Menu

Mode Gelap
Taylor Swift dan Travis Kelce Umumkan Tunangan Siapa Anggota DPR yang Usulkan Gerbong Khusus Perokok? KAI Tegas Tolak Terkontaminasi Radioaktif, Kemendag Hentikan Ekspor Udang Indonesia ke AS Prabowo Pecat Wamenaker Immanuel Ebenezer Usai Jadi Tersangka KPK Buruh Rencanakan Demo Nasional 28 Agustus: Ini Tuntutannya! Penampilan Drumband MTS 7 Sungai Bahar Diberhentikan saat HUT RI karena Ultah Istri Camat

Internasional

India Pastikan Seluruh Pelaku Serangan Kashmir adalah Warga Pakistan

badge-check


					Tentara India melakukan operasi pencarian pelaku serangan Kasmir. (foto: AFP/Tauseef Mustafa) Perbesar

Tentara India melakukan operasi pencarian pelaku serangan Kasmir. (foto: AFP/Tauseef Mustafa)

New Delhi – Penyelidik India menyatakan bahwa semua pelaku serangan mematikan terhadap wisatawan di Pahalgam, Kashmir pada April lalu, merupakan warga negara Pakistan. Mereka adalah anggota kelompok militan Lashkar-e-Taiba (LeT).

Badan Investigasi Nasional India (NIA) menyampaikan pernyataan ini setelah mereka menangkap dua warga lokal yang memberikan tempat persembunyian bagi para pelaku sebelum serangan berlangsung pada 22 April itu.

Sebelumnya, polisi setempat telah merilis sketsa tiga tersangka, menyebut dua di antaranya berasal dari Pakistan dan satu lainnya warga lokal. Namun hasil penyelidikan lanjutan dari NIA menegaskan bahwa ketiganya adalah militan asing dari LeT.

Serangan brutal tersebut menewaskan 26 orang dan sempat mengguncang hubungan bilateral India dan Pakistan. Kedua negara bertetangga yang bersenjata nuklir itu telah berkonflik selama puluhan tahun atas wilayah Kashmir.

Pakistan hingga kini belum memberikan komentar resmi atas klaim terbaru ini. Pada waktu serangan terjadi, Islamabad membantah keras keterlibatan dalam insiden tersebut dan menyebut tuduhan India tidak berdasar.

Dalam pernyataan resminya pada Minggu (22/6/2025), NIA menyatakan bahwa dua warga lokal yang ditangkap telah “secara sadar memberikan perlindungan kepada tiga teroris bersenjata di sebuah pondok musiman” sebelum serangan terjadi. Meski demikian, NIA tidak merinci kapan penangkapan dilakukan, dan para tersangka belum memberikan keterangan publik karena masih dalam tahanan.

Dampak Serangan

Serangan tersebut memicu peningkatan ketegangan militer di kawasan. India segera mencabut Perjanjian Air Indus 1960 — sebuah kesepakatan berbagi air sungai yang telah lama menjadi simbol kerja sama kedua negara. Sebagai balasan, Pakistan menarik diri dari Perjanjian Simla 1972 yang selama ini menjadi dasar penyelesaian sengketa secara bilateral dan damai.

Ketegangan meningkat pada 7 Mei, ketika India melancarkan serangan udara dan rudal ke sejumlah lokasi yang disebut sebagai “infrastruktur teror” di wilayah Pakistan dan Kashmir yang dikuasai Pakistan. Pakistan membantah lokasi tersebut adalah kamp militan dan membalas dengan serangan rudal serta menerbangkan drone ke wilayah India.

Ketegangan sempat mendekati eskalasi serius hingga akhirnya mereda pada 10 Mei, setelah Presiden Trump mengumumkan tercapainya gencatan senjata.

Mencari Pelaku Serangan Kashmir

Kelompok bersenjata The Resistance Front (TRF), yang sebelumnya mengklaim bertanggung jawab atas serangan, belakangan mencabut klaim tersebut. Hal ini menambah kebingungan di tengah penyelidikan yang masih berlangsung.

Hingga kini, ketiga pelaku utama penyerangan masih buron. Pasca insiden, aparat India menggelar operasi besar-besaran untuk mencari pelaku serangan, menyisir ribuan warga di seluruh wilayah Kashmir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Korea Selatan Larang Penggunaan Ponsel di Kelas Mulai 2026

28 Agustus 2025 - 08:16 WIB

Korea Selatan resmi larang penggunaan ponsel di sekolah mulai Maret 2026, guna atasi kecanduan media sosial di kalangan pelajar.

Hujan Deras di Himalaya Tewaskan 36 Orang, India Buka Bendungan

28 Agustus 2025 - 07:12 WIB

Hujan deras di Himalaya tewaskan 36 orang di India, buka bendungan besar, dan picu peringatan banjir di tiga sungai Pakistan.

Serangan Israel di RS Nasser, Tewaskan 5 Jurnalis

26 Agustus 2025 - 09:28 WIB

Serangan Israel ke RS Nasser Gaza tewaskan 20 orang, termasuk 5 jurnalis dari Reuters, AP, dan Al Jazeera. Dunia kecam tragedi ini.

H&M Buka Toko Pertama di Brasil, Fokus pada Produksi Lokal

24 Agustus 2025 - 08:55 WIB

H&M membuka toko pertamanya di Brasil dengan fokus pada produksi lokal, fesyen inklusif, dan rencana ekspansi ke berbagai kota besar.

Trump Ancam Sanksi Baru Rusia Jika Tak Ada Kesepakatan Damai di Ukraina

23 Agustus 2025 - 07:24 WIB

Trump ancam jatuhkan sanksi baru pada Rusia jika tak ada kemajuan damai Ukraina dalam dua pekan. Zelenskiy tuding Moskow sengaja menghindar.
Trending di Internasional