Menu ✖

Otomatis
Breaking News

Internasional

Pakistan Siap Bela Arab Saudi dari Serangan Houthi

badge-check

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif saat berbicara dengan media di Kedutaan Besar Pakistan di Roma, Italia. Selasa, 29 September 2026. (AP Photo/Andrea Rosa) Perbesar

Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif saat berbicara dengan media di Kedutaan Besar Pakistan di Roma, Italia. Selasa, 29 September 2026. (AP Photo/Andrea Rosa)

ROMA, 30 September 2026 — Pakistan menyatakan akan menggunakan “segala cara yang tersedia” untuk membantu bela pertahankan Arab Saudi dari serangan kelompok Houthi di Yaman yang didukung Iran. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif pada Selasa (29/9) saat berada di Roma, Italia.

Asif tidak mengonfirmasi apakah pasukan Pakistan telah terlibat dalam serangan udara terhadap kelompok Houthi di Yaman. Namun, ia mengatakan seluruh kemampuan militer Pakistan dapat digunakan untuk membantu Arab Saudi berdasarkan perjanjian pertahanan bersama yang baru dibentuk oleh Pakistan, Arab Saudi, dan Turki.

“Ketika saya mengatakan kami terikat dalam kesepakatan ini untuk mempertahankan Arab Saudi, itu berarti segala kemampuan yang tersedia bagi kami juga tersedia bagi Arab Saudi,” kata Asif kepada wartawan.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu indikasi paling jelas bahwa Pakistan dapat terlibat secara langsung dalam konflik regional yang semakin meluas.

Pakistan Belum Konfirmasi Ikut Serangan Udara

Meski memberikan pernyataan tegas mengenai komitmen pertahanan terhadap Arab Saudi, Asif tidak menyebut apakah militer Pakistan telah melakukan atau ikut serta dalam serangan udara terhadap kelompok Houthi. Ia juga tidak mengatakan apakah pemerintah Arab Saudi telah secara resmi meminta bantuan militer Pakistan.

Pernyataan Asif muncul beberapa hari setelah para kepala militer Pakistan, Arab Saudi, dan Turki bertemu di Riyadh untuk membahas situasi keamanan serta koordinasi menghadapi serangan Houthi.

Ketiga negara tersebut sebelumnya menandatangani Mecca Joint Defense Agreement pada 7 Agustus 2026. Dalam kesepakatan tersebut, serangan terhadap salah satu negara anggota akan dipandang sebagai serangan terhadap ketiganya. Para pihak menyatakan perjanjian itu bersifat defensif dan tidak ditujukan kepada negara tertentu.

Serangan Houthi ke Arab Saudi Meningkat

Asif mengatakan kelompok Houthi telah meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap wilayah Arab Saudi. Kelompok tersebut juga tampak memperluas kendalinya di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman.

Dalam perkembangan terbaru, Houthi mengklaim telah melakukan serangan terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi. Riyadh sebelumnya juga menyatakan telah mencegat sejumlah rudal balistik yang diluncurkan dari Yaman.

Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di kawasan Laut Merah, termasuk Selat Bab el-Mandeb. Selat tersebut merupakan salah satu jalur perdagangan maritim penting yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.

Aliansi Pakistan, Arab Saudi, dan Turki

Asif mengatakan kerja sama pertahanan ketiga negara masih dalam tahap pembangunan. Ketiganya sedang membentuk sekretariat dan menyusun struktur operasional aliansi.

Sejumlah negara lain disebut telah menyatakan ketertarikan untuk bergabung. Namun, Asif mengatakan belum ada rencana segera untuk memperluas keanggotaan aliansi tersebut.

Perjanjian ini menyatukan tiga negara dengan kemampuan militer yang berbeda. Arab Saudi merupakan salah satu negara penghasil minyak terbesar dunia, Turki merupakan anggota NATO, sedangkan Pakistan memiliki senjata nuklir.

Meski demikian, Asif tidak menyebut senjata nuklir atau kemampuan tersebut sebagai bagian dari komitmen Pakistan kepada Arab Saudi.

Pertemuan para kepala militer ketiga negara di Riyadh sebelumnya membahas peningkatan berbagi informasi intelijen, koordinasi militer, dan integrasi kemampuan pertahanan.

Pakistan Tetap Pertahankan Hubungan dengan Iran

Di tengah komitmennya kepada Arab Saudi, Pakistan mengatakan tetap berupaya mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Iran selama ini di tuduh memasok senjata dan dukungan lainnya kepada kelompok Houthi. Pemerintah Iran membantah mengendalikan operasi militer kelompok tersebut.

Asif mengatakan sebagian kelompok yang sebelumnya di anggap sebagai proksi Iran dapat bertindak secara independen.

Pakistan juga tetap mendukung negosiasi terkait konflik yang melibatkan Iran dan upaya menghidupkan kembali kesepakatan mengenai program nuklir Iran.

Sebelumnya, Pakistan berupaya memainkan peran sebagai mediator antara Iran dan Amerika Serikat. Islamabad bahkan menjadi tuan rumah perundingan langsung yang jarang terjadi antara kedua negara pada April 2026.

Kedua pihak kemudian mencapai kesepakatan sementara pada Juni dan berkomitmen berupaya mencapai kesepakatan final dalam 60 hari. Namun, tenggat tersebut berlalu setelah kembali terjadi permusuhan.

Konflik Regional Makin Meluas

Keterlibatan Pakistan menjadi perhatian karena konflik antara Arab Saudi dan Houthi berlangsung di tengah ketegangan yang lebih luas di Timur Tengah.

Sebelumnya, Pakistan telah memperingatkan Iran agar menekan kelompok Houthi untuk menghentikan serangan terhadap Arab Saudi. Islamabad juga menegaskan bahwa serangan terhadap wilayah Arab Saudi dapat memicu mekanisme pertahanan bersama dengan Turki.

Di sisi lain, pemerintah Pakistan tetap menyatakan dukungan terhadap upaya diplomatik untuk menghentikan konflik. Asif mengingatkan bahwa konflik bersenjata dapat berkembang di luar kendali pihak-pihak yang memulainya.

“Ketika Anda memulai sebuah konflik, Anda tidak dapat mengendalikan hasil dari konflik tersebut. Anda tidak dapat mengendalikan arah perkembangannya,” kata Asif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Baca Lainnya

Kopilot Tusuk Kapten di Tengah Penerbangan, Penumpang Rebut Kokpit

1 Okt 2026 - 05:32 WIB

Kopilot Tusuk Kapten di Tengah Penerbangan, Penumpang Rebut Kokpit

Mendagri Tito Akan Gerakkan ASN Jadi Komcad

30 Sep 2026 - 08:32 WIB

Mendagri Tito Akan Gerakkan ASN Jadi Komcad

Warga yang Ditembak Agen Imigrasi AS Kini Didakwa

30 Sep 2026 - 07:50 WIB

Warga yang Ditembak Agen Imigrasi AS Kini Didakwa

Mahkamah Agung AS Masih Izinkan Trump Deportasi Migran ke Negara Ketiga

30 Sep 2026 - 07:18 WIB

Mahkamah Agung AS Masih Izinkan Trump Deportasi Migran ke Negara Ketiga

KAI Uji Coba Angkutan Hasil Pertanian Banyuwangi ke Jakarta

29 Sep 2026 - 09:02 WIB

KAI Uji Coba Angkutan Hasil Pertanian Banyuwangi ke Jakarta
Trending di News