salah satunya merupakan jet tempur Rafale buatan Prancis,” ujar pejabat tersebut.

Jet tempur Rafale merupakan salah satu alutsista unggulan India yang baru diakuisisi dari Prancis beberapa tahun terakhir. Namun, sejauh ini pemerintah India belum memberikan konfirmasi. Juru bicara Angkatan Udara India menolak berkomentar saat dimintai tanggapan atas laporan tersebut.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Pakistan, Khawaja Muhammad Asif, kepada Reuters menyebut bahwa pihaknya berhasil menembak jatuh tiga pesawat Rafale menggunakan J-10, dan secara total mengklaim telah menjatuhkan lima pesawat India dalam pertempuran udara dua hari terakhir.

Sorotan Dunia dan Risiko Regional

Pertempuran udara ini menarik sorotan besar dunia internasional. Negara-negara besar seperti AS, Rusia, dan China menyerukan deeskalasi di kawasan yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik nyala nuklir paling berbahaya di dunia.

Bagi Washington, kejadian ini menjadi tolok ukur penting dalam menilai performa sistem senjata China, khususnya jet tempur generasi 4.5 seperti J-10, dalam menghadapi sistem persenjataan buatan Barat. Hal ini dinilai relevan dalam konteks kesiapan militer Beijing dalam kemungkinan konflik lebih luas di kawasan Indo-Pasifik, termasuk di sekitar Taiwan.

“Komunitas intelijen militer di AS, China, dan Eropa akan sangat tertarik menggali sebanyak mungkin data tentang taktik, sistem senjata yang digunakan, dan efektivitasnya,” ujar Douglas Barrie, analis senior di International Institute for Strategic Studies (IISS).

Pertarungan Rudal: PL-15 vs Meteor

Pertempuran ini juga membuka babak baru dalam kompetisi teknologi rudal udara-ke-udara. Media sosial dan pengamat pertahanan menyoroti penggunaan rudal PL-15 milik China, yang diyakini menjadi senjata utama J-10 dalam pertempuran ini. Rudal tersebut berhadapan dengan rudal Meteor buatan konsorsium Eropa MBDA, yang biasa dipasangkan dengan Rafale.

Namun hingga kini belum jelas apakah Rafale yang jatuh membawa rudal Meteor dan bagaimana strategi pertahanannya. Pihak Dassault Aviation, MBDA, dan konsorsium pertahanan terkait belum bisa dimintai komentar karena bertepatan dengan hari libur nasional di Prancis.

Ledakan dan Serangan Drone

Ketegangan tidak hanya terjadi di udara. Kamis malam, ledakan terdengar di kota Jammu, Kashmir India. Sumber militer India mencurigai ledakan tersebut merupakan bagian dari serangan drone dari Pakistan. Sementara itu, Pakistan mengklaim telah menembak jatuh 25 drone India pada malam sebelumnya. India pun menyatakan telah berhasil menggagalkan sejumlah serangan drone dan rudal yang menyasar sasaran militer.

Kedua negara bertetangga yang bersenjata nuklir ini memiliki sejarah tiga perang besar dan serangkaian konflik kecil. Dunia kembali menaruh perhatian pada kawasan yang rawan meletus sewaktu-waktu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

AS Serang Kapal Iran di Selat Hormuz, Minyak Kembali Melonjak

5 Mei 2026 - 12:36 WIB

AS serang kapal Iran di Selat Hormuz, picu ketegangan global dan lonjakan harga minyak hingga 115 dolar per barel.

AS Pecat Sekretaris Angkatan Laut John Phelan, di Tengah Konflik Iran

23 April 2026 - 07:23 WIB

Amerika Serikat pecat John Phelan dari jabatan Sekretaris Angkatan Laut AS di tengah konflik Iran dan blokade Selat Hormuz.

Belum Usai, Jepang Terancam Gempa Lebih Besar Setelah M 7,7

21 April 2026 - 10:04 WIB

Jepang siaga gempa besar susulan usai M 7,7 picu peringatan tsunami. Otoritas peringatkan potensi gempa lebih kuat dalam sepekan.

Tesla Kembangkan Mobil Listrik Kecil dan Murah

15 April 2026 - 12:08 WIB

Tesla mengembangkan mobil SUV listrik baru yang lebih kecil dan murah untuk pasar global

Blokade AS Tak Banyak Ubah Lalu Lintas Selat Hormuz

15 April 2026 - 09:34 WIB

Blokade AS di Selat Hormuz Tak Banyak Ubah Lalu Lintas, Ketidakpastian Meningkat.
Trending di Internasional